(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Kunjungi Undana, Wamenkeu Launching Buku dan Beri Kuliah Umum

 

Universitas Nusa Cendana (Undana) mendapat kunjungan dari Wakil Mentri Keuangan (Wamenkeu) Repubik Indonesia, Prof. Suahasil Nazara, SE., M.Sc., Ph.D. Selain memberi kuliah umum, Wamenkeu terlebih dahulu melakukan soft launching buku “Keeping Indonesia Safe From the Covid-19 Pandemic” yang berlangsung di Aula Rektorat Undana, Kamis (22/9/2022).



Buku tersebut menceritakan apa saja yang sudah dilakukan pemerintah Indonesia, termasuk pemerintah daerah selama 2,5 tahun terakhir menangani pandemic Covid-19. Pada grand opening Oktober mendatang,  file portable dokument format (PDF) buku tersebut sudah bisa diunduh pada laman Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

 

Acara tersebut dihadiri oleh sejumla pejabat Kemenkeu termasuk 3 (tiga) orang penulis buku “Keeping Indonesia Safe From the Covid-19 Pandemic”, yakni Prof. Candra Fajri Ananda, SE., MSC., Ph.D,  I Kadek Dian Sutrisna, SE., M. Sc., Ph. D dan Raden Muhamad Purnagunawan, SE., MT.,Ph. D.

Hadir pula sejumlah pimpinan Undana, diantaranya  Direktur Program Pascasarjana, Prof. Drs. Felix Tans, M.Ed., Ph. D, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Apriana H. J. Fanggidae, SE., M.Si, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Dr. Malkisedek Taneo, M.Si serta sejumlah dosen dan mahasiswa. 

 

Wamenkeu Prof. Prof. Suahasil Nazara (baju putih dari kiri), dan jajarannya beserta para dosen dan mahasiswa Undana sedang menyimak sambutan yang disampaikan WR II Undana, Ir. Jalaludin, M.Si pada pembukaan soft launching buku “Keeping Indonesia Safe From the Covid-19 Pandemic”.

 

Wamenkeu, Prof. Suahasil Nazara dalam sambutannya menyampaikan kesannya terhadap kampus Undana Kupang dengan lingkungan yang rapi dan bersih. Dirinya mengapresiasi Undana telah menjaga lingkungan universitas. Karena menurutnya menjaga universitas sama dengan menjaga keuangan negara.

Ia menyampaikan fitur menarik dari APBN yakni 20%  belanja pendidikan. “Apapun total belanja APBN, 20% harus digunakan untuk anggaran pendidikan,” sambungnya.

Ia juga menjelaskan bagaimana negara menghadapi pandemic selama 2,5 tahun, belajar dari pengalaman dan mendapatkan solusi. Salah satunya, yakni melalui buku “Keeping Indonesia Safe From the Covid-19 Pandemic”.

Prof. Suahasil menginginkan, melalui kegiatan tersebut, civitas akademika Undana bahkan pemerintah dan masyarakat, mendapatkan feadback untuk bersama-sama mencari solusi penanganan, jika suatu ketika ada masalah seperti wabah covid 19.

 

Dengan kehadiran 3 penulis buku tersebut, Kemenkeu berharap, terdapat diskusi aktif, tidak hanya satu arah dalam konteks yang disampaikan penulis, tapi juga bisa mendapatkan feedback mengenai apa saja yang harus diperbaiki ketika harus menangani masalah yang sama atau serupa.

Menurutnya, kesempatan tersebut merupakan sebuah dilektika atau diskurus yang sejatinya tidak pernah berhenti. “Tujuan kami menuliskan buku ini dan keliling untuk menyampaikan adalah untuk menciptakan diskursus tersebut,” sebut Wamenkeu.

 

Wamenkeu Prof. Suahasil (kanan) dan WR II Undana, dan Ir. Jalaludin, M.Si (tengah) ketika mengikuti upacara pembukaan soft launching buku “Keeping Indonesia Safe From the Covid-19 Pandemic”.

 

Sampaikan Kepada Dunia

Prof. Suahasil mengaku, buku tersebut dituliskan dalam Bahasa Inggris, sebab target peluncuran buku bersamaan dengan pertemuan tahunan World Bank dan IMF pada bulan Oktober mendatang.

