(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Perayaan Natal Undana, Temu Pisah Rektor hingga Penyerahan DIPA 2022

 

Keluarga besar Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar perayaan Natal, yang dipadukan dengan temu pisah rektor, serah terima Ketua Dharma Wanita Persatuan dan pembubaran Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek), hingga  penyerahan anggaran terpadu DIPA 2022. Ibadah Natal yang berlangsung meriah dan penuh khidmat tersebut dipimpin Pdt. Yandi Manobe, S. Th. Pantauan Tim Humas Undana, sejumlah Paduan suara (Ps) yang turut meramaikan momentum Natal tersebut, diantaranya Ps. Dharma Wanita Persatuan, dan Ps. Program Pascasarjana (PPs), serta beberapa kidung Natal dari perwakilan beberapa fakultas yang diiringi Undana Band.

Dalam khotbah bertema Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaudaraan, Pdt. Yandi mengambil bacaan Alkitab di dalam I Petrus 1:22. Ia menyerukan bahwa Natal bukanlah sebuah tontonan, tetapi sebuah tuntunan. Seban, menurut Pdt. Yandi, semua orang yang merayakan Natal mesti dituntun untuk berjumpa dengan Bayi Natal. “(Sebaliknya orang) yang tidak dituntun menjumpai Bayi Natal, dia hanya menjadikan Natal sebagai perayaan tontonan,” seru Pdt. Yandi dalam ibadah yang berlangsung di Auditorium Undana, Rabu (29/12/2021) pagi.

Dihadapan pimpinan Undana, dosen, tenaga kependidikan yang hadir pada saat itu,  Pdt. Yandi menegaskan, tema natal nasional yang dikeluarkan oleh Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) merupakan tantangan bagi semua umat Kristiani. “Setelah semua orang merayakan natal. Apa komitmen yang dilakukan dalam hidup ini setelah kita berjumpa dengan sang Bayi Natal?” tanya Pelayan Jemaat GMIT Agape Kupang itu.

Karena itu, ia berharap, setelah merayakan natal, persaudaraan umat Kristiani akan semakin baik dan aman. Ia juga menyerukan, persaudaraan harus dimulai dari penerimaan terhadap diri sendiri, terutama pada tampilan fisik manusia. Sebab, sambungnya, barang siapa tidak mampu menerima dirinya sendiri, sangat sulit membangun persaudaraan. “Yang bikin masalah dalam komunitas kita adalah orang-orang yang tidak selesai dengan dirinya, yang tidak menerima dirinya, dia menjadi masalah bagi persaudaraan. Terima dulu kita punya diri, baru bisa terima orang lain,” jelasnya.

 

Mantan Rektor Prof. Fred Benu menyerahkan buku “Kiprah dan Pemikiran Rektor Undana” kepada Rektor Undana Dr. Maxs Sanam pada acara temu pisah keduanya, usai ibadah Natal di Auditorium Undana, Rabu(29/12/2021).

 

Pada akhir khotbahnya, Pdt. Yandi juga menjelaskan tiga dimensi kebenaran, baik dimensi legalitas, sosial maupun moral. Kebenaran berdimensi legalitas, menurutnya, manusia harus terikat dengan sebuah aturan bersama. Kebenaran berdimensi moral, maka perkataan, pikiran dan perbuatan harus sejalan. Sebab, imbuhnya, tidak ada manusia yang berbeda, karena setara di hadapan Tuhan. Dan kebenaran berdimensi sosial, artinya, mesti ada kepekaan dan kepedulian dalam diri umat Kristiani setiap saat. Kebenaran, lanjutnya, tidak semestinya dibangun dari motivasi yang salah, tetapi harus dilakukan setiap saat, bukan pada saat momentum natal saja. Kebenaran berdimensi sosial juga mengharuskan manusia untuk hidup saling mengasihi setiap saat. Sebab, menurut Pdt. Yandi, kasih adalah kebaikan yang tidak terpatahkan oleh apa pun. Karena itu, kasih tidak berubah menjadi kebencian. “Orang kalau mengasihi, tidak harus tanpa alasan, karena Allah telah lebih dahulu mengasihi manusia, sehingga manusia harus hidup saling mengasihi dengan sungguh-sungguh setiap saat,” imbuhnya memungkasi.

Rektor Sampaikan Salam Natal

Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc dalam sambutannya menyampaikan salam damai natal bagi semua umat Kristiani, khususnya para dosen, tendik, maupun mahasiswa Undana. Ia menyebut, saat ini, Indonesia termasuk Undana tengah mengalami disrupsi ganda, akibat adanya perubahan dan perkembangan revolusi industri 4.0 berupa digitalisasi dalam pelbagai aspek kehidupan dan kemudian dipengaruhi lebih lanjut akibat pandemic covid-19.

