(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Jelang ‘Merger’ ke FK, Dekan FKH Lantik 27 Dokter Hewan

Menjelang beberapa hari merger (gabung) ke Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kedokteran (FK) kembali melantik 27 dokter hewan baru. Pengambilan sumpah dan pelantikan dokter hewan periode ke X (sepuluh) itu disebut sebagai yang terakhir sejak FKH berdiri tahun 2010 lalu. Pasalnya, berdasarkan Organisasi dan Tata Kerja (OTK) baru Undana, fakultas yang didirikan atas inisiasi mantan Rektor Undana, Prof. Ir. Frans Umbu Datta, M. App. Sc., Ph. D itu rencananya akan digabungkan dengan FK Undana menjadi Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH). Pengambilan sumpah dan pelantikan 27 dokter hewan dilakukan oleh Dekan FKH Undana, Dr. drh. Annyta I. R. Detha, M. Sc di Swisbell Kristal Hotel, Sabtu (6/11/2021) pagi.

Hadir, anggota Senat FKH Undana, Guru Besar FKH, Prof. Ir. Frans Umbu Datta, M. App. Sc., Ph. D, dan para orangtua /wali dokter hewan baru.

Perwakilan orangtua dokter hewan baru, Salmun Manafe, S.Pd, S. Ip dalam sambutannya menyatakan, kurang lebih 6 (enam) tahun, anak-anak mereka diserahkan kepada FKH. “Hari ini kami menyaksikan output dari FKH Undana, yang menghasilkan dokter hewan baru yang profesional. Kami gembira atas keberhasilan yang dicapai anak-anak kami,” ujarnya. Keberhasilan yang diraih para dokter hewan baru itu, lanjutnya, bukan semata-mata karena kemampuan orangtua, tetapi atas kasih dan kemurahan Tuhan, serta dukungan dari para dosen.

 

Sejumlah dokter hewan baru foto bersama Dekan FKH Undana, Dr. drh. Annyta, Dosen Senior FKH, Prof. Frans Umbu Data, sejumlah dosen FKH, dan rohaniawan usai diambil sumpah dan dilantik di Hotel Swissbell Kristal, Sabtu (6/11/2021).

 

Karena itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada para dosen, yang telah membina dan mendidik anak-anak di tengah berbagai tantangan. “Untuk membekali anak-anak menjadi dokter bukan hal yang mudah, dan ini merupakan sesuatu yang mahal harganya. Atas semua dedikasi yang diberikan kepada anak-anak kami, pada kesempatan ini kami menyampaikn terima kasih yang tak terhingga,” ujarnya. Ia juga memohon maaf, jika selama menempuh pembelajaran di FKH Undana, para dokter baru melakukan kesalahan dan melukai hati para dosen. “Kami atas nama orangtua menyampaikan permohonan maaf, dan biarlah bapak/ibu doakan dokter hewan baru untuk sukses ke depan,” ungkapnya.

Sekretaris Cabang Kupang Pengurus Besar Dokter Hewan Indonesia (PDHI), drh. Aji Winarso M.Si menyampaikan proficiat kepada dokter hewan baru. Dengan meluluskan 27 dokter hewan, maka saat ini FKH Undana berhasil meluluskan 202 orang dokter hewan. Dari jumlah tersebut, menurutnya, sejumlah dokter hewan lulusan FKH Undana sudah menyebar di berbagai seantero, dan berkontribusi bagi kesejahteraan hewan dan mansia di Indonesia.

Menurutnya, dokter hewan sebagai profsi mulia yang bemuara terhadap kesejahteraan umat manusia. “Kita harus bangga jadi dokter hewan, tidak perlu merasa kecil hati. Profesi anda adalah profesi mulia, termasuk kami FKH Undana akan bergabung ke FK, namun tidak perlu minder, (karena) kita (semua) sama,” ungkapnya. Kini, PDHI memiliki anggota sebanyak 10 ribu orang di Indonesia. Karena itu, ia berpesan agar para dokter hewan baru bisa begabung ke PDHI. Sebab, PDHI sebagai organisasi yang legal dan bisa meningkatkan kualitas dokter hewan Indonesia.

Dekan FKH Undana, Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Sc dalam sambutannya menyatakan, pengambilan sumpah dan pelantikan 27 dokter baru tersebut karena atas kasih Tuhan. Dengan adanya dukungan dari pimpinan Undana, khususnya Wakil Rektor (WR I) Bidang Akademik, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc, maka pelantikan tersebut bisa dilaksanakan. Menurutnya, hingga saat ini FKH Undana telah meluluskan 202 dokter hewan. Selanjutnya, pelantikan dokter hewan baru tidak akan dilakukan oleh FKH. Sebab, berdasarkan Organisasi Tata Kerja (OTK) Undana baru, FKH akan digabungkan dengan Fakultas Kedokteran (FK).

