(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Klarifikasi Undana terhadap Pengelolaan Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat NTT

“Tidak ada niat Undana untuk merebut, mengambil secara paksa atau mengklaim sepihak kepemilikan laboratorium seperti yang dituduhkan dalam beberapa pernyataan Forum Academia NTT (FAN) di media sosial,” tegas Ketua Satgas Kehumasan dan Informasi Undana, Dr. Jefri Bale.

 

Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi mengeluarkan Press Release tentang Klarifikasi terhadap Pengelolaan Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat NTT. Klarifikasi tersebut, menyusul adanya pemberitaan bahwa Undana “telah merampas dan melakukan penutupan sepihak” operasional laboratorium dimaksud.

Ketua Satgas Kehumasan dan Informasi Undana, Dr. Jefri Bale, M. Eng menegaskan, Undana merupakan pihak yang bertugas melaksanakan pengelolaan Laboratorium Biokesmas Provinsi NTT, sebagaimana pasal 6 ayat 3 huruf g berdasrkan Nota Kesepakatan Nomor 5/EKS/DN/MOU/III/2021 dan Nomor 19/UN15.1/KL/2021 tanggal 16 Maret 2021 antara Gubenur NTT dengan Rektor Undana.

Ia menjelaskan, Undana merupakan pihak yang bertanggungjawab terhadap pemenuhan kualitas pelayanan sesuai standar berdasarkan Nota Kesepakatan antara Gubernur NTT dengan Rektor Undana, sehingga Rektor Undana mengangkat dr. Elisabeth L. S. Setianingrum, Sp.PK (Dokter Ahli Patologi Klinik) sebagai penanggungjawab pada laboratorium tersebut. “Penunjukkan ini sebagai wujud tangungjawab Undana sebagai pihak pengelola laboratorium,” tandas Jefri ketika menyampaikan Press Release terkait Klarifikasi terhadap Pengelolaan Laboratorium Biokesmas Kesehatan NTT di Auditorium Undana, Kamis (26/08/2021) sore.

Dihadapan awak media, Jefri menjelaskan, dalam SK Gubernur NTT Nomor: 250/KEP/HK/2020 tentang Tim Laboratorium Biomedis Berbasis Masyarakat/Komunal Pooled Quantitative Polymerase Chain Reaction (qPCR) di Provinsi NTT juga memuat nama dr. Elisabeth L. S. Setianingrum, Sp.PK dan dr. Su Djie To Rante, M. Biomed, Sp. OT sebagai anggota tim yang berasal dari RS Undana.

Mantan Kaprodi Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik itu juga menyebut, selama beroperasi, Laboratorium Biokesmas Provinsi NTT melaksanakan aktifitasnya tanpa koordinasi dengan Undana dalam hal ini Direktur RSU  Undana yang merupakan pihak yang bertanggungjawab dan bertugas mengelola laboratorium tersebut.

“Argumen yang sering muncul adalah Forum Academia NTT (FAN) bekerja di bawah Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan berdasarkan SK Gubernur NTT. Bagi FAN, Laboratorium Biokesmas NTT bukanlah satu kesatuan dengan RSU Undana, meskipun laboratorium terebut berada di lingkungan RS Undana. Laboratorium tersebut merupakan entitas milik Pemerintah Provinsi NTT yang dititipkan di RS Undana. Kondisi ini kemudian menyebabkan dokter Elisabeth L. S. Setianingrum, Sp.PK mengundurkan diri,” jelas Jefri.

Pada kesempatan itu, ia juga menjelaskan surat tanggal 20 Agustus 2021 dari Dinas Kesehatan Kota Kupang Nomor: Dinkes 441.806/993/VIII/2021 perihal penghentian sementara kegiatan laboratorium tersebut dengan sejumlah alasan, yakni: Pertama, Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi NTT tidak mempunyai penanggungjawab seorang dokter. Kedua, tenaga analis yang bekerja pada Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi NTT tidak mempunyai surat izin praktek. Ketiga, dokumen kesangupan pengelolaan limbah kesehatan.

Terkait Papan Nama Laboratorium

Tentang penggantian papan nama Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi NTT yang diubah menjadi Laboratorium Biomolekuler Undana dilakukan untuk penyesuaian didasarkan atas Keputusan Menteri Kesehatan RI No HK.01.07/MENKES/4642/2021 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pemeriksaan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) (Laboratorium Pemeriksa dengan nomor kode laboratorium C.338. “Tidak ada niat Undana untuk merebut, mengambil secara paksa atau mengklaim sepihak kepemilikan laboratorium seperti yang dituduhkan dalam beberapa pernyataan FAN di media sosial,” tegas Jefri.

Undana Berkomitmen Dukung Laboratorium Biomolekuler

Jefri juga menegaskan, Undana tetap berkomitmen untuk mendukung pelayanan masyarakat yang dilakukan Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi NTT dan/atau Laboratorium Biomolekuler Undana sebaga Laboratorium Pemeriksaan Corona Viris Disease 2019 (Covid-19) sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Lebih lanjut, jelas Jefri, Undana sebagai suatu institusu merasa dirugikan nama baiknya, terkait adanya pemberitaan bahwa Undana “telah merampas” laboratorium dimaksud dan ‘Undana melakukan penutupan secara sepihak’. “Oleh karena itu, Undana akan mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum terkait pencemaran nama baik dan pembohongan publik yang diberitakan oleh orang/lembaga di berbagai media, yang merugikan Undana sebagai Institusi Pendidikan ataupun Rektor sebagai pimpinan tertinggi dan penanggungjawab penyelenggaraan institusi,” tandasnya.

Dengan diterbitkan siaran pers ini, Undana menyatakan bahwa pengelolaan Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi NTT yang selama ini berkembang telah diklarifikasi. “Berita dan informasi selain siaran pers ini, bukan merupakan tanggungjawab Undana,” imbuh Jefri memungkasi.

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK) Undana, Dra. Karolina K. Sangkala, M. Si, Dr. Simplexius Asa, M.H, Direktur RSU Undana, dr. Su Djie To Rante, M. Biomed, Sp. OT dan dr. Elisabeth L. S. Setianingrum, Sp.PK.

Simak Press Release lengkap yang ditandatangani Kepala BAUK Undana, Dra. Karolina K. Sangkala, M. Si dan Ketua Satgas Kehumasan dan Informasi Undana, Dr. Jefri Bale, M. Eng. (rfl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »