logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Universitas Nusa Cendana

Manfaatkan Profesi Dokter Untuk Melayani Masyarakat Dengan Baik

  • Ada Tiga Kategori Manusia : Kaya Arti, Miskin Arti dan Bertentangan Arti

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana (Undana), dr. S.M.J. Koamesah,MMR.,MMPK meminta kepada para dokter baru Undana agar memanfaatkan profesi dokter untuk melayani masyarakat dengan baik. Permintaan tersebut disampaikan Dekan, dokter Bobby, sapaan akrab, ketika melantik melantik 16 orang dokter baru Undana. Mereka dilantik usai diambil sumpah oleh para rohaniawan di Aula Rektorat  Undana Penfui, Selasa (22/10/2019).

dr. Bobby,sapaan akrab, dalam sambutannya mengatakan pengambilan sumpah dan pelantikan sebagai acara paling puncak dari keseluruhan aktivitas akademik mahasiswa kedokteran. “Artinya sudah tuntas selesaikan proses belajar dan sudah resmi mendapat gelar sebagai dokter dengan segala tanggungjawab,” ujarnya.

Ia menambahkan, profesi dokter berbeda dengan profesi lain karena sepanjang hidup seorang dokter akan disebut sebagai dokter. Selain itu, sumpah yang diucapkan oleh seorang dokter bukan saja pada profesinya saja, tetapi seluruh kehidupan dokter diabadikan kepada masyarakat. “Artinya konsekuensi pekerjaan dan pribadi dokter juga diatur dalam sumpah. Saya harap para dokter baru Undana ini  bisa renungkan isi sumpah dan itu sebagai pengawal jejak dokter dalam melakukan profesi dokter seumur hidup,” imbuhnya.

Dijelaskan, memasuki usia yang ke-11, FK Undana  telah menghasilkan 2.663 dokter. “Saya bangga, karena semua dokter FK Undana sudah tersebar di seluruh pelosok NTT. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa akan ada dokter dari FK Undana,” ungkapnya.

Ia juga menyatakan, untuk kuliah di FK Undana, memiliki biaya yang relatif mahal. Untuk menjadi dokter, bisa menghabiskan uang senilai sekitar  Rp 600-800 juta. Namun, bukan hanya uang saja yang menjadi persoalan. Tetapi yang paling sulit adalah proses masuk maupun keluar di FK Undana itu sangat sulit, karena sangat kompetitif. “Untuk tahun ini saja kita terima 60 orang mahasiswa baru kedokteran, tetapi yang daftar 200 orang lebih. Sulit untuk keluar karena ada yang tidak sanggup menyelesaikan kuliah dan sulit mengikuti ujian kompetensi nasional,” ujarnya.

Ia mengaku, kuliah di FK Undana dengan sistem berbasis kompetensi. “Jadi kita sistim blok, di blok satu terdiri dari berbagai cabang ilmu, itu harus diikuti sekitar satu bulan lebih. Kemudian pindah ke blok yang lain,” katanya.  Kesulitan lainnya adalah, selama mengikuti kuliah dengan sistem blok, mahasiswa harus mengikuti 30 kali ujian. Setelah itu, mereka akan praktik ke Rumah Sakit dan akan lakukan ujian sebanyak 13 kali. “Jadi jumlahnya ada 43 kali ujian, sebelum mengikuti dua kali ujian kompetensi nasional. Dua ujian itu mengerikan  karena menentukan lulus atau tidaknya seorang dokter,” katanya. Saat ini, lanjut dia, ada sekitar 3000-an lebih calon dokter yang menunggu giliran untuk ujian kompetensi. Ada yang sudah ujian 8-10 kali tetapi belum berhasil. Karena itu, ia meminta kepada para dokter agar memanfaatkan profesi dokter untuk melayani masyarakat dengan baik.

Ada Tiga Kategori Manusia

Perwakilan Orangtua dokter baru Drs. Marsel Baik dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pengambilan sumpah dan pelantikan dokter baru. Ia mengaku, beberapa tahun yang lalu FK Undana sempat diragukan, tetapi kini fakultas itu telah menghasilkan ribuan dokter di NTT. Karena itu, ia menyampaikan terima kasih kepada para pendiri FK Undana, terutama kepada dr. Heru dan Prof. Frans atas inisiatif mereka mendirikan FK Undana.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Rektor Undana, Prof. Fred atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa untuk kuliah di Undana. Pada kesempatan itu, ia juga meminta maaf kepada pimpinan Undana, dosen dan tenaga kependidikan, jika selama ini terdapat kesalahan yang dilakukan para dokter.

Pengambilan dan pelantikan dokter sebagai langkah awal dokter untuk terjun di tengah masyarakat. “Saya ingat pesan Almarhum Gubernur Musakabe bahwa manusia itu ada tiga kategori, yakni kaya arti, miskin arti dan bertentangan arti. Maksudnya ialah kaya arti, memiliki arti benar-benar dipercaya oleh masyarakat dan memiliki dampak baik di tengah masyarakat. Sebaliknya, jangan memiliki miskin arti. Jangan jadi beban masyarakat. Dan juga jangan menjadi sosok yang bertentangan di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Enambelas dokter  baru Undana yang dilantik itu antara lain : Aldrin J. Muskanan Fola, S. Ked, Astried I. Haryadi, S. Ked, Chaerani Salam, S. Ked, Febrina C. Tjung, S. Ked, Maria C. Bay, S. Ked, Maria M. Sihandi, S. Ked,  Maria O. M. Lamabelawa, S. Ked, Maria R. T. Da Helen, S. Ked,  Megan H. T. Tarus, S. Ked, Monika L. I. Abatan, S. Ked, Reynaldy Stefano, S. Ked,  Rosni S. Malada, S. Ked, Sectio I. P. Santosa, S. Ked, Sinthia C.Tokan, S.Ked,  Wiwid H. Jendera, S. Ked dan Zusana R. M. B. Anton, S. Ked. [rfl/ds]

Comments are closed.