(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Mahasiswa Baru Undana Resmi Diterima dan Ikut PKKMB, Rektor: Junjung Tinggi Nilai Universal

“Anak-anakku mahasiswa Undana, tidak boleh hanya menguasai iptek tanpa mengusai nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal. Nilai-nilai seperti honesty, respect, excellence, compassion, services,  hospitality, integrity, diversity dan learning for life. Nilai-nilai tersebut mesti ada dalam dirimu,” tandas Rektor Undana, Prof. Fred.

Mahasiswa baru (maba) Universitas Nusa Cendana (Undana) tahun ajaran 2021/2022 resmi diterima. Penerimaan 6000-an maba Undana itu ditandai dengan penyematan jaket almamater kepada dua perwakilan mahasiswa masing-masing oleh Rektor, Prof. Ir. Fredrik L. Benu., M. Si., Ph. D dan Wakil Rektor (WR III) Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Siprianus Suban Garak, M. Si. Maba juga sekaligus mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), yang digelar secara online (daring) dan juga onsite (luring) dengan jumlah terbatas di aula Rektorat Undana lantai tiga, Kamis 12/8/2021).

Hadir secara luring, sejumlah pimpinan Undana, antara lain, WR I Bidang Akademik, Administrasi Kemahasiswaan, Perencanaan dan Sistem Informasi, Dr. drh. Maxs U.E. Sanam, M.Sc, WR II Bidang Administrasi Umum, Keuangan, Kepegawaian dan Aset Ir. Jalaludin, M. Si, WR IV Bidang Kerjasama Ir I Wayan Mudita, M.Si., Ph. D, Kepala Biro Administrasi, Akademik, Perencanaan dan Sistem Informasi (BAAKPSI), Drs. Jimmy Benu, M. Si dan Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK), Dra. Karolina Koriwati Sangkala, M. Si.

Rektor Undana, Prof. Fred ketika membuka PKKMB meminta mahasiswa agar mengenal seluruh pimpinan di dalam kampus. Pasalnya, menurut rektor, pimpinan sebagai orangtua di dalam kampus. Ia menambahkan, banyak kasus di mana banyak mahasiswa tidak mengenal pimpinan di lingkungan Undana. Hal itu menurutnya, dideterminasi oleh pergeseran nilai dan karakter mahasiswa. “Yang semester baru, karena mereka belum masuk kampus, tapi ada yang sudah KKN dan magang, tapi tidak tau nama rektor, WR dan dekan. Wah, ini keterlaluan. Ini sudah ada pergeseran nilai dan karakter,” ungkap Rektor yang saat itu dimoderatori oleh WR I Dr. Maxs.

 

Rektor Undana, Prof. Fred Benu ketika membuka secara resmi penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2021 dan PKKMB Undana, didampingi WR I Dr. drh. Maxs U.E. Sanam, M.Sc, WR II Ir. Jalaludin, M. Si, WR IV  Ir. I Wayan Mudita, M.Si., Ph. D, Kepala BAAKPSI, Drs. Jimmy Benu, M. Si dan Kepala BAUK, Dra. Karolina Koriwati Sangkala, M. Si di aula lantai tiga Rektorat Undana, Kamis (12/8/2021).

 

Rektor menegaskan, mahasiswa baru datang ke kampus, tidak saja dididik untuk menguasai iptek. Pasalnya, Undana bertanggungjawab mendidik mahasiswa baru agar memiliki kecerdasan sosial, spiritual, intelektual dan emosional. Karena itu, dalam paparan materi tentang Pendidikan dan Pembangunan Karakter, Rektor Undana, Prof. Fred meminta mahasiswa baru agar menjunjung tinggi nilai-nilai universal.

“Anak-anakku mahasiswa Undana, tidak boleh hanya menguasai iptek, tanpa mengusai nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal. Nilai itu seperti honesty (kejujuran), respect (menghargai), excellence (berupaya agar selalu unggul), compassion (selalu berupaya menolong dan memecahkan masalah orang lain), services (berupaya untuk terus melayani sesama), hospitality (berupaya menciptakan suasana yang nyaman bagi orang lain), integrity (berupaya memiliki integritas), diversity (berupaya menghargai keragaman) dan learning for life (belajar selama masih hidup). Nilai-nilai tersebut mesti ada dalam dirimu, tidak saja kuasai iptek,” tandas Rektor Undana, Prof. Fred.

