Ketua Sinode GMIT: Undana Harus jadi Rumah Kerukunan
12/01/2018
article thumbnail

© 9 Kebijakan Rektor Tahun 2018
Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Pdt. Dr. Merry Kolimon, M.Th mengatakan, peristiwa Betlehem menjadi peristiwa kontak antar bangsa yang memuliakan San [ ... ]


BLU, Tuntutan Kerja Cepat di Tahun 2018
10/01/2018
article thumbnail

Rektor Undana: Empat Lembaga Direstrukturisasi jadi DuaUniversitas Nusa Cendana (Undana) telah memasuki kalender kerja tahun baru 2018. Dengan diterapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum ( [ ... ]


Artikel Lainnya

Ketua Sinode GMIT: Undana Harus jadi Rumah Kerukunan

© 9 Kebijakan Rektor Tahun 2018


Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Pdt. Dr. Merry Kolimon, M.Th mengatakan, peristiwa Betlehem menjadi peristiwa kontak antar bangsa yang memuliakan Sang Raja (Yesus Kristus), ia mengajak agar semua pihak dapat membangun dan merawat komitmen lintas etnis, suku, budaya, dan agama untuk kehidupan bangsa dan daerah yang lebih baik. Begitupun dengan Universitas Nusa Cendana (Undana), kampus tertua di Provinsi NTT, hendaklah menjadi rumah kerukunan, dan rumah toleransi. Proses belajar mengajar di kelas, kegiatan penelitian dan publikasi, pengabdian masyarakat, mesti memberi sumbangan dan memperkuat kecerdasan emosional dan kecerdasan berbudaya kita. Dengan begitu kita mengkritisi sikap primordialisme sempit dan eksklusifisme yang justeru membawa kita pada ancaman perpecahan dan kehancuran. Kita belajar dari para majus untuk juga membangun persahabatan, rasa percaya, dan pelayanan bersama lintas suku, bangsa, etnis, ras, dan agama, jelas Pdt. Dr. Mery Kolimon, S.Th saat menyampaikan khotbah pada acara Natal, Penutupan Tahun Kerja, Penyerahan Anggaran Terpadu dan Penandatanganan Kontrak Kerja Undana di Aula Undana Penfui, Jumat, (12/1).
Pdt. Dr. Merry dalam khotbahnya yang terambil dalam Injil Matius 2:1-12 menyampaikan tiga pesan penting yaitu: Pertama, ilmu pengetahuan adalah pemberian Allah bagi manusia untuk memahami rahasia Allah. Karena itu, ilmu pengetahuan perlu dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kebaikan hidup manusia dan untuk keutuhan ciptaan. Ia menyebut, istilah asli para majus adalah magoi, yang kemudian menjadi magician dalam bahasa Inggris dengan arti seseorang dengan kekuatan magis. Sebenarnya, makna kata ini mula-mula justeru bersifat positif. Yang dirujuk dalam istilah magoi ini adalah para filsuf, imam, dan ahli luar angkasa. Mereka adalah orang-orang terpelajar dari bangsa-bangsa Timur yang mengabdikan diri mereka untuk memperlajari astronomi, agama, dan ilmu medis/pengobatan di masa itu.

