(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Universitas Nusa Cendana

Mahasiswa KKN Undana Dimita Miliki Kecerdasan Sosial-Emosional

Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nusa Cendana (Undana) semester ganjil tahun 2019/2020 yang akan mengikuti KKN di 15 lokasi di seluruh NTT diminta agar memiliki kecerdasan sosial, spiritual, intelektual dan emosional. Empat kecerdasan itu harus dimiliki mahasiswa jika ingin berhasil dalam studi maupun ketika berada di tengah masyarakat. Pernyataan itu disampaikan Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si.,Ph.D ketika membuka pembekalan KKN di Ruang Aula Undana, Senin (3/1/2020).

Guru Besar Ekonomi Pertanian itu menilai, dari segi karakter, banyak mahasiswa Undana yang belum memiliki kecerdasan sosial maupun emosional. Sebab, banyak mahasiswa hanya mengutamakan kecerdasan intelektual semata. Padahal, dengan memiliki kecerdasan sosial, mahasiswa bisa berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang secara baik. Minimal bisa mengenal orang lain di sekitar mahasiswa berada.

Rektor Undana dua periode itu berang dengan karakter beberapa mahasiswa Undana yang tidak mengenal Dekan pada fakultas dimana mahasiswa studi. “Ya kalau tidak kenal Rektor Undana tidak apa-apa, barangkali itu terlalu jauh di rektorat, kalau Dekan sendiri saja tidak tahu, ini bagaimana,” ujarnya kesal.

Pada kesempatan itu, Rektor juga menyampaikan bahwa Undana memiliki beberapa aturan yang berkaitan dengan karakter, diantaranya mahasiswa tidak diperkenankan menggunakan helm racing, tidak boleh bonceng tiga dan menggunakan helm saat berada di area kampus. Alumni berprestasi Curtin University Australia itu mengaku, kerap menegur mahasiswa yang tidak menggunakan helm. Namun, soal membuang sampah sembarangan, dirinya belum mendapat mahasiswa membuang sampah secara langsung. Pasalnya, kata Prof. Fred Benu, ia bahkan pernah memungut sampah botol air mineral mahasiswa di lingkungan kampus. “Jika kedapatan mahasiswa buang botol bekas air mineral atau sampah, maka saya akan suruh pilih sampah-sampah yang ada dalam kampus ini,” tegasnya.

Peserta KKN Undana saat mengikuti pembekalan.

Terkait dengan KKN, ia meminta kepada mahasiswa Undana agar menjaga nama baik Undana di lokasi KKN. Agar Undana memiliki nama baik di tengah masyarakat. “Saya juga meminta masyarakat agar membantu apparat desa untuk menyelesaikan masalah kesehatan terutama stunting, soal sensus penduduk maupun kemiskinan,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Tim Kerja KKN 2020 Undana, Don E. D. Pollo, ST., MT dalam laporannya mengatakan jumlah mahasiswa calon peserta KKN yang siap mengikuti pembelakan sebanyak 2.244 mahasiswa. “Jumlah ini meningkat 48,02 persen dari periode yang sama di tahun 2019,” ujarnya. Terdapat 15 lokasi KKN yaitu Kampus 15 lokasi dengan jumlah mahasiswa 430 orang, Kota Kupang (50 kelurahan dan institusi sosial) 395 orang, Kabupaten Kupang (17 desa) sebanyak 167 orang, Kabupaten TTS (18 desa) sebanyak 198 orang, Kabupaten TTU (20 desa) 187 orang, Kabupaten Belu (21 desa) sebanyak 197 orang, Kabupaten Malaka (19 desa) sebanyak 134 orang, Kabupaten Alor (7 desa) sebanyak 83 orang, Selanjutnya, Kabupaten Sumba Timur (18 desa) 124 orang, Kabupaten Rote Ndao (7 desa) 88 orang, Kabupaten Manggarai Barat (4 desa) sebanyak 44 orang, Kabupaten Sabu Raijua (7 desa) sebanyak 84 orang, Kabupaten Flores Timur (6 desa) sebanyak 68 orang, dan Kabupaten Lembata (4 desa) sebanyak 45 orang.

Ia mengatakan, KKN kali ini ditandai dengan beberapa perbaikan pengelolaan, sebagai konsekwensi nama Pusat Layanan Pengembangan KKN, antara lain. Pertama, dibentuknya tim kerja KKN yang bertugas membantu Pusat Layanan pengembangan KKN dalam perencanaan, monitoring dan evaluasi. Kedua, pendaftaran mahasiswa KKN dilakukan secara on line, meskipun masih secerhana yaitu melalui google form. Ketiga, kombinasi antara hasil pendaftaran on line dengan survey lokasi secara cepat dapat menentukan berapa calon jumlah DPL, Lokasi dan calon mahasiswa bimbingan. Rencana pemberangkatan mahasiswa ke lokasi KKN pada tanggal 10 Maret 2020 untuk mengabdi di desa hingga 10 Mei mendatang, setara dengan 4 SKS, sehingga penjemputan mahasiswa direncanakan sekitar tanggal 11 Mei 2020. [rfl/ds]

Comments are closed.