“Jadi, kita buat dalam Bahasa Inggris dulu, karena kita ingin menyampaikan kepada dunia, cerita mengenai Indonesia ketika menangani pandemi. Moga-moga ini meningkatkan peran Indonesia di dunia internasional, menjadi cerita yang baik,” tandas Wamenkeu.

 

 Bedah Buku

Prof. Suahasil juga menyambut baik, jika Undana atau fakultas tertentu bisa melakukan bedah buku “Keeping Indonesia Safe From the Covid-19 Pandemic”. “Perlu nanti suatu hari Universitas Nusa Cendana atau fakultas ada yang berkenan melakukan bedah buku ini, kita akan sambut dengan tangan terbuka. Dengan begitu, buku tersebut akan dijadikan bahan pelajaran agar bisa ditarik manfaatnya,” harapnya.

Pada akhir sambutannya, Wamenkeu menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Undana yang bersedia menjadi tuan rumah dari launching buku tersebut. Prof. Suahasil juga berharap agar Undana dan Kementerian Keuangan dapat terus terjalin ke depannya.

 

Wakil Rektor (WR) II Bidang Umum dan Keuangan, Ir. Jalaludin, M.Si dalam sambutannya menyampaikan kebanggan yang luar biasa karena Wamenkeu Prof. Suahasil bisa menyempatkan diri untuk hadir di Undana.

“Sebagai Wakil Rektor II yang juga mewakili Rektor dalam sambutan ini, saya menyampaikan permohonan maaf dari Pak Rektor yang tidak sempat hadir karena saat ini sedang melakukan pertemuan bersama komisi 10 DPR RI, ” jelasnya.

 

WR II Undana menjelaskan kondisi Undana, diantaranya Undana sebagai Perguruan Tinggi Badan Layanan Umum (PTN BLU, memiliki 9 (Sembilan) fakultas dengan 48 (empat puluh delapan) Program Studi (Prodii), sementara Program Pascasarjana (PPs), memiliki 18 (delapan belas) Prodi S2 dan 2 (dua) Prodi S3 dengan mahasiswa yang berjumlah kurang lebih 30.000 orang. “Dengan mahasiswa sebanyak itu kami siap menjadi PTN BH,” tandas WR II Undana optimistis.

 

Undana Terdampak Pandemic

Ia menjelaskan, akibat pandemi yang terjadi, perguruan tinggi juga terdampak pandemic, termasuk Undana.

“Karena pendemi yang melanda, banyak kebijakan dari Kemendikbud, kemudian menjadi kebijakan rektor yang menjadi turunan dan harus dilaksanakan di lapangan. Dari pandemi tersebut Undana mengalami penurunan pendapatan yang drastis, dan sebagai PTN BLU Undana menerapkan kebijakan nasional berupa keringanan UKT (uang kuiah tunggal),” urai Dosen pada Prodi Peternakan,  Fakultas Peternakan, Perikanan dan Kelautan  itu.

 

Karena itu, ia berharap kepada Wamenkeu bahwa seharusnya dengan kondisi pandemi tersebut pemerintah tidak seharusnya mengurangi Bantuan Operasional PTN (BOPTN), namun justru harus meniambah BOPTN agar perguruan tinggi tidak kesulitan.

“Kami sudah beberapa tahun meningkatkan sarana prasarana dengan mengandalkan Pendapatan Negera Bukan Pajak (PNBP) yang kami miliki. Besar harapan yang bisa disampaikan dari Undana dan civitas akademika (kepada Wamenkeu) tentunya adalah campur tangan negara dengan bantuan seperti itu, ” WR II Undana mengakhiri sambutannya. (*/Christina Pare/rfl).

 

Tim Humas, Biro Perencanaan, Kerja Sama dan Humas,

Contact Person (CP): 0813 4331 7070

Kunjungi Media Sosial Undana

YouTube: Official Universitas Nusa Cendana: https://www.youtube.com/channel/UCtB1iZTSBH9etwVDCeeD2yw

Facebook: Universitas Nusa Cendana: https://web.facebook.com/nusacendana1962

Instagram: universitas.nusa.cendana https://www.instagram.com/universitas.nusa.cendana/

 

Comments are closed.
Translate »