“Para bijak ini, para majus, adalah kaum cendekiawan yang serius dengan ilmunya, tetapi juga serius menerapkannya. Mereka mempelajari angkasa, mereka mempelajari alam lingkungannya, mereka mempelajari masyarakat, mereka mencari kebenaran dan berusaha mendapatkannya,” jelasnya. “Mereka mengupayakan kehandalan-kehandalan berpikir dan dan bertindak. Mereka juga tidak tinggal diam setelah mengetahui kebenaran. Mereka pergi mencari raja yang baru lahir itu. Bagi para bijak dari Timur ini, penampakan bintang berekor ini merupakan tanda bahwa Seorang Pangeran yang sudah lama dinantikan telah dilahirkan,” tambah Pdt. Dr. Merry.
Dikatakan, sebuah universitas adalah suatu komunitas akademis di mana ilmu pengetahuan dikembangkan, terutama untuk kebaikan hidup manusia dan segenap ciptaan. “Kita belajar dari kisah ini bahwa ilmu pengetahuan adalah pemberian Allah kepada manusia. Undana mesti menjadi tempat di mana ilmu pengetahuan dikembangkan secara sungguh-sungguh. Cita-cita besar Undana untuk menjadi universitas global mesti didukung oleh kemauan semua elemen civitas akademika ini untuk mengupayakan kehandalan belajar mengajar, meneliti, publikasi, dan mengabdi kepada masyarakat,” ungkapnya.
“Para akademisi, dosen dan mahasiswa harus jadi berkat bagi daerah ini, bagi masyarakat dan alam melalui pengembangan ilmu pengetahuan. Jangan pakai ilmu pengetahuan untuk membodohi sesama, atau untuk memecah belah, dan mencari keuntungan bagi diri sendiri dengan mengeksploitasi manusia dan alam. Dedikasikan ilmumu bagi kebaikan hidup bermasyarakat, bagi pencerdasan masyarakat, bagi kemajuan dan perkembangan peradaban, bagi keutuhan ciptaan milik Allah,” ajak Pdt. Dr. Merry. Ia menyampaikan, hidup berugahari artinya hidup sederhana, sedang-sedang saja, tidak berlebihan, tidak berkekurangan, ada di pertengahan: tidak miskin melarat, tidak juga menumpuk kekayaan berlebihan. Konsep ini, jelasnya, berarti menjauhkan diri dari etos hidup yang konsumtif, pamer kemewahan dan kekuasaan, boros, eksploitatif, instan, dan tidak ramah lingkungan.
“Komitmen berugahari bagi umat Kristiani lahir dari kesadaran iman bahwa rahmat Tuhan, melalui alam ciptaan ini, sebenarnya cukup untuk semua manusia dan segenap makhluk. Jika manusia tidak serakah dan bersedia berbagi dengan sesama maka tak ada orang yang terlalu kaya dan terlalu miskin; alam pun dapat tetap lestari,” ujarnya. Terkait dengan status Undana PPK BLU, ia mengatakan, kemandirian itu harus dipergunakan secara bertanggungjawab. “Gunakanlah semua potensi yang ada di Undana secara bertanggung jawab untuk kemajuan universitas ini, yang pada gilirannya sungguh-sungguh mengabdi pada kualitas pembalajaran yang handal, dan menghasilkan lulusan-lulusan yang tinggi ilmu, tinggi iman, dan tinggi pengabdiannya,” sebut Pdt. Dr. Merry.
Kedua, Natal merupakan karya keselamatan Allah mempertemukan manusia antar bangsa. Kisah kelahiran Yesus Kristus yang disaksikan oleh injil-injil juga menceritakan tentang tanggapan berbagai bangsa terhadap kasih Allah yang universal itu. Sejarah keselamatan Allah dalam peristiwa kelahiran Yesus menunjukkan pada kita bahwa yang terlibat dalam peristiwa Natal, bukan hanya bangsa Israel yang selalu mengklaim diri sebagai umat pilihan Allah, tetapi juga bangsa-bangsa lain. Dijelaskan, para Majus yang datang menyembah Yesus menjadi bukti bahwa Dia datang ke dunia bukan hanya untuk satu bangsa. “Dia adalah penyelamat segenap manusia, tak peduli latar belakang budaya dan bangsa. Ini juga menunjukkan universalitas misi Allah. Dalam pelaksanaan misiNya, Allah memaksudkan keselamatan itu untuk manusia dari berlatar belakang bahasa dan budaya,” katanya.
“Kita bersyukur bahwa negeri kita ini, termasuk NTT, adalah masyarakat plural, lintas etnis, dan budaya, lintas bahasa dan agama. Sejak awal berdirinya bangsa ini para pendiri bangsa dan kita semua kit bersepakat berjalan bersama sambil mengelola perbedaan dan keragaman yang dimiliki sebagai kekayaan bersama,” ujar Pdt. Dr. Mery.
Undana dalam semangat Natal sebagai peristiwa perjumpaan antar bangsa, mengemban amanat pula untuk menjadi ruang perjumpaan manusia lintas etnis, budaya, dan agama. Salah satu di tahun 2018 adalah dinamika politik yang akan melibatkan pula banyak energi sosial, ekonomi, dan budaya. “Tak jarang juga kami membaca tawuran antar mahasiswa, baik dengan motif sentimen suku, juga sentimen almamater. Kampus sejatinya mestinya menjadi ruang percakapan yang terbuka, ruang menguji bersama klaim-klaim kebenaran, dan membangun kebijaksanaan bersama untuk penyembuhan, rekonsiliasi, dan keutuhan,” jelasnya.
Karena itu, ia meminta agar Undana bisa menjadi rumah keberagaman, kerukunan dan toleransi. Proses-proses belajar di kelas, kegiatan penelitian dan publikasi, pengabdian masyarakat mesti memberi sumbangan dan memperkuat kecerdasan emosional dan kecerdayan berbudaya kita. Dengan begitu kita mengkritisi sikap primordialisme sempit dan eksklusifisme yang justeru membawa kita pada ancaman perpecahan dan kehancuran. Kita belajar dari para majus untuk juga membangun persahabatan, rasa percaya, dan pelayanan bersama lintas suku, bangsa, etnis, ras, dan agama.
Ketiga, berilah persembahan yang terbaik bagi Tuhan. Berilah talenta terbaik. Ia menjelaskan, para bijak yang datang telah membawa persembahan emas, kemenyan, dan mur. Ketiga persembahan itu, dalam konteks Timur Tengah, biasanya merupakan lambang dari pengakuan terhadap kekuasaan seseorang. Emas sebagai persembahan kepada raja, lambang kemuliaan; kemenyan untuk memuliakan Dia sebagai Yang Ilahi, dan mur sebagai yang berhubungan dengan tubuh manusia, bahwa Dialah Pemimpin atas hidup dan mati manusia.
Ia menyampaikan, Pemberian-pemberian itu merupakan tanda dari rasa hormat dan bakti yang ditunjukkan mereka kepada Yesus. Itu juga tanda kepercayaan mereka bahwa dia adalah pangeran yang termasyhur. “Melalui proses belajar mengajarmu, melalui penelitian dan publikasi, serta pengabdian masyarakat, melalui kepemimpinan di berbagai aras; universitas, fakultas, program studi, dan jurusan, serta berbagai bentuk dan jenis pelayanan di universitas ini, muliakanlah Allah. Jangan jadikan pelayanan di tempat ini sekedar mencari nafkah,” kata Pdt. Dr. Merry. “Kembangkan diri dan ciptakan kesempatan untuk orang lain di sekitarmu juga turut berkembang. Baktikan potensi terbaikmu untuk kinerja pelayanan Undana sebagai PTN dengan badan layanan umum. Jadilah dosen-dosen yang handal, jadilah mahasiswa-mahasiswa yang berkualitas. Kelolah universitas ini dalam semangat ugahari: berhemat, bertanggung-jawab, tidak konsumtif, tidak koruptif, untuk dengan sungguh-sungguh mengembangkan kehandalan ilmu bagi perkembangan kualitas kehidupan masyarakat dan alam ciptaan Allah,” ujar Pdt. Dr. Merry menutup khotbahnya.


