(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Klinik Hewan FKH Undana Diresmikan

Saat ini Universitas Nusa Cendana (Undana) memiliki gedung baru Klinik Hewan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) yang terbilang cukup megah di lokasi rumah mantan Rektor Undana, Prof.Dr. Mozes R. Toelihera,M.Sc, Jalan Soeharto Naikoten I Kupang, yang telah diresmikan oleh Rektor Undana, Prof.Ir. Fredrik L. Benu, M.Si.,Ph.D.

Wakil Rektor Bidang Akademik yang juga Plt. Dekan FKH Undana, Dr.drh. Maxs U.E. Sanam, M.Sc dalam sambutannya mengatakan kehadiran Klinik Hewan Undana FKH Undana tersebut merupakan salah satu komponen penting di dalam proses pembelajaran untuk menghasilkan dokter hewan termasuk dokter hewan di Undana.

Menurutnya, dibidang pelayanan jasa medik pateriner, ada peraturan Menteri Pertanian terbaru nomor 3 Tahun 2019, terdapat beberapa bentuk unitnya yaitu praktek dokter hewan mandiri,  praktek dokter hewan keliling, dokter hewan yang menerima panggilan, lalu klinik hewan yang bersifat stasioner, ada juga pusat kesehatan hewan, rumah potong hewan dan yang tertinggi adalah rumah sakit hewan.

“Kalau sebelumnya, Peraturan Menteri Pertanian Nomor 2 Tahun 2010, itu menggunakan terminilogi rumah sakit hewan pendidikan ataupun kilinik hewan pendidikan, tetapi dalam peraturan terbaru itu, tidak ada lagi demikian, atau rumah sakit hewan khusus, yang ada semua digabungkan untuk rumah sakit hewan. Jadi  kalau Undana menggunakan gedung baru ini untuk pendidikan, maka secara fungsional menyebutnya sebagai rumah sakit hewan,” jelas Maxs Sanam.

Secara infrastrur sarana dan prasaran, gedung baru yang Undana miliki saat ini sebenarnya sudah memenuhi stnadra menjadi rumah sakit hewan, berdasarkan peraturan Menteri Pertanian terbaru Nomor 3 tahun 2019. Untuk afgrade dari klinik hewan menjadi rumah sakit hewan dibutuhkan beberapa perangkat ruangan dan fasilitas. Jadi perangkatnya harus punya UGD, lalu ruang isolasi, agar hewan tidak boleh dicampur dengan hewan lain yang sakit. Klinik Hewan Undana yang baru ini memiliki  total 15 ruangan yang telah memenhi syarat sebagai rumah sakit hewan.

Ia menambahkan, klinik hewan dan rumah sakit hewan ini  menjadi persyratan wajib bagi Program Pendidikan Dokter Hewan, sehingga menjadi persyaratan wajib. Oleh karena itu Undana tidak mengalami kendala lagi untuk melakukan koasasistensi, khususnya koasasistensi klinik bedah dan lain-lain untuk mendukung program profesi sebagai dokter hewan.

Pada kesempatan itu, pihaknya berterima kasih kepada Rektor Undana yang telah memberikan dukungan dan komitmennya secara penuh sehingga, karena semula FKH Undana berpikir bahwa gedung Klinik Hewan yang dibangun jadi minimalis tentang klinik, tetapi ternyata menjadi sebuah rumah sakit hewan, sehingga menjadi satu kebanggaan, khususnya di FKH.

Rektor Undana, Prof.Fred Benu dalam sambutan pengresmiannya mengatakan, Undana telah memiliki Klinik Hewan yang cukup megah, dan sebentar lagi akan diproses menjadi rumah sakit hewan. Karena itu, pihaknya meminta kepada semua pihak, selain mengurus manusia, dan tidak mengurus hewan itu adalah perbuatan dosa.

Ia menambahkan,  Undana sudah memiliki klinik yang sebentar lagi akan diproses menjadi rumah sakit hewan. Karena itu kita bersyukur dengan diresmikan gedung ini, berarti salah satu pelayanan dibidang pertanian secara umum, khususnya hewan bisa kita maksimalkan baik sebagai incam generiting unit maupun pelayanan kita kepada publik.

Para dokter hewan katanya, kebanyakan menggunakan fasilitas klinik atau rumah sakit melakukan praktek pribadi diluar, sehingga ia meminta kepada pejabat terkait untuk perlu mengatur jadwal secara baik  supaya jangan orang   datang konsultasi hewan disini, tapi dokter hewan itu melakukan praktek di klinik pribadi,  ini bagian dari perbuatan dosa bagi Undana. Karena itu ia meminta kepada semua dokter hewan dan dokter umum  untuk mengatur klinik tersebut secara bersama-sama.

Kepada kepala klinik hewan, Rektor mengharapkan agar semua aktivitas klinik hewann ini dipublikasikan kepada publik bahwa Undana klinik hewan ini memiliki fasilitas yang cukup memadai, karena ini merupakan bagian dari kompetensi kita dibidang lahan kering kepulauan. Ini tanggungjawab kita juga, bukan saja mengurus tanaman, tapi semua, khususnya hewan, kita punya fasilitas yang lebih bagus yang bisa berkontribusikan untuk kepentingan BLU. Ini juga bisa menjadi pencerahan pada publik bahwa hewan ini juga perlu perhatian manusia, dan bertobat sudah kalau misalnya ada anjing yang sakit terus kita berpikir dijadikan RW.  hati-hati, karena itu merupakan bagian dari perbuatan dosa. Kalau ada yang seperti itu, mulai sekrang bertobat sudah,” kata Benu, disambut tertawa para undangan yang hadir.

Diakhir sambutannya, ia menyampaikan terima kasih kepada  semua pihak yang terlibat dalam pembangunan  klinik hewan yang tidak lama lagi akan berubah status menjadi rumah sakit hewan di NTT. [ds]

Comments are closed.
Translate »