Bahkan, Albert Einstain, lanjut Prof. Fred, pernah menyebut, jika mahasiswa hanya dididik tentang iptek, maka mereka tak ubahnya akan seperti robot, bahkan tidak bedanya dengan anjing yang terlatih secara baik (a well-trained dog). “Kampus tidak boleh menciptakan sumberdaya manusia yang hanya seperti a well-trained dog. Sebab, kita ini makhluk sosial. Undana bertanggungjawab melatih kalian supaya bisa hidup sebagai orang-orang yang didik untuk hidup secara harmoni,” ujarnya.

Rektor mengingatkan, saat ini hal yang paling mengganggu dalam dunia iptek adalah rekayasa artificial intelligence. Dan, dua revolusi yang saat ini sangat mendeterminasi kehidupan manusia, serta mendikte kehidupan manusia saat ini adalah bioteknologi dan infoteknologi. Atas hal itu, ia juga mengajak mahasiswa agar membaca buku dari penulis nomor satu dunia, Noah Harari, yakni buku berjudul Homo Deus (Masa depan Umat Manusia), Sapiens (Riwayat Singkat Umat Manusia) dan 21 Lessons (21 Adab untuk Abad 21).

 

Mahasiswa baru Undana TA 2021 serius mengikuti PKKMB yang dibuka Rektor Undana, Prof. Fred Benu di aula lantai tiga, Rektorat Undana, Kamis (12/8/2021).

 

Saling Menghargai

Prof. Fred mengajak, mahasiswa agar saling menghargai dan menerima sebagai sesama manusia dan sesama anak bangsa. “Sadarlah kita hidup sebagai satu komunitas sosial di kampus ini. Ada 30 ribu orang di kampus ini bergaul secara baik. Ada berbagai latar belakang agama, suku, daerah dan budaya, semua ada di kampus selus 100 hektar ini,” tandas Prof. Fred. “Jangan anggap dirimu paling pintar, paling hebat, paling benar. Kalau kamu behat, bantu orang yang tidak hebat. Kalau kamu pintar, bantu orang yang tidak pintar. Sebab, itu adalah bagian dari makhluk sosial, warga negara Indonesia, bukan warga negara global, yang bergaul dan tahu sendiri melalui hasil browsing di internet,” tegas Rektor Undana menutup paparannya.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc yang dimoderatori Wakil Dekan Kemahasiwaan FISIP Markus Tae, S. Sos., M. Si, ketika menyampaikan materi Pendidikan Tinggi dan Kampus Merdeka-Merdeka Belajar, meminta mahasiswa agar mencerminkan karakter dan kapasitas diri sebagaimana seharusnya, baik melalui pikiran, tindakan dan perilaku.

Ia menyatakan, perkembangan iptek yang sangat pesat saat ini, telah ikut membawa perubahan yang sangat pesat dalam berbagai aspek kehidupan. “Pekerjaan dan cara kita bekerja berubah, banyak lapangan pekerjaan hilang, sementara berbagai jenis pekerjaan baru bermunculan. Perubahan ekonomi, sosial, dan budaya juga terjadi dengan laju yang tinggi,” ujarnya.

Siapkan Generasi Unggul

Dalam masa yang sangat dinamis ini, papar Dr. Maxs, perguruan tinggi merespons secara cepat dan tepat. Melalui transformasi pembelajaran, Undana berupaya membekali dan menyiapkan lulusan agar menjadi generasi yang unggul, tanggap dan siap menghadapi tantangan zaman, tanpa tercerabut dari akar budaya bangsa. Melalui program merdeka belajar, bakal calon Rektor Undana periode 2021-2025 itu menyebut, Perguruan Tinggi (PT) wajib memfasilitasi pelaksanaan pemenuhan masa dan beban belajar dalam proses Pembelajaran.

