(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Mulai Tahun Kerja 2022, FKIP Komit Bekerja Sesuai Kontrak Kinerja

 

Civitas akademika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Nusa Cendana (Undana), khususnya jajaran pimpinan, maupun dosen dan tenaga pendidik (tendik) berkomitmen meningkatkan kinerja tahun 2022 sesuai kontrak kinerja Rektor Undana dan Dekan FKIP Undana. Hal itu terungkap dalam Ibadah Syukur Selesai Tahun Kerja 2021 dan Memulai Tahun Kerja 2022, Purnabakti FKIP Tahun 2019-2022, serta Penyerahan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Tahun 2022.

Ibadah syukur yang dipimpin Pdt. Yandi Manobe, S. Th dan Romo Marsel Nubatonis, Pr itu dilaksanakan di Aula FKIP Undana, Kamis (6/1/2022). Hadir pada kesempatan itu, Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Sipri Suban Garak, M. Sc dan Kepala BAAKPSI, Drs. Jimmy Benu, M. Si. Hadir pula Dekan FKIP Undana, Dr. Malkisedek Taneo, M. Si, Wakil Dekan (WD) Bidang Akademik FKIP, Dr. Moses Kopong Tokan, M. Si, WD II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan FKIP, Dr. Jakobis J. Masakkh, M.Si, para dosen purnabakti FKIP Undana tahun 2019-2021, dosen, pegawai serta perwakilan mahasiswa.

Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc dalam sambutannya menyatakan, Prodi sebagai basis dari seluruh kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi (PT). Karena itu, DIPA yang sudah dibagikan perlu dipergunakan sesuai dengan Indikator Kinerja Utama (IKU). Jangan lupa lihat 8  (delapan) IKU, mengarah ke mana. Kalau tidak ada kegiatan yang cantolannya tidak ada di IKU, maka jangan (eksekusi program itu),” tandasnya. Rektor mengaku heran dengan sejumlah kegiatan tingkat Prodi yang kerap tidak menjawab IKU. Karena itu, ia menyarankan agar FKIP bisa menggelar lomba nasional yang bisa diikuti para mahasiswa, semisal lomba karya cipta atau karya ilmiah nasional. Dengan perkembangan digital saat ini, ujar Rektor Undana, perlombaan nasional pun bisa diselenggarakan secara daring.

 

Suasana Ibadah Syukur selesai tahun kerja 2021 dan memulai tahun kerja 2022, Purnabakti FKIP tahun 2019, 2020, dan 2022, serta penyerahan Rencana Anggaran Biaya tahun 2022 di Gedung Aula FKIP Undana, Kamis (6//1/2022). 

Dikatakan, saat ini para dosen dan tendik perlu kerja luar biasa. Khusus para dosen, Rektor pada kesempatan itu menyoroti sejumlah insentif yang diperoleh atas tugas dan pekerjaan yang sama. Ia pun mengapresiasi para dosen FKIP yang menjadi ‘simbah’ dari para guru. Mendidik para guru profesional untuk menghasilkan pelajar yang berkualitas.

Dekan FKIP Undana, Dr. Malkisedek Tameno, M.Pd dalam sambutannya mengungkapkan kebahagiaannya atas kehadiran orang nomor satu Undana. Dikatakan, terdapat sejumlah catatan baik yang diraih FKIP Undana selama 2021, namun tidak terlepas dari catatan buruk yang menyertainya. Hal tersebut, menurutnya, sebagai bagian dari pelayanan. Karena itu, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Rektor Undana, Dr. Maxs U. E. Sanam, M. Sc yang hadir secara langsung pada acara syukuran penutupan tahun pelayanan 2021 dan memulai tahun pelayanan 2022, serta penyerahan RAB.

