logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

08:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

Universitas Riset Dalam Bidang Lahan Kering Kepulauan

Undana Gelar Rakor Bidang Perencanaan dan Keuangan

UNIVERSITAS Nusa Cendana (Undana), kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) tahunan Bidang Perencanaan dan Keuangan selama tiga hari yakni dari tanggal 17 hingga 19 Maret 2017 di Hotel Silvia Maumere Kabupaten Sikka Flores Timur. Rakor kali ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, karena selain dihadiri Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera, Rektor Universitas Nusa Nipa, Ir. Angelinus Vincensius, M.Si, serta 110 peserta pimpinan universitas, fakultas, pascasarjana, lembaga, biro, bagian di lingkungan Undana. Hadir pula tim ahli seperti Ir. Agus Nalle,M.Si, Ir. Melkianus Tiro,M.Si, Ketua SPI, Dr.Ir.Wiendiyati,MP dan Ketua BLU, Dr.Ir. Stefanus P. Manongga,MS. Pihak Undana menghadirkan tim ahli dan SPI dalam rakor tersebut sebagai bagian dari kebijakan pimpinan Undana untuk mengulas dari berbagai sisi kesiapan dan perencaan Undana kedepan dari Satker menjadi PK-BLU.

Rektor, Prof.Ir.Fredrik L.Benu, M.Si.,Ph.D dalam sambutannya mengatakan, Rakor tersebut merupakan kegiatan rutin setiap tahun berjalan diawal tahun anggaran yang membahas beberapa kegiatan pokok antara lain evaluasi pelaksanaan kegiatan dan anggaran tahun 2016, pemantapan pelaksanaan kegiatan anggaran 2017 dan perencanaan kegiatan dan anggaran yang akan menjadi usulan RKA/KL Undana tahun 2018 ke pusat.

“Jadi kami sengaja memilih kota Maumere sebagai tempat rakor, tidak lain kami merasa bahwa Undana ini tidak milik siapa-siapa. Undana ini sesungguhnya didirikan oleh pemerintah provinsi 54 tahun yang lalu, itu berarti pimpinan kepala daerah dan seluruh masyarakat Sikka juga berhak memiliki Undana. Karena itu, Undana memilih kota Maumere tidak lain ingin mendekatkan diri bahwa Undana ini milik seluruh masyarakat NTT, khususnya milik masyarakat Kabupaten Sikka, untuk kita sama-sama bertanggung jawab guna memajukan Undana memberikan pelayana pendidikan tinggi yang terbaik bagi anak-anak NTT. Karena itu, kehadiran bapak Bupati dan Rektor Unipa saat ini sangat bermakna bagi kami dalam menapaki perjalanan Undana, pelayanan pendidikan tinggi bagi seluruh Civitas Akademika Undana,” kata Benu.

Di depan Bupati Sikka, Drs.Yoseph Ansar Rera, Rektor, Prof. Fred Benu memberikan gambaran sejumlah komunitas yang ada di Undana, seperti 11 fakultas, satu program pascasarjana, 900 orang tenaga dosen diantaranya yang bergelar doktor sebanyak 214 orang (keadaan Maret 2017), jumlah Profesor 24 orang, sisanya bergelar S2,tenaga kependidikan sekitar 600 orang, dan jumlah mahasiswa Undana yang hampir mencapai 30 ribu orang pada tahun ini. Jadi Undana ini sama seperti mengurus masyarakat satu kabupaten, kelakar rektor, Fred Benu.

Rektor, Prof. Fred Benu merasa penting, walaupun nama besar Undana dari segi kuantitas, tetapi demi kualitas pelayanan pendidikan tinggi, Undana harus mendekatkan diri dengan seluruh pemangku kepentingan, khususnya dengan Bupati Sikka. “Kami perlu mendekatkan diri dengan pemangku kepentingan, khususnya dengan masyarakat Kabupaten Sikka, karena Undana saat ini sudah berubah status dari Satuan Kerja (Satker) menjadi Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU). Kata Rektor, di Indonesia, ada tiga status yaitu PTN BH, BLU dan Satker, semua ini terjadi atas dukungan dari seluruh masyarakat NTT. Karena itu, atas nama civitas akademika Undana, kami berterima kasih untuk capaian ini, sambal menambahkan, dengan status Undana tersebut, tentu Undana akan memberikan pelayanan pendidikan tinggi dengan kualitas yang lebih baik lagi. Karena itu, banyak masyarakat, anak-anak Sikka yang menempuh pendidikan di Undana, percayalah, kami akan memberikan pelayanan yang baik demi masa depan NTT, bangsa dan negara Indonesia.