Ia menyebut, upaya PT untuk pemenuhan masa dan beban belajar dalam proses pembelajaran dengan cara sebagai berikut: Pertama, paling sedikit 4 (empat) semester dan paling lama 11 (sebelas) semester merupakan Pembelajaran di dalam Program Studi. Kedua, 1 (satu) semester atau setara dengan 20 (dua puluh) SKS merupakan pembelajaran di luar Program Studi (Prodi) pada PT yang sama. Dan, ketiga, paling lama 2 (dua) semester atau setara dengan 40 (empat puluh) SKS merupakan pembelajaran pada Prodi yang sama di PT yang berbeda, pembelajaran pada Prodi yang berbeda di PT yang berbeda atau pembelajaran di luar PT.

Sementara, WR II Bidang Administrasi Umum, Keuangan, Kepegawaian dan Aset Ir. Jalaludin, M. Si dalam meterinya tentang Struktur Organisasi Undana, Fasilitas Kampus dan Biaya Kuliah berharap agar Organisasi Tata Kerja (OTK) Undana yang diajukan Undana bisa disetujui oleh pemerintah pusat dalam waktu dekat ini, agar struktur organisasi bisa mengalami sedikit perubahan dari yang ada saat ini. “Saat ini kita punya 11 (sebelas) fakultas, tetapi jika OTK disetujui, maka Undana hanya akan memiliki 9 (sembilan) fakultas, karena Fakultas Kelautan dan Perikanan dan Peternakan nanti akan akan merger ke Fakultas Peternakan dan Fakultas Kedokteran Hewan merger ke Fakultas Kedokteran,” paparnya.

Karena itu, ia mengajak agar mahasiswa tidak perlu mempersoalkan kondisi tersebut. Sebab, hal itu sudah menjadi tanggungjawab pemangku kepentingan dan pegelola PT. “Apapun ijazahnya nanti, itu akan tetap sah, apalagi sistem pengurusan ijazah sekarang tidak semudah dengan waktu-waktu yang lalu, karena saat ini semua aktifitas mahasiswa berbasis online, misalnya dapat dilakukan melalui akun siakad pada website Undana,” paparnya.

Fasilitas dan UKT Undana

Beberapa fasilitas umum yang ada di Undana, sebut WR II, yakni Gedung Rektorat, yang menjadi tempat bekerja Rektor Undana, para WR dan juga dua Kepala Biro, serta bagian-bagian lain. “Di sebelah gedung rektorat, saat ini gedung pusat komputer sedang dalam proses pengerjaan. Ada juga gedung student center, yang menjadi pusat aktivitas mahasiswa, baik itu paduan suara, BEM-BLM, gym dan lainnya,” paparnya.

Selain itu, terdapat auditorium, laboratorium baik bahasa maupun bioscience Undana.

Terkait biaya kuliah, WR II menyebut, Undana terdapat uang kuliah tunggal (UKT), sesuai dengan dasar-dasar hitungan. “Sebelum menentukan UKT, anda diminta mengisi data, pendapatan orangtua, biaya telepon, listrik, kesehatan dan lain sebagainya. Dasar dari itu akan ditentukan UKT,” sebutnya.

Namun, dalam dua tahun belakangan ini, ungkap mantan WD II Fapet, dasar penentuan UKT yang selama ini berdasarkan portofolio, tetapi ada kekeliruan dari mahasiswa maupun pihak yang menentukan UKT. “Kalau level 1 (satu) itu paling rendah dan paling tinggi itu level 7 (tujuh) paling mahal. Walaupun sama-sama di FISIP, tetapi biaya UKT Prodi Komunikasi beda dengan Bisnis,” ungkapnya.

Untuk mengetahui biaya kuliah, baik uang pangkal maupun UKT, dapat dilihat di alamat website ini https://undana.ac.id/admissions/biaya-studi/.

Untuk diketahui, materi selanjutnya dibawakan oleh Ketua Satgas Covid-19 Undana, Dr. Apris Adu, M.Kes dengan materi Prokes Covid-19 dan Ketua LP3M Undana dengan materi e-learning Undana yang yang diwakili oleh Dr. Jefri Bale, M. Eng (rfl).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »