(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Universitas Nusa Cendana

Kabar Gembira, mulai hari ini ‘Swab dan Rapid Test’ bagi Masyarakat NTT Gratis

“Baru pertama kali di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sehingga saya sampaikan kabar gembira, mulai hari ini, masyarakat NTT yang akan melakukan perjalanan ke Jakarta atau ke mana pun, apalagi Desember nanti, anak-anak yang akan berangkat sekolah ke luar NTT, tidak lagi dibebani dengan swab atau rapid test dengan anggaran-anggaran yang cukup besar,” ujar Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL).

Pernyataan VBL tersebut disampaikannya saat Launching Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kerja sama Pemerintah Provinsi NTT, Universitas Nusa Cendana, dan Forum Academia NTT) yang dilaksanakan di Klinik Undana Naikoten I Kupang pada Jumat, 16 Oktober 2020.

Ia mengungkapkan, pihaknya telah menandatangani Peraturan Gubernur (Pergub) pada Kamis, 15 Oktober 2020. “Mulai berlaku pada hari ini (Jumat, 16 Oktober 2020), swab dan rapid test berlaku gratis bagi semua masyarakat NTT,” ungkap Gubernur di hadapan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi; Pjs. Bupati Malaka, dr. Meserasi Ataupah; Rektor Undana Kupang, Prof, Ir. Fredrik Benu, M.Si. Ph.D. Direktur RSUD Prof. W. Z. Johannes Kupang, dan undangan lainnya.

Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Undana, tandas VBL, untuk kesehatan masyarakat telah diresmikan dan ini tentunya sangat membantu dalam peningkatan pelayanan kesehatan.

Sementara itu, Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Ir. Fredrik L.Benu, M.Si.,Ph.D memberikan apresiasi yang tinggi terobosan Gubernur dan Pemerintah Provinsi NTT yang ikut membantu adanya laboratorium tersebut. “Saya memberikan apresiasi yang sangat besar pada kepemimpinan bapak Gubernur dan Wakil Gubernur yang berkenan untuk mendorong adanya Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat di Provinsi ini, kerja sama dengan pihak Kampus Undana dan juga atas inisiasi dari adik-adik di Forum Academia NTT,” ungkap Fred Benu.

Sedangkan Forum Academia NTT (FAN) melalui dr. Fima Inabuy menjelaskan, Laboratorium tersebut dinamakan Laboratorium Kesehatan Masyarakat karena tujuan laboratorium ini bukan untuk diagnosa atau mengobati tetapi menjaga masyarakat tetap sehat melalui upaya surveilance yang berbasis biomolekuler.

“Artinya kita menggunakan PCR untuk menentukan strategi-strategi pencegahan penularan penyakit. Dan dalam konteks pandemi Covid-19 agenda dari laboratorium ini adalah melakukan pool test yakni screenning massal, untuk mendeteksi kelompok mana yang orangnya terinfeksi dan kelompok mana yang belum,” ungkapnya.

“Rencana skema kerja sama kami dengan agenda pool test pada kelompok-kelompok pelaku perjalanan dan tenaga-tenaga kesehatan. Namun menanggapi akumulasi sampel di RSUD W.Z. Johannes saat ini yang sudah mencapai lebih dari 3.000 sampel, maka tentu kami membantu dahulu di RSUD W. Z. Johannes. Menghadapi kedaruratan akumulasi sampel ini maka skema pemeriksaan sampel yang kami usulkan adalah kerja sama pembagian tugas antara laboratorium biomolekuler kesehatan masyarakat ini dan dengan laboratorium biomolekuler RSUD W.Z. Johannes,”kata dokter Fima. [ds/rfl]

Comments are closed.