“Secara lokal saya katakan, civitas akademika dan pimpinan Undana (kita) juga mengalami disrupsi tambahan, disrupsi terkait dengan “kebijakan” yang harus kita hadapi. Apa bentuknya, bagaimana kebijakan Mendikbudristek yang mengharuskan menerapkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM),” jelasnya. “Sampai saat ini kita semua masih berjuang keras menemukan bentuk MBKM seperti apa, implementasinya, karena ini menyebabkan perubahan yang luar biasa,” sambung Dr. Maxs Sanam.

Dikatakan, perubahan tidak saja pada kurikulum, tetapi pada mindset berpikir juga. Ia menambahkan, terdapat 8 (delapan) prioritas penerapan MBKM menjadi tantangan tersendiri, ditambah lagi degan tuntutan untuk memenuhi kontrak kinerja. “Secara nasional, kita punya delapan item kontrak kinerja rektor dengan Mendikbudristek dan Kemenkeu, dan diturunkan kepada warek, dekan, Direktur PPs, kaprodi bahkan individu dosen, termasuk tendik,” jelasnya. Hal tersebut, lanjut Rektor Undana, membuat semua pihak di Undana tidak bisa bekerja biasa saja, tetapi harus bekerja secara luar biasa. “(Jika kerja) biasa saja, maka kita akan tertinggal dari PTN lain yang sudah bergerak lebih cepat dari pada kita. Bukan kita tidak maju, tetapi PTN lain lebih maju,” tandasnya.

 

Rektor Undana, Dr. Maxs Sanam dan Ketua Dharma Wanita Persatuan, drh. Hembang Murni Pancasilawati foto bersama mantan Rektor Undana, Prof. Fred Benu dan mantan Ketua Dharma Wanita Undana, Ir. Grace Ale, serta jajaran pimpinan di lingkungan Undana usai perayaan Natal di Auditorium Undana, Rabu (29/12/2021).

 

Terkait dengan tema natal Cinta Kasih yang Menggerakkan Persaudaraan, sebut Dr. Maxs Sanam, sangat relevan dengan apa yang dibutuhkan Undana ke depan. Menurutnya, persaudaraan harus diimplementasikan dalam tugas dan tanggung jawab seluruh dosen dan tendik di Undana. “Sebagaimana Pendeta Yandi katakan bahwa natal bukanlah tontonan, tetapi tuntunan. Jangan sampai kita jadi penonton atas apa yang menjadi tugas kita untuk kita kerjakan. Kita harus benar-benar memiliki komitmen, ketaatan dan keikhlasan bekerja memberikan yang terbaik dari apa yang kita miliki, terlepas dari hal-hal yang tidak memuaskan kita karena berbagai persoalan yang ada,” terang Dr. Maxs.

Dukung Rektor Dr. Maxs Sanam

Mantan Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph. D dalam sambutannya mengajak semua civitas akademika Undana untuk mendukung pemimpin Undana yang baru, yakni Rektor Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc. “Saya mengajak kita semua agar mendukung rektor yang baru Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc,” ujarnya. Ia menyatakan, meski dokumen serah terima jabatan telah dilaksanakan ketika pelantikan, namun secara moral, keduanya harus dilakukan di Undana guna disaksikan para civitas akademika. Untuk itu, ia juga ikut menyerahkan buku yang berisi sejumlah pidato selama memimpin Undana sejak 2013-2021. Buku berjudul Kiprah dan Pemikiran Rektor Undana (Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si,. Ph. D) itu langsung diserahkan kepada Rektor Dr. Maxs U. E. Sanam, M. Sc.

Sementara Ketua Pilrek Undana, Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc menyatakan, Panitia Pilrek Undana telah bekerja secara maksimal, mulai dari proses pendaftaran, penyaringan dan penjaringan, hingga sampai pada proses pemaparan visi, misi dan pemilihan rektor. Dengan upaya Panitia Pilrek dan atas dukungan semua pihak, maka Undana telah memiliki rektor baru. Dengan demikian, lanjut WR III Undana, panitia Pilrek perlu dibubarkan.

Untuk diketahui, acara serah terima jabatan, mantan Rektor Undana, Prof. Fred Benu juga ditandai dengan penyematan busana adat Timor oleh Rektor Dr. Maxs Sanam sebagai bentuk penghargaan. Begitu pun dengan Rektor Dr. Maxs Sanam yang dikenakan pakaian adat oleh Prof. Fred Benu dan sejumlah pimpinan Undana lainnya. Selain itu, mantan Ketua Dharma Wanita Persatuan Undana, Ir. Grace Benu-Ale juga secara resmi melakukan serah terima jabatan kepada drh. Hembang Murni Pancasilawati. Pada kesempatan itu, Rektor Undana, Dr. Maxs Sanam, Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Ir. Jalaludin, M. Si., WR III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Sipri Suban Garak dan WR IV Bidang Kerjasama, Ir. I Wayan Mudita, Ph. D juga ikut menyerahkan Rencana Kerja Anggaran (RKA) atau Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) kepada para pimpinan unit di lingkungan Undana, mulai dari PPs, fakultas, lembaga, hingga prodi masing-masing. (rfl)

Comments are closed.
Translate »