(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Universitas Nusa Cendana

Guru Profesional Undana Diminta Jadi Duta NTT Bangkit

Sebanyak 1000 guru professional (Gr) diambil sumpah dan dilantik pada acara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Guru Profesional Lulusan Program Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana). Para guru yang tersebar di seluruh pelosok NTT itu diminta agar menjadi duta dan agen bangkit, NTT sejahtera. Permintaan tersebut disampaikan Kepala Biro Ekonomi dan Kerjasama Setda NTT, Dr. Lery Rupidara, M.Si dalam acara sumpah dan pelantikan guru profesional di Hotel Cahaya Bapa Kupang, Rabu, (4/3/2020). Ia meminta kepada 1000 guru professional agar bersedia menjadi agen NTT bangkit, NTT sejahtera.

“Guru profesioanal yang diambil sumpah dan dilantik hari ini tidak saja menjadi duta Undana, tetapi menjadi duta NTT. NTT sudah mendapatkan 1000 agen pembangunan NTT bangkit,” katanya. NTT lima tahun ke depan memiliki beberapa agenda pokok, antara lain: Pertama, menurunkan angka kemiskinan dari 21 persen menjadi 8 persen tahun 2023. “Orang luar sana pesimis, tetapi hidup ini harus optimis. Kita optimis angka kemiskinan NTT akan turun tahun 2023” katanya. Kedua, Indeks Pemangunan Manusia (IPM) NTT saat ini masih rendah yakni di angka angka 63. Padahal secara nasional harus mencapai angka 70. Karena itu, hal-hal yang dibenahi guna meningkatkan IPM adalah sistem pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Kita mau PDRB barang dan jasa kita menjadi lebih baik,” ujarnya.

Ketiga, prime mover (penggerak utama) pembangunan NTT yakni pariwisata, karena mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan APBD NTT. Ia menyatakan, tahun 2023, NTT akan menjadi tuan rumah G-20 di Labuan Bajo. Karena itu, ia mengajak para Guru Profesional asal Manggarai agar menyukseskan G-20.

Selain itu, katanya, bulan Oktober mendatang, NTT juga akan gelar Pesparani Nasional. “Ada 16 ribu orang ke NTT. Semua Agama terlibat. Pak Jamaludin Ahmad menjadi Ketua Pesparani sehingga ada nuansa toleransi,” ujarnya.

Rohaniawan Kristen Protestan saat mendampingi dan memberkati para guru profesional Undana.

Ia juga menyatakan, ada beberapa komoditi NTT yang harus ditingkatkan, diantaranya, daun kelor, kelapa, kakao, coklat, jambu mete, rumput laut dan peternakan. Pada kesempatan itu, ia mengingatkan para guru agar terus belajar. “Belajar untuk tahu, belajar untuk berbuat. Berbuat untuk hidup dengan orang lain. Belajar untuk jadi diri sendiri,” tegasnya.

Sementara Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Undana, Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc dalam sambutannya mengaku bahagia karena mahasiswa telah melewati proses yang pernah ia lalui. Proses PPG, kata dia, merupakan proses Panjang. “Ini sebagai suatu sejarah baru pertama kali terjadi pengukuhan program PPG dan dalam jumlah yang banyak,” katanya.

Ia mengaku, menyandang gelar Gr, ada yang sudah tunggu selama 4 tahun, 5 tahun, 6 tahun bahkan ada yang 10 tahun. Ia meminta agar para guru bisa berubah. Karena proses Pendidikan terus berubah. “Kita harus berubah, jangan sampai kita jadi guru format. Kita kerja format soal dan fomat lain-lain. Kita ini guru yang perofesional. Kita harus punya inovasi untuk NTT, bahkan Indonesia,” katanya.

Ia mengakui, jika NTT dikenal dengan SDM lemah. “Yang sudah jadi aparat pemerintah juga lemah. Ada pegawai yang kita suruh buat konsep surat yang isinya 9 baris, baru 1 kalimat saja dia sudah tidak bisa buat apa-apa. Itu pun tidak ada titik dan koma,” ujarnya kesal. Karena itu, ia meminta agar para Guru Profesional bisa menyadari hal tersebut dan memberikan pembelajaran yang baik dan menarik kepada anak didik dan bermuara pada peningkatan kemampuan peserta didik.

Sementara perwakilan guru professional, Jonathan Arioni Lima mengatakan dengan waktu yang singkat selama mengikuti Pendidikan yakni satu tahun, tiga bulan telah membentuk diri mereka sehingga sangat berarti bagi sivitas akademika Undana. “Kami terus belajar dan belajar meski, meski kami sudah menjadi guru. Pelajaran yang menarik adalah dengan cara-cara kreatif yang diperoleh dan akan ditetapkan di sekolah,” ungkapnya.

Ia secara khusus memberikan apresiasi yang tinggi kepada para dosen yang selalu mendampingi, memberikan pelajaran merupakan kesempatan yang paling menarik dan terlalu asik. Padahal, proses perkuliahan jenjang S1 tidak seperti ini. Kepada semua guru professional, idirnya mengharapkan agar bisa membuktikan kepada semua elemen masyarakat bahwa seribu guru professional yang berhasil menjadang Gr adalah guru yang benar-benar professional.

Seribu guru professional tersebut tersebar di 10 jurusan yakni, Jurusan Bahasa Inggris 12 orang, Bimbingan Konseling 17 orang, Biologi 24 orang, Pendidikan Ekonomi 27 orang, Geografi 10 orang, guru kelas sekolah daar 542 orang, Kimia 40 orang, Matematika 542 orang, PPKn 56 orang, dan Teknologi Kontruksi dan Properti sebanyak 41 orang.

Acara pelantikan dan pengambilan sumpah 1000 guru professional tersebut dipimpin langsung oleh Dekan FKIP Undana, Dr. Malkisedek Taneo, M.Pd. Hadir pada kesempatan itu, Dekan FISIP, Dr. Melkisedek Neolaka, Dekan FKP, Dr. Lintje Ratoe Oedjoe, para dosen PPG Undana dan pra orangtua Guru Profesional serta undangan lainnya. [rfl/ds]

Comments are closed.