(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Universitas Nusa Cendana

Launching Program Permata-Sakti 2020

  • Kerjasama Undana, UPN Veteran Jakarta-UPR

Guna mendukung Merdeka Belajar-Kampus Merdeka yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, Universitas Nusa Cendana (Undana), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta dan Universitas Palang Karaya resmi melakukan launching Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara – Sistem Alih Kredit dengan Teknologi Informasi (Permata-Sakti) 2020

Launching program yang dilaksanakan secara virtual tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Undana Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., PhD, Rektor UPN Veteran Jakarta, Dr. Erna Hernawati, Ak,CPMA,CA dan Rektor UPR beserta jajarannya masing-masing, serta diikuti oleh 84 mahasiswa peserta Permata-Sakti, yakni 53 mahasiswa Undana, 31 mahasiswa UPM Veteran Jakarta dan 10 mahasiswa UPR.

Rektor Undana, Prof. Fred dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Rektor UPN Veteran Jakarta Dr. Erna yang telah berniat melakukan kolaborasi Program Permata-Sakti dengan Undana maupun UPR. Prof. Fred menyebut, sebenarnya program serupa pernah dilakukan pada tahun 2014, namun hanya diikuti empat universitas, kemudian berkembang hingga tahun 2019.

Ia mengaku, walaupun program itu dilaunching di saat pandemic, namun Undana mendapat kesempatan yang baik untuk melakukan kolaborasi, sehingga para mahasiswa bisa masuk pada ruang yang sama untuk menuntut ilmu di mana saja. Hal tersebut, kata dia, telah mendukung upaya Mendikbud Mas Nadiem soal Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Ia berharap, dengan melaunching program itu, kinerja pelayanan akademik ke tiga kampus tersebut akan semakin baik. Pasalnya, lanjut rektor dua periode itu, saat ini para rektor memiliki kontrak kinerja dengan Kemendikbud dan Kemenkeu.

Kinerja dengan Kemendikbud, jelas dia, soal melaksanakan Merdeka Belajar-Kampus merdeka, termasuk pembelajaran e-learning. “Walaupun pandemi menempatkan kita dalam kondisi sulit, tetapi ini menurut saya semacam blessing in disguise, di mana masing-masing kita dapat meningkatkan Iptek, sehingga bisa mencapai kontrak kinerja yang sudah kita komit dengan Mendikbud maupun Menkeu,” ujarnya ketika membuka Launching Program Permata-Sakti Kerjasama Undana, UPN Veteran Jakarta dan UPR di Ruang Teater Rektorat Undana, Senin (28/9/2020).

Ia mengaku, sejak pandemic ini, Undana telah melaksanakan pelayanan akademik secara virtual, sehingga Undana punya kapasitas untuk menjalankan program pelayanan akademik secara online yang dilaksanakan tiga universitas saat ini. Ia meminta, mahasiswa peserta program Permata-Sakti dapat menggunakan kesempatan tersebut secara baik guna membangun jaringan, wawasan kebangsaan dan cinta tanah air demi tegaknya NKRI.

“Saya selalu sampaikan kepada mahassiwa, kita sebagai anak bangsa memiliki tanggungjawab terhadap legasi pembangunan NKRI. Di sinilah kesempatan kita untuk membangun kerjasama antar mahasiswa dari berbagai daerah khususnya 3 universitas ini. Saya percaya bukan soal bagaimana tingkatkan iptek yang dapat diambil dari universitas lain, tetapi ada nilai lebih lainnya, dan ini kontribusi positif  bagi pembangunan bangsa dan negara, pembangunan generasi muda penerus cita-cita pembangunan NKRI,” paparnya. Pada kesempatan itu, ia juga menyerahkan sebanyak 53 mahasiswa Undana secara virtual kepada dua iniversitas itu.

Rektor UPN Veteran Jakarta Dr. Erna Hernawati, Ak, CPPMA, CA dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada 84 peserta yang berkesempatan mengikuti program Permata-Sakti untuk pertama kalinya. Dijelaskan, program ini sangat terintegarasi dengan Medeka Belajar-Kampus Merdeka, karena berupaya mendorong mahasiswa untuk memperkuat semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan mengasah kemandirian mahasiswa serta seningkatkan semangat solidaritas. Karena itu, ia mendorong dua universitas lainnya agar terlibat aktif.

Ia mengaku, tantangan untuk mengikuti kegiatan ini sangat besar, tetapi komitmen tiga universitas sangat kuat, sehingga program tersebut dapat dilaksanakan. Pihaknya berharap, mahasiswa bisa antusias dan semangat mengikuti program tersebut, karena memiliki peluang belajar yang baik, meningkatkan wawasan, serta momen berbagi pengalaman antar budaya. “Jadi tidak saja mengikuti kuliah, tetapi mempererat silahturahmi antar mahasiswa, kemampuan keilmuan juga penting, tetapi kolaborasi juga penting,”

Sementara Rektor UPK, Dr. Andrie Elia, SE., M.Si dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Rektor UPM Veteran Jakarta, Dr. Erna dan Rektor Undana, Prof. Fred yang telah bersedia menyerahkan mahasiswa dan menerima mahasiswa dari UPN. “Kami juga menerima dan menyambut seluruh mahasiswa baik dari mahasiswa Undana, maupun UPN Veteran Jakarta. Pesan saya, bahwa program ini memberikan kesempatan kepada kita semua, termasuk mahasiswa mendapat pengalaman belajar di perguruan tinggi lain, dengan mengikuti kuliah di dalam maupun di luar prodi, sebagai bagian merdeka belajar,” ujarnya. Ia juga menambahkan, program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa maupun dosen untuk bertukar iptek, serta menambah kompetensi, meningkatkan wawasan kebangsaan, toleransi, integrasi dan  cintah tanah air.

“Prinsipnya adalah pembelajaran antar budaya, agar kita menjadi satu kesatuan dalam bingkau NKRI. Selain itu, mahasiswa juga bisa mengembangkan softskil berdasarkan pancasila agar bisa bergaul secara kompetitif demi martabat bangsa melalui pembelajaran terpadu,” paparnya.

Untuk diketahui, tujuan adanya program Permata Sakti, yaitu: Pertama, meningkatkan wawasan kebangsaan, integritas, solidaritas, dan wadah perekat kebangsaan antar mahasiswa se-Indonesia, melalui pembelajaran antar budaya. Kedua, mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan softskill mahasiswa dengan memiliki karakter Pancasila, agar siap bergaul secara kooperatif dan kompetitif baik ditingkat nasional maupun dengan bangsa-bangsa lain di dunia demi martabat bangsa melalui pembelajaran terpadu.

Ketiga, memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar di perguruan tinggi lain melalui transfer/alih kredit dan perolehan kredit, dengan mengikuti kuliah, baik matakuliah didalam, maupun diluar program studinya sebagai bagian dari program merdeka belajar. Keempat, meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui penguatan keunggulan komparatif (academic exellent) masing-masing perguruan tinggi.

Kelima, menerapkan sistem pendidikan jarak jauh (PJJ) kepada mahasiswa diseluruh tanah air untuk meningkatkan akses dan mutu pembelajaran berbasis teknologi informasi. Keenam, mendukung Program Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar, dalam rangka memperkuat dan menambah kompetensi lulusan perguruan tinggi. [rfl/ds]

Comments are closed.