Konsentrasi Mengurus Undana
Seiring dengan perubahan status Undana dari Satker menjadi PPK BLU, dari pusat memberikan waktu hanya satu bulan untuk mempersiapkan instrument yang baru menyangkut pola keuangan. Rektor, Fred Benu merasa itu merupakan suatu hadiah, tapi juga merupakan tantangan besar bagi dirinya memimpin Undana. Karena itu, dalam forum resmi, selaku pemegang saham, juga demi kemajuan dengan status baru Undana, juga tidak mengurangi rasa homat dan kepercayaan dari Bupati Sikka, Drs.Yoseph Ansar Rera berikan sebagai seorang Komisaris Bank NTT memohon dengan hormat untuk izinkan hanya berkonsentrasi sebagai rektor untuk mengurus Undana saja. “Niat saya ini baru pertama kali saya sampaikan didepan Bupati Sikka dalam forum Rakor Undana disini. Karena itu, saya percaya bapak Bupati akan sampaikan kepada bapak Gubernur NTT selaku pemegang pengendali saham, demi kemajuan Undana, juga kemajuan NTT.

Menurut Rektor, Fred Benu, dengan berubah status dari Satker menjadi BLU, maka perencanaan kedepan juga harus berubah soal rencana belanja, tetapi rektor ingin mengetahui semua fakultas harus mengkreasi income, membuat perencanaan tentang pendapatan Undana berapa besar, sehingga rasionalisasi dibuat untuk pengeluaran unit masing-masing. Tidak ada lagi unit yang hanya memiliki perencanaan untuk pengeluaran anggaran, tetapi dia tidak punya perencanaan yang baik tentang bagaimana menghasilkan income. Kita berupaya untuk meningkatkan income, tetapi tujuannya bukan untuk profit, tidak ada profit oriented. Tujuan kita meningkatkan income, tetapi untuk peningkatan pelayanan pendidikan tinggi. Undana merasa kuat, apabila kita disatukan untuk mendukung pelayanan pendidikan tinggi di NTT, tegas Benu.

Sebelumnya, Bupati Sikka, Ansar Rera, memberikan apresiasi dan terima kasih kepada rombongan Undana yang telah memilih kota Maumere sebagai tempat penyelenggaraan Rakor tersebut.”Begitu saya mendengar akan ada kegiatan disini, saya senang sekali, karena saya kedatangan tamu-tamu yang begitu banyak dan terhormat yang sangat berpengaruh dan bermanfaat bagi kami masyarakat di Kabupaten Sikka ini,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia memberikan gambaran tentang sekilas Kabupaten Sikka yang merupakan salah satu dari Sembilan Kabupaten di Flores dengan luas wilayah terkecil hanya 1.732,31 KM persegi. Berarti Sikka memiliki wilayah laut utara dan selatan yang luasnya kurang lebih 5000 KM persegi. Walaupun luasnya terkecil, tapi sangat padat, karena jumlah penduduk Sikka 363.524 jiwa. Artinya cukup besar dengan luas wilayah, sehingga dinamikanya cukup berkembang dengan tiga sektor unggulan yakni di sektor pertanian, kelautan dan perikanan serta potensi pariwisata.

Berkaitan dengan pariwisata, kata Bupati, Ansar, kedatangan tamu dari Undana ini kami anggap sebagai wisatawan nusantara yang berkenan dapat menikmati suasana di kota Maurere. Walaupun kegiatannya sampai larut malam, kami mohon agar para tamu kami dapat berkenan mengunjungi beberapa tempat pariwisata seperti di pantai Kokai yang sangat terkenal dan sanggar-sanggar seni. Tetapi selama para tamu berada disini bisa menikmati berbagai hal kuliner, terutama ikan bakar dipantai.“Jadi kami mengapresiasi karena Undana telah memilih kota Maumere menjadi tempat penyelenggara kegiatan ini, sehingga akan memberikan motivasi kepada kami, karena Undana juga menjadi tempat belajar bagi masyarakat di Maumere,” katanya.

Usai pembukaan Rakor, dilanjutkan dengan pemaparan oleh masing-masing unit kerja di lingkungan Undana tentang potensi pendapatan yang optimis yang bisa dapat dicapai, serta program inovatif yang bisa memberikan pendapatan guna menunjang kualitas pelayanan pendidikan tinggi.

Dalam pengantar memasuki sesi diskusi, Rektor, Fred Benu mengatakan, status Undana sekarang ini adalah PTN PK-BLU, agar semua unit kerja dalam lingkungan Undana supaya dapat mendukung sepenuhnya persiapan pelaksanaan BLU ini, karena maju mundurnya kinerja Undana akan tercermin dari pengelolaan keuangan secara efisien dan efektif. Kalau Undana sudah mandiri berarti boleh berwirausaha dalam meningkatkan pendapatan, kata Benu.

Pada hari pertama disela-sela acara pemaparan potensi pendapatan  Undana tahun 2017 dan pemaparan anggaran unit non akademik, pada saat jam istirahat makan malam, tamu Undana dihibur oleh paduan suara Universitas Nusa Nipa Maumere dengan sebuah nomor lagu, Indonesia Putih Tulangku yang menggambarkan kebersamaan dan kesatuan yang utuh. Pada kesempatan itu, Rektor, Fred Benu memberikan sumbangan spontanitas sejumlah uang sebagai dana pembinaan kepada paduan suara mahasiswa Unipa. [ds]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *