(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Kegiatan Komsos Korem 161/Wira Sakti, Rektor Tegaskan Pancasila Harus Diamalkan

 

Rektor Undana, Dr.drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc, menjadi salah satu narasumber pada kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan Keluarga Besar TNI Korem 161/Wira Sakti, yang digelar di Aula Sudirman Makorem, Oepoi, Senin (6/6/2022). Selain Rektor Undana, narasumber lainnya yaitu Kasrem 161/WS Kolonel Inf Seniman Zega, S.H., M.I.P. Tema yang diangkat dalam Komsos tersebut yakni “TNI AD dan Keluarga Besar TNI satu komitmen menjaga Pancasila dan NKRI. Kegiatan ini diikuti oleh para Perwira Korem 161/Wira Sakti bersama para Veteran dan Purnawirawan TNI dari Kota Kupang.

Turut hadir, Ketua DPD PEPABRI NTT beserta pengurus, Ketua MADA LVRI NTT beserta pengurus, Ketua DPD PPAD NTT beserta pengurus, Ketua PD XXVI KB FKPPI Prov NTT beserta pengurus, Ketua PD XXVI GM FKPPI Prov NTT beserta pengurus, Ketua PPM Prov. NTT beserta pengurus, Ketua HIPAKAD NTT beserta pengurus, Ibu-ibu pengurus dan anggota Persit KCK Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana, Jalasenastri Lantamal VII/Kupang dan PIA Ardhya Garini Lanud Eltari. 

 

Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc dalam paparannya menegaskan pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila. Pancasila menurutnya, harus dipraktikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak sekadar dihafal. Rektor pada kesempatan itu mengisahkan pengalamannya hidup di tengah keberagaman. Dr. Maxs pernah belajar di SMA Negeri 6 Solo, begitu pun di Jogyakarta, di mana dirinya pernah menempuh studi doctoral di Universitas Gadjah Mada. Semua pengalaman kehidupan itu kemudian mendorongnya hidup dengan menerima perbedaan. “Saya sangat marah ketika orang bicara suku ini dan itu, agama ini dan itu,” ujarnya sembari menambahkan bahwa the founding father (pendiri bangsa), Bung Karno telah menggali nilai-nilai Pancasila, yang kemudian dapat diterima oleh semua suku, ras, agama dan golongan.

 

Tampak Kepala Staf Korem 161/WS Kolonel Inf Harzeni Paine, S.H., M.A, beserta sejumlah peserta serius menyimak pemaparan materi oleh Rektor Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc di Aula Sudirman, Makorem 161/Wira Sakti Kupang, Senin (6/6/2022).

 

Menurut Dr. Maxs, Pancasila harus menjadi nilai bersama (common value). Sebab, Pancasila yang bisa mempersatukan bangsa ini di tengah keberagaman. “Jika tidak ada nilai yang sama, maka tidak akan ada titik temu antara satu agama dengan agama lain, dan golongan dengan golongan lain. Nilai bersama ini kita sebut juga sebagai pandangan hidup bangsa atau way of life” ujarnya. Pihaknya menegaskan, TNI harus menjadi benteng terakhir eksisnya Pancasila. Hal itu dapat dimanifestasi melalui 8 (delapan) sumpah prajurit atau sapta marga. “Kita harusnya merasa berdosa kalau kita tidak  menjaga Pancasila. Sebab, walaupun kita sudah tidak ada lagi, tetapi Pancasila akan terus ada dan eksis,” tandasnya. Karena itu, dalam menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila, menurut Rektor, sebagai pemimpin harus menjadi teladan, sebagaimana adagium good leader leads by example.

 

Kepala Staf Korem 161/WS, Kolonel Inf Harzeni Paine, S.H., M.A ketika membacakan sambutan tertulis Komandan Korem 161/WS, Brigjen TNI Iman Budiman, S.E menyampaikan bahwa Komsos tersebut bertujuan untuk meningkatkan hubungan silaturahmi antara anggota TNI yang masih aktif dengan Keluarga Besar TNI (KBT),  serta mempererat hubungan kekeluargaan sebagai wahana untuk saling memberikan informasi tentang perkembangan lingkungan di wilayah Korem 161/Wirasakti.

Ia menjelaskan, Kemsos dengan Keluarga Besar TNI di Wilayah Korem 161/Wira Sakti Tahun Anggaran 2022 merupakan bagian dari metode Pembinaan Teritorial (Binter) yang dilaksanakan antara prajurit TNI AD dengan seluruh komponen bangsa, antara lain aparat pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan komponen masyarakat lainnya maupun dengan Keluarga Besar TNI (KBT) guna mewujudkan hubungan saling pengertian, kebersamaan dan menjalin silaturahmi.

 

“Bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami penurunan wawasan kebangsaan yang mengarah pada krisis persatuan dan kesatuan nasional. Keadaan ini menjadi perhatian dan harus segera diupayakan langkah intensif dan strategis untuk menumbuhkan kembali semangat persatuan dan kesatuan tanpa membedakan latar belakang suku, agama, ras, etnis maupun golongan,” tandasnya.

Ia menambahkan, keberagaman yang ada pada bangsa Indonesia adalah suatu hal yang indah dan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. “Keberagaman ini harus dijadikan sebagai kekayaan suatu negara di mana kita bisa saling menghormati, menghargai dan memperkuat nilai-nilai satu dengan yang lainnya. Kita harus berpikiran positif dengan perbedaan-perbedaan yang ada agar dapat menjadi kekuatan tersendiri bagi Bangsa Indonesia sehingga terbentuk persatuan yang kokoh dan kuat,” terang Kepala Staf Korem 161/Wirasakti. (rfl)

 

Kunjungi Media Sosial Undana

YouTube: Official Universitas Nusa Cendana: https://www.youtube.com/channel/UCtB1iZTSBH9etwVDCeeD2yw

Facebook: Universitas Nusa Cendana: https://web.facebook.com/nusacendana1962

Instagram: universitas.nusa.cendana https://www.instagram.com/universitas.nusa.cendana/

 

Comments are closed.
Translate »