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan proficiat kepada para dokter baru yang dilantiknya. Momentum pengambilan sumpah dan pelantikan tersebut menurutnya sebagai momentum para orangtua meneteskan air mata bahagia. “Saya ingat orangtua saya, dimana pada momen seperti ini mereka meneteskan air mata, ini kesempatan mereka untuk memanen jerih lelah mereka,” ungkapnya. Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Undana atas perhatian dan dukungan, terkait dengan sejumlah sarana dan prasarana di FKH Undana.

Tak lupa, drh. Annyta juga menyampaikan terma kasih kepada dose senior Undana, Prof. Frans Umbu Datta, serta para dosen FKH. Di akhir sambutannya, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para dokter hewan baru dan orangtua wali, jika selama proses perkuliahan terdapat banyak kekurangan. Ia juga memberi dukungan kepada para dokter baru untuk meraih keberhasilan usai meraih gelar profesi dokter hewan. “Selamat memasuki dunia kerja, kami berdoa klian akan menemui keberhasilan, tetapi mungkin juga akan menemui tantangan. Ingat bahwa segala sesuatu ada solusinya. Berjuang, berjuang, dan berjuang untuk menyelesaikan masalah. Kami yakin Tuhan punya rencana indah buat setiap kalian,” ujarnya.

Sementara, Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc dalam sambutannya secara daring langsung dari Besipae, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), mengaku, meski dalam suasana pandemi, namun tidak menjadi sebuah gangguan yang serius untuk melakukan pengambilan sumpah dan pelantikan dokter hewan. Karena itu, pihaknya juga bersyukur dengan adanya pembelajaran daring yang telah dilakukan Undana sejak April 2020 lalu. Bahkan, lanjut WR I Undana, ketika terjadi pandemi, FKH juga melakukan penarikan mahasiswa yang tengah melakukan Koas. Meski demikian, dengan inovasi dan kreatifitas, FHK berhasil meluluskan dokter hewan. Dikatakan, ketika Perguruan Tinggi (PT) meluluskan sarjana, maka sarjana tersebut kerap dinyatakan sebagai ‘sarjana pandemi’.

Menurutnya, seolah PT pesimistis terhadap kualitas pembelajaran selama pandemi. Namun, jika dilihat lebih jauh, mantan Dekan FKH itu menyebut, melalui pandemi banyak inovasi pembelajaran yang dilakukan. “Mahasiwa bisa mengakses sumber dan informasi, bisa diskusi dengan dosen tiap saat secara real time. Bahwa Rektor atau WR I yang mungkin jauh dari jangkauan geografis, namun, ternyata bisa komunikasi. Jadi, kita optimis dalam kondisi pandemi, para dokter hewan kita latih melewati proses pendalaman materi,” bebernya. Kendati demikian, salah satu tantangan ke depan adalah bagaimana dokter hewan meningkatkan kemampuan secara on side. “Saya percaya mereka (dokter hewan) telah melakukan penyesuaian untuk memenuhi kompetensi dokter hewan. Terbukti dari ujian nasional, ternyata anak-anak kita bisa lulus maksimal, bahkan mencapai 100 persen,” tandasnya.

Pada akhir sambutannya, atas nama pimpinan Undana, WR I menyampaikan selamat atas pencapaian yang diraih FKH. Dan, menyampaikan proficiat kepada 27 dokter hewan, sembari berpesan agar para dokter hewan tersebut selalu mengembangkan kapasitas dan kompetensi sepanjang hayat. “Perlu kembangkan kapasitas dan kompetensi, pembelajaran sepanjang hayat. Ada banyak kesempatan pembelajaran online meningkatkan kompetensi diri,” pungkasnya.

27 Dokter Hewan yang disumpah dan dilantik adalah:

drh. Victoriano Kingking Dalman Mbula, SKH,
drh. Yustina Petronela SKH,
drh. Theresia Tineti, SKH,
drh. Tekla Dawari Lanasakti, SKH,
drh. Trigustaf Herman Putra Oematan, SKH,
drh. Ferdniando Baptisa Mere Rua, SKH,
drh. Nelsi Kurniawati Rohi, SKH,
drh. Dionesia Atrisa Mogi, SKH,
drh. Felsiatri Agnesia Jedaut, SKH,
drh. Mario H. Cantona, SKH,
drh. Desmon Timoty Renaldo Hurek, SKH,
drh. Diana Miranty Rihi, SKH,
drh. Poppy Sarina Pellom, SKH,
drh. Venansia Nona Beti, SKH,
drh. Maria Mirsiniani Mooy, SKH,
drh. Mesa Jemly Niex Boru, SKH,
drh. Rizky Yuni Manafe, SKH,
drh. Maria Veronika Dua Eni Parera, SKH
drh. Nadya Daramuli Kale, SKH,
drh. Katarina Sabu Leba, SKH,
drh. Nofriani Reny Widiani Ndun, SKH,
drh. Frits Benyamin Hermanus Francis, SKH,
drh. Maria Taroci Ka’auni, SKH,
drh. Selviani Trivoningsi Dangur, SKH,
drh. Jessica Vicri Elizabeth Maubana, SKH,
drh. Rochy Jimyanto Akal, SKH,
drh. Pedro Christovel Yonathan Nope, SKH,

(rfl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »