logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Universitas Nusa Cendana

Ijazah, Kenderaan Menuju Bidang Profesional

Ketua LPJK Provinsi NTT, Paul Tanggela,ST mengatakan Ijazah universitas atau SKA  hanyalah sebagai kenderaan menuju satu bidang profesi. “Hanya sebagai satu alat untuk kita bisa melaksanakan tugas atau pekerjaan secara profesional. Profesi merupakan bidang pekerjaan yang dikerjakan berdasarkan keahlian kita,”ungkapnya saat memberikan sambutan dalam acara kegiatan Pembekalan dan Fasilitasi Uji Kompetensi Ahli Muda Bendungan Besar dan pelaksana Bendungan Balai Jasa Kontruksi Wilayah IV Surabaya, bekerjasama dengan  Program Studi Teknik Sipil Fakultas Sains dan Teknik (FST) Undana, diruang lantai tiga Undana Penfui, Jumat (18/10/2019).

Menurutnya, profesional berarti orang yang  dituntut memiliki keahlian dalam melaksanakan pekerjaan sesuai keahlian. Sedangkan ijazah atau SKA hanya satu modal sebagai kenderaan menuju dunia nyata kerja. Orang tidak melihat ini ijazahnya apa, tapi yang dilihat adalah motivasi kerja, intenvitas kerja, disiplin, semangat dan komitmen dalam pekerjaan itu yang dilihat. Orang idak lihat ijazahnya apa, punya sekolah apa, tetapi yang dilihat etos kerja dan integritas yang tinggi.

Para mahasiswa serius mengikuti pemaparan materi.

Ia menambahkan, soal integritas itu dampaknya, adalah apa yang diomongkan itu yang dikerjakan. Jangan omong lain, bikin lain, sehingga yang dilihat adalah dampaknya yang dilihat adalah semangat dan motivasi. Yang dinilai, adalah hasil kerja. Ketika kita menghasilkan satu pekerjaan yang baik, orang akan menilai bahwa apa yang kita kerjakan tersebut sudah dikerjakan secara professional. Kalau kita punya ijazah tinggi, tetapi kita bisa mempertanggung jawabkan pekerjaan yang kita  kerjakan itu tidak bagus, maka organg tidak akan bisa menilai apa yang kita kerjakan. Banyak contoh bahwa sarjana kita banyak yang tidak kompeten, banyak yang tidak bisa kerja dengan baik. Jadi kalau belakangan ini  kita melihat banyak sarjana yang pulang kampung dan masih banyak yang menganggur, tidak bisa bekerja apa-apa. Itu berarti mereka tidak berkompeten, ungkapnya.

Dikatakannya, yang kita uji sekarang ini adalah supaya saudara-saudara sebagai mahasiswa bisa memiliki kompetensi. Kompetensi adalah pengetahuan, ketrampilan dan sikap dasar yang tercermin dalam cara pikir dan cara tindak yang baik. Sifatnya itu selalu dinamis, selalu berkembang secara terus menerus. Konstan, tepat waktu. Jadi orang kompetensi tidak saja mengetahui apa  yang dikerjakan, tetapi juga harus mengerjakan apa yang ia ketahui, itu yang penting. “Kalau bagi saya perlu supaya staf saya yang pintar untuk mengetahui apa saja yang ia jumpai dalam melakukan atau menyelesaikan tugas dan pekerjaaan. Jadi saya berpesan agar para mahasiswa benar-benar serius mengikuti kegiatan ini, dan materi-materi ini tolong diikuti secara serius dengan penuh penghayatan agar senantiasa belajar dan terus belajar seumur hidup untuk mengetahui segala sesuatu demi memacu masa depan yang lebih baik.

Pemateri  lain yang hadir pada kesempatan itu antara lain, SKA Ahli Bendungan terdiri dari Ir.Marthen Tella (mantan Satker Bendungan BWS), SKT Pelaksana Bendungan, Davianto F.Welkis, ST (PPK Bendungan Temef) dan General Manager Nindya Karya, Alfriady Zuliansyah, ST.,M.Sc.[ds]

Comments are closed.