Ia berharap, seluruh komponen di FKIP Undana bisa memperbarui janji dan komitmen untuk melaksanakan pekerjaan tahun 2022. Menariknya, ia meminta agar dalam pelayanan, harus dilandasi dengan suasana penuh persaudaraan dan kekeluargaan. Sebab, ujarnya, FKIP sebagai rumah bersama. “Mari gotong royong bekerja cerdas, cepat dan tepat agar kita dapat laksanakan kegiatan dan program tahun 2022 dengan baik,” tandasnya sembari menegaskan bahwa tuntutan kinerja sesuai kontrak kerja dengan Rektor Undana tidak bisa ditawar-tawar. Semuanya harus berpatokan pada kontrak kinerja antara Rektor Undana dan Dekan FKIP Undana.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Malkisedek juga menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak, terutama para purnabakti FKIP yang telah ikut memberi kontribusi bagi pelayanan FKIP Undana. “FKIP tidak bisa alami kemajuan kalau tidak ada dukungan dari bapak/ibu. Karena itu, beri kontribusi supaya FKIP bisa menjadi rumah yang nyaman dan sejuk bagi kita semua,” imbuhnya. Bagi para purnabakti, sebut Dekan FKIP, meski sudah purnabakti, namun gagasan dan kebersamaan tidak pernah pensiun. Pada kesempatan itu, ia juga menyerahkan Rencana Anggaran Belanja (RAB) kepada semua Prodi di lingkungan Undana.

Sebelumnya, Pdt. Yandi Manobe, S.Th dalam khotbahnya yang didasari dalam 2 Tesalonika 3:1-8 memberi empat pesan penting bagi orang yang bekerja dan berdoa. Pdt. Yandi memberitakan, empat tipe manusia dalam bekerja dan berdoa adalah: Pertama, kerja kuat, tetapi doa lemah. Ia menjelaskan, jenis orang seperti ini biasanya beralasan sibuk bekerja, ketimbang beribadah. Karena itu, kelompok orang seperti ini juga akan sulit diajak beribadah. Sebab, mereka tahu cara mengumpulkan uang yang banyak, tetapi lupa cara untuk bahagia dan bersyukur. Kedua, doa kuat, tetapi kerja lemah. Ia menegaskan, kelompok orang yang berdoanya sangat kuat, tetapi sangat lemah dalam bekerja. “Orang seperti ini doa ngeri sekali, tetapi kerja bermasalah. Dia akan tergantung Mujizat. Padahal, Tuhan mau kita berproses,” imbuhnya.

 

Rektor Undana, Dr. Maxs Sanam, M. Si menyalakan lilin pada ibadah syukur keluarga besar FKIP Undana sebagai tanda komitmen kerja/pelayanan tahun 2022 di lingkungan FKIP Undana di Gedung Aula FKIP Undana, Kamis (6//1/2022).

 

Ketiga, berdoa dan bekerja lemah. Ia menyuarakan bahwa, orang yang lemah memanjatkan doa dan bekerja cenderung berkata “hidup itu mengalir saja”. Pdt. Yandi menegaskan, dirinya tidak setuju dengan konsep hidup itu mengalir saja. Sebab, hidup ini perlu pengambilan keputusan untuk melakukan yang terbaik dalam hidup. “Anda bekerja hari ini (di FKIP), karena anda mengambil keputusan beberapa tahun yang lalu. Karena itu, jangan membanding tempat kerja anda dengan tempat kerja orang lain. Sebab, pekerjaan hari ini sebagai buah dari keputusan,” sebutnya.

Keempat, berdoa dan bekerja kuat. Pdt. Yandi menyebut, sejatinya manusia harus berdoa dan bekerja dengan kuat. “Sebab, kelompok orang seperti ini tahu kapan harus bekerja dan kapan harus berhenti bekerja dan menikmati hasilnya. Bahkan, tahu kapan harus berdiam diri dan menyerahkan kepada Tuhan atas apa yang ia tidak bisa kerjakan,” seru Pdt. Yandi. (rfl)

Comments are closed.
Translate »