9 Kebijakan Rektor Tahun 2018

Sementara itu, Rektor Undana, Prof. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D dalam sambutannya mengatakan Undana telah memasuki tahun kerja 2018. Untuk itu, perlu melakukan refleksi atas perjalanan pelayanan tahun 2017. Ia mengingatkan agar para dosen dan pegawai tidak mengikuti cara kerja yang lama di tahun 2017. Ia menegaskan, dengan adanya perubahan status Undana menjadi Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK BLU), bukan sebatas perubahan status, tetapi perubahan cara berpikir dan bertindak dalam perencanaan dan penganggaran dengan memerhatikan prioritas dan efisiensi pelayanan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat yang labih baik.
Mengemban status sebagai PPK BLU juga sekaligus menjadi tantangan untuk memberi pelayanan yang lebih baik kepada mahasiswa dan masyarakat. Untuk itu, pada tahun 2018 ini, Rektor, Prof.Fred Benu telah menetapkan Kebijakan Rektor Tahun 2018, sebagai berikut: Pertama, Penguatan proses perencanaan dan penganggaran berbasis program studi di pasca-sarjana dan di fakultas-fakultas serta berbasis pusat di lembaga-lembaga. Kedua, Pemantapan akreditasi institusi Undana untuk meningkat dari terakreditasi B menjadi terakreditasi A dan akreditasi program studi dari terakreditasi C menjadi terakreditasi B dan dari terakreditasi B menjadi terakreditasi A. Ketiga, Peningkatan layanan sistem informasui akademik, administrasi, keuangan dan kepegawaian serta website Undana menjadi sistem informasi terpadu guna mendukung pengembangan e-learning dan peningkatan layanan kepada mahasiswa dan pemangku kepentingan lainnya.
Selanjutnya, Keempat, Pemantapan pelaksanaan remunerasi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari pelaksanaan perubahan status menjadi universitas PPK BLU. Kelima, Percepatan proses perubahan organisasi dan tata kerja Undana dalam rangka pemantapan reformasi birokrasi dan perubahan status sebagai universitas PPK BLU. Keenam, Penguatan organisasi kemahasiswaan intra kampus dan pembentukan organisasi tingkat alumni. Ketujuh, Penguatan nilai-nilai kebangsaan di kalangan mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan. Kedelapan, Kepedulian mahasiswa dan warga kampus terhadap kelestarian lingkungan dan keamanan kampus melalui penanaman jenis tumbuhan lokal bernilai konservasi dan gerakan bersama menjaga kebersihan dan keamanan kampus.
Kesembilan, Pemantapan kerjasama dengan para pihak dalam maupun luar negeri dengan fokus peda kawasan terdepan di Bagian Timur Indonesia serta kawasan Australia dan kampus. Kesepuluh, penguatan lahan kering kepulauan sebagai pusat unggulan universitas (university center of excellence) melalui pengembangan kerjasama dalam bidang-bidang terkait dan penerbitan nurnal ilmiah untuk didorong menjadi jurnal terakreditasi nasional.
Kebijakan Rektor tersebut diharapkan menjadi arahan bagi unit-unit di lingkungan Undana, untuk memfokuskan perhatian dalam melaksanakan berbagai kegiatan pada tahun 2018. Pada kesempatan tersebut Rektor, Prof. Fred juga menyerahkan DIPA dan sekaligus menyaksikan penandatanganan kotrak kerja dengan para pimpinan unit kerja, baik Pascasarjana, Fakultas, Lembaga, Biro, UPT di lingkungan Undana. [rfl/ovan/ds]

Add comment

Komentar anda sangat penting, oleh karena itu periksa komentar dengan seksama sebelum mengirimkan. Pertahankan toleransi antar suku, ras dan agama.


Security code
Refresh