(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Perdana di Undana, Prodi Ekonomi FKIP Divisitasi dengan Sembilan Kriteria

Program Studi (Prodi) Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), menjadi prodi pertama di Universitas Nusa Cendana (Undana) yang divisitasi dengan menggunakan sembilan kriteria dan elemen penilaian asesor dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi (PT). Sebelumnya, visitasi hanya menggunakan tujuh kriteria. “Visitasi Prodi Pendidikan FKIP Undana merupakan sejarah atau satu-satunya prodi di Undana, khususnya dari FKIP yang divisitasi dengan sembilan kriteria. Dan, kami adalah prodi yang sudah terlibat langsung dalam visitasi di hari pertama,” demikian penjelasan Kaprodi Pendidikan Ekonomi FKIP Undana, Yacob Abolladaka, S. Pd., MM di sela-sela visitasi Asesmen Lapangan Daring (ALD) di Aula Rektorat, Jumat (7/5/2021).

Dua asesor yang melakukan ALD Prodi Pendidikan Ekonomi, yakni Prof. Dr. Sucihatiningsih D. W. Prajanti, M. Si (Universitas Negeri Semarang) dan Dr. Mintasih Indriayu, M.Pd (Universitas Sebelas Maret). Hadir pada kesempatan itu, Wakil Rektor (Warek) Bidang Akademik Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc, Dekan FKIP Dr. Malkisedek Taneo, M.Si, Wakil Dekan (Wadek) I FKIP Dr. Moses Kopong Tokan, M.Si, Wadek II Dr Jacobis J. Messakh, M. Si dan para dosen prodi tersebut.

Abolladaka menyebut, sembilan kriteria tersebut, yakni: visi, misi, tujian dan strategi; tata pamong, tata kelola dan kerjasama; mahasiswa; sumber daya manusia; keuangan, sarana dan prasarana; pendidikan; penelitian; pengabdian kepada masyarakat serta luaran dan capaian tridharma.

“Sementara tujuh kriteria sebelumnya, yaitu visi, misi, strategi; tata pamong; mahasiswa; sumberdaya manusia; kurikulum; pembiayaan dan penelitian; pengabdian dan kerjasama. Tujuh kriteria itu yang disebut Laporan Evaluasi Diri dan Borang. Sementara, sembilan kriteria disebut Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Prodi (LKPS). Nah, LED dikerjakan oleh fakultas dan LKPS dikerjaan oleh prodi, inilah perbedaan 9 kriteria dan 7 kriteria,” jelasnya.

Pihaknya yakin, apa yang disampaikan sudah sesuai dengan template atau bukti lapangan. “Kami bersyukur bahwa visitasi hari pertama ini sangat cair. Kami tidak tegang dan kuatir. Komunikasinya enak dan semua jawaban kami berikan sesuai dengan bukti fisik,” ungkap Abolladaka sembari mengatakan dirinya bersyukur bisa balajar dari sesuatu yang baru.

Pihaknya mengaku, prodi yang dipimpinnya memiliki beberapa kekurangan, diantaranya jumlah doktor, kepangkatan dosen hingga tenaga dosen. “Beberapa kekurangan yang dimiliki, salah satunya adalah tingkat pendidikan doktor masih rendah, kepangkatan, satu saja lektor kepala, dosen masih kurang, dosen PNS hanyan sedikit saja. Kami 13 orang mengajar 558 mahasiswa dan itu sangat memberatkan, tapi kami punya kondisi bisa dipahami asesor,” ujarnya.

Selain itu, sambung Abolladaka, penelitian dan pengabdian di Prodi Pendidikan Ekonomi juga masih kurang. Hal tersebut karena banyak dosen masih melakukan penelitian mandiri. “Ini juga dimengerti asesor, karena kita baru saja melewati badai Siklon Seroja. Tetapi saya percaya bahwa ada campur tangan Tuhan dari awal sampai akhir,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, kekurangan yang dialami Prodi Pendidikan Ekonomi, bisa menjadi pelajaran bagi prodi lain di Undana untuk menjadi lebih baik. “Apa yang kami tampilkan banyak terjadi kekurangan, tetapi kami percaya bahwa ini akan menjadi cikal bakal kebangkitan prodi-prodi lain di Undana, agar lebih baik lagi dari kami. Kami bersyukur jadi prodi pertama, tetapi pada saat yang sama kami jadi contoh bagi teman-teman lain. Maju uterus Undana, khususnya FKIP Undana,” tukas Kaprodi Pendidikan Ekonomi FKIP ini.

Sementara Warek Bidang Akademik Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc dalam sambutannya menyampaikan kondisi Undana, diantaranya, Undana memiliki visi universitas berwawasan global dengan keunggulan komparatif lahan kering kepulauan. Dr. Maxs menyebut, Prodi Pendidikan Ekonomi merupakan satu dari 18 prodi di FKIP dan dari 47 prodi S-1 di Undana.

Literasi Ekonomi Digital

Pihaknya memiliki harapan besar terhadap Prodi Pendidikan Ekonomi. Pasalnya, menurut dia, prodi tersebut sangat stretegis dalam menghasilkan sumber daya manusia dan guru yang bisa melakukan transformasi di bidang wirausaha dan ekonomi. Pihaknya menegaskan, agar para lulusan Undana, khsusnya Prodi Pendidikan Ekonomi agar mengubah minset untuk menjadi PNS. Pasalnya, ia yakin para lulusan memiliki kemampuan literasi ekonomi digital yang bisa digunakan untuk berwirausaha. “Di era industry 4.0 saat ini, Prodi Pendidikan Ekonomi bisa  berkontribusi meningkatkan literasi ekonomi digital,” ungkap Dr. Maxs. Menurutnya, produk budaya, pertanian, perikanan, peternakan dan lainnya bisa dipasarkan dalam sistem informasi ekonomi digital, sehingga bisa meningkatkan nilai jual. Yang terpenting adalah, Prodi Pendidikan Ekonomi harus melahirkan wirausaha baru di NTT. “Undana memberi perhatian kepada Prodi Ekonomi agar mengembangkan pendidikan untuk menjadi salah satu lokomotif penggerak di Undana,” tukasnya. (rfl)

Comments are closed.
Translate »