Ketua Sinode GMIT: Undana Harus jadi Rumah Kerukunan
12/01/2018
article thumbnail

© 9 Kebijakan Rektor Tahun 2018
Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Pdt. Dr. Merry Kolimon, M.Th mengatakan, peristiwa Betlehem menjadi peristiwa kontak antar bangsa yang memuliakan San [ ... ]


BLU, Tuntutan Kerja Cepat di Tahun 2018
10/01/2018
article thumbnail

Rektor Undana: Empat Lembaga Direstrukturisasi jadi DuaUniversitas Nusa Cendana (Undana) telah memasuki kalender kerja tahun baru 2018. Dengan diterapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum ( [ ... ]


Artikel Lainnya

Januari 2018, Undana Tetapkan Remunerasi

  • Rektor Undana Tegaskan Tak Ada SK Honor Kegiatan

Sebagai salah satu hasil dari penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU), maka terhitung mulai Januari 2018, Universitas Nusa Cendana (Undana) akan menetapkan remunerasi bagi tenaga pendidik (dosen) maupun kependidikan (pegawai). Remunerasi tersebut akan diambil dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Undana sebesar 50 persen dari total PNBN sebesar Rp 150 miliar. Hal tersebut disampaikan Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D saat memberikan sambutan pada Kegiatan Lokakarya Persiapan dan Penyegaran Dosen Pengasuh Mata Kuliah Penciri di Hotel T-More, Rabu (29/11).
Ia mengatakan, sebenarnya Rp 60 miliar dari PNBP bisa digunakan untuk membayar remunerasi dosen maupun pegawai. Namun, kata dia, hanya digunakan 50 persen dari Rp 60 miliar, sehingga akan digunakan Rp 30 miliar untuk remunerasi dosen dan pegawai. Untuk remunerasi, jelas Rektor, Prof. Fred, ada grade 1-16, dan rektor sendiri akan mendapat grade 16, selanjutnya disusul para Pembantu Rektor maupun dekan hingga para pegawai. Dikatakan, selain remunerasi, ada gaji pokok dan tunjangan kinerja (tukin). Namun, tambahnya, perlu disosialisasikan, karena belum disosialisasikan kepada dosen dan pegawai Undana. Ia menduga, pasti akan ada pro kontra atas draft remunerasi maupun tukin yang akan dibahas nanti. Ia menegaskan, dengan adanya remunerasi, maka tidak ada lagi biaya honor untuk setiap kegiatan di lingkup Undana.

“Biasanya akhir tahun ada Surat Keputusan (SK) Panitia untuk kegiatan wisuda, persiapan wisuda tingkat universitas maupun fakultas, dan orangnya sama semua. Mulai Januari 2018 tidak ada lagi SK Kegiatan untuk mendapat honor. Jika ada, maka mohon maaf SK Bapak dan Ibu akan saya coret,” tegasnya. Menurutnya, dengan status PPK-BLU, budaya antikorupsi pun semakin dikedepankan. Sejalan dengan itu, ia juga menyoroti adanya pungutan liar (pungli), terkait dengan konsultasi skripsi maupun yudisium nilai mahasiswa. Bagi dosen, ia mengingatkan agar, budaya pungli tersebut harus ditinggalkan, karena semua yang terkait dengan penghasilan akan diberikan dalam bentuk gaji pokok, tukin maupun remunerasi.
Sementara dalam materinya tentang Pola Ilmiah Pokok (PIP) Lahan Kering, jelas Prof. Fred Benu, sejak 1984, Undana telah menetapkan PIP Pertanian Lahan Kering. Namun, dalam perkembangannya, PIP Undana didorong menjadi lahan kering kepulauan. Menurutnya, lahan kering dapat ditemukan di beberapa tempat di Indonesia. Namun, lahan kering kepulauan hanya ditemukan di Provinsi NTT, NTB dan sebagian Maluku Selatan. Karena itu, Undana menetapkan lahan kering kepulauan menjadi pusat keunggulan atau Centre of Excellence (CoE). Lahan kering kepulauan sebagai keunggulan komparatif akan dijadikan untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional sebagai keunggulan kompetitif.
Ia mengaku, bidang ilmu dalam lahan kering kepulauan tidak hanya mencakup Pertanian, Perikanan, Peternakan dan Kehutanan saja, tetapi ada masalah lain seperti, hukum pendidikan, kesehatan, sosial, politik dan lainnya. “Jadi ada masalah hukum lahan kering kepulauan, masalah pendidikan lahan kering kepulauan, masalah politik lahan kering kepulaian dan masalah lahan kering kepulauan lainnya,” sebutnya. Menariknya, kata dia, masyarakat lahan kering kepulauan tidak bisa dipaksakan untuk bertani maupun berladang mengikuti masyarakat lahan basah. Baginya, masyarakat lahan basah akan kesulitan, jika mengalami curah hujan rendah atau tidak terjadi hujan. Sebaliknya, masyarakat lahan kering sudah terbiasa dengan curah hujan yang rendah, karena memiliki tanaman pangan yang sudah dianugerahkan Tuhan bagi masyarakat lahan kering seperti, jagung, kacang, singkong, labu dan lainnya. Menariknya, kata Benu, jenis tanaman tersebut bisa ditanam di satu tempat atau lubang secara bersama-sama, sehingga jika tanaman yang lain gagal, maka yang lainnya akan memberikan hasil. Keunggulan komparatif tersebut, papar Prof. Fred sebagai salah satu penilaian saat Undana mempresentasikan dokumen PPK-BLU di Kemenristekdikti maupun di Kemenkeu. Pihaknya bersyukur karena dari 9 universitas di Indonesia yang mengusulkan dokumen PPK-BLU, Undana dan Samratulangi disetujui untuk meningkatkan status dari Satuan Kerja (Satker) menjadi PPK-BLU. Ia mengaku, tidak hanya sebagai prestasi tetapi sebagai tantangan untuk menjalankan amanat dari Kemenristekdikti dan Kemenkeu untuk membawa Undana ke arah yang lebih baik. Pantauan media ini, hadir Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. David B. W. Pandie, MS, serta para dosen pengasuh mata kuliah penciri Undana [rfl/ovan]


Add comment

Komentar anda sangat penting, oleh karena itu periksa komentar dengan seksama sebelum mengirimkan. Pertahankan toleransi antar suku, ras dan agama.


Security code
Refresh