(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Kembangkan Hutan Energi untuk Co-firing PLTU, Undana dan PLN IUW NTT Teken MoU

 

Universitas Nusa Cendana (Undana) dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Induk Umum Wilayah (IUW) Nusa Tenggara Timur (NTT), melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), sekaligus penandatanganan kontrak kerjasama. MoU tersebut berupaya mengembangkan hutan energi untuk pemenuhan kebutuhan bahan baku co-firing Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Teken MoU dilakukan masing-masing oleh Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph. D, General Manager (GM) PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko, Kepala Badan Pengelola Usaha (BPU) Undana, Ir. Edgar Rinaldo Tibuludji, M. Si dan Senior Manager (SM) Unit Pelaksana Pembangkit Timor (UPPT), Aris Kurniawan di Aula Flobamora, Kantor PLN IUW NTT, Rabu (7/8/2021).

MoU tentang pelaksanaan program transformasi green melalui pengembangan hutan energi, untuk pemenuhan kebutuhan bahan baku co-firing PLTU tersebut, disaksikan Wakil Rektor Bidang Kerjasama Undana, Ir. I Wayan Mudita, M. Si., Ph. D, SM Keuangan Komunikasi dan Umum (KKU), Ni Made Sumaryani, SM Pembangkitan,  Paul Kiring Kaloh dan SM Transmisi dan Distribusi (TD), Ardhi Tartahadi.

GM PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko dalam sambutannya mengatakan, transformasi PLN memiliki empat aspirasi yang menjadi arah perubahan PLN, yaitu green, lean, innovative, dan customer focused. Melalui aspirasi green, PLN terus meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan untuk menghasilkan listrik. Aspirasi lean yaitu PLN memastikan pengadaan listrik yang handal dan efisien. Sedangkan dengan innovative, PLN akan memperluas sumber pendapatan baru. Terakhir, customer focused akan menjadikan PLN sebagai pilihan nomor satu pelanggan dalam solusi energi dan mencapai 100 persen elektrifikasi.

 

Rektor Undana, Prof. Fred Benu dan GM PLN UIW NTT, Agus Jatmiko melakukan penandatanganan nota kesepahaman pelaksanaan program transformasi green melalui pengembangan hutan energi, untuk pemenuhan kebutuhan bahan baku co-firing PLTU di Aula Flobamora, Kantor PLN IUW NTT, Rabu (7/8/2021).

 

“Bagi kami ini adalah momen penting bagi PLN untuk bertransformasi. Salah satunya adalah transformasi green. Hal ini kami wujudkan melalui penyediaan bahan bakar biomassa. Di NTT, ada dua, Flores dan di PLTU Bolok,” jelas Jatmiko.

Menurutnya, PLN UIW NTT memiliki aset yang bisa digunakan untuk bahan bakar biomassa, sebagai pengganti batu bara. “Saat ini penggunaan biomassa masih sebagian. Siapa tahu dengan membangun stok manajemen yang bagus seperti ini, penggunaan biomass bisa meningkat dari 5 persen ke 20 persen dan seterusnya,” ungkap GM PLN UIW NTT.

Karena itu, melalui Kerjasama tersebut, pihaknya meminta Undana agar mewujudkan ketersediaan bahan baku biomassa co-firing PLTU. “Saya yakin sekali, rektor beserta akademisi Undana memiliki keahlian untuk mewujudkan hal ini (ketersediaan biomassa),” ungkapnya. Ia berharap, kerjasama tersebut bisa berjalan dalam rentan waktu yang lebih lama.

Sementara Rektor Undana, Prof. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph. D dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada jajaran PLN UIW NTT, terutama kepada GM PLN UIW NTT Jatmiko. Menurutnya, Kerjasama tersebut memunculkan simbiosis mutualisme (hubungan timbal balik). Sebab, Undana dan PLN memiliki kepentingan masing-masing.

Bagi Undana, kata Prof. Fred, sesuai dengan kontrak kinerja antara Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), dirinya wajib memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU). Salah satu yang harus dipenuhi adalah menciptakan produk inovasi dari kegiatan penelitian dan pengabdian. Dengan adanya Kerjasama Undana dan PLN, pihaknya yakin bisa mempertanggungjawabkan kontrak kinerja tersebut ke Mendikbudristek.

Selain itu, sebagai bagian dari program merdeka belajar, kampus merdeka, maka pelaksanaan kerjasama tersebut juga akan melibatkan mahasiswa. Dengan adanya kerjasama tersebut, Rektor Undana akan menyiapkan segala bentuk manajemen guna menyediakan dan mengolah bahan baku biomassa untuk co-firing PLTU.

“Dalam menyediakan dan mengolah bahan baku biomassa, Undana ikut bertanggungjawab menjaga kelestarian lingkungan. Jadi, kita juga kembangkan vegetasinya sekaligus untuk penyelamatan lingkungan,” imbuh Prof. Fred Benu.

Rektor menyebut, Undana akan menyiapkan lahan seluas 300 hektar untuk mengembangkan hutan energi bahan baku biomassa. “Ini aset Pemprov NTT, sehingga kami sudah beritahu secara lisan ke pak Gubernur NTT. Sehingga kerjasama ini tidak saja bermanfaat bagi Undana dan PLN, tetapi bagi seluruh masyarakat NTT,” pungkas Prof. Fred (rfl).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »