(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Undana, Menpora Ajak Pemuda Jadi Perekat Persatuan

 

Universitas Nusa Cendana (Undana) melaksanakan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 secara terbatas di halaman Rektorat Undana, Kamis (28/10/2021) pagi. Hadir, seluruh pimpinan dan pegawai tingkat rektorat, sejumlah pegawai dari setiap unit di Undana, serta para mahasiswa Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) di Undana.
Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph. D sebelum membacakan teks pidato Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dr. Zainudin Amali, M. Si, menyatakan, meski dalam situasi terbatas, namun Undana bisa melaksanakan upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 2021. Hal tersebut sebagai komitmen bersama untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Prof. Fred katakan, dengan kehadiran para mahasiswa MBKM dari berbagai universitas di Indonesia, hendak menunjukkan persatuan Indonesia, meski di tengah keberagaman.

Sementara, pidato Menpora dengan tema “Bersatu, Bangkit dan Tumbuh” yang dibacakan Rektor Prof. Fred, adalah untuk menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun oleh para pemuda yang diikrarkan pada tahun 1928 dalam Sumpah Pemuda. “Bahwa hanya dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa. Tema Bersatu, Bangkit dan Tumbuh ini sesungguhnya diperuntukan untuk seluruh elemen bangsa, tetapi bagi pemuda menjadi penting karena di tangan pemuda lah kita berharap Indonesia bisa Bangkit dari keterpurukan akibat Pandemi dan melangkah lebih maju untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” ujar Rektor Undana.

 

Para wakil Rektor, para Dekan dan Kepala Biro ketika melakukan penghormatan bendera pada upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda, Kamis (28/10/2021) di Lobi Rektorat Undana.

 

Dikatakan, jika pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras dan kultur, menuju persatuan dan kesatuan bangsa, maka tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, memiliki karakter, kapasitas, kemampuan inovasi, kreativitas yang tinggi, mandiri, inspiratif serta mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan global demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik. Untuk itu momentum
“Momentum Hari Sumpah Pemuda yang kita peringati hari ini, harus mampu menjadi perekat Persatuan kita sebagai Bangsa untuk bersama-sama Bangkit melawan Pandemi, serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kokoh melalui kewirausahaan pemuda,” tandasnya.

Dikatakan, persatuan bangsa Indonesia sejak 93 tahun yang lalu ialah bukti bersatunya pemuda Indonesia, tanpa persatuan pemuda, bangsa Indonesia tidak menikmati situasi saat ini. “Dengan keterbatasan media komunikasi, terbatasnya transportasi dan media koneksi lainnya tidak mengurangi semangat pemuda dari Maluku sampai Aceh berjumpa merumuskan komitmen kebangsaan menuju kedaulatan. Tanah Air Satu, Bahasa Satu, Bangsa Satu, Indonesia,” ungkap Prof. Fred.

Rektor menyatakan, persatuan Pemuda di masa sekarang juga menjadi penentu kemajuan bangsa Indonesia hari ini dan tetap eksisnya bangsa Indonesia di masa yang akan datang. “Berbagai fasilitas mempersatukan pemuda ada disekeling kita semua, ada media komunikasi yang tanpa batas, koneksi transportasi dari sabang sampai merauke, dan fasilitas lain yang mengindikasikan hilangnya sekat-sekat jarak antar anak bangsa,” ujar Rektor. Kendati demikian, pada sisi yang lain, berbagai fasilitas tersebut seringkali menjadi fasilitas destruktif perpecahan anak bangsa, seringkali media digital dijadikan fasilitas berkonflik, menebar kebencian, dan memupuk keretakan. Prof. Fred menyatakan, 64,50 juta Pemuda Indonesia, atau seperempat dari populasi penduduk Indonesia menjadi harapan besar kemajuan bangsa yang sudah di depan mata, akan tetapi, tanpa komitmen bersatu para pemuda untuk bangsa, niscaya impian menjadi bangsa yang unggul tidak akan terwujud.

Mahasiswa Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia pose bersama Rektor Undana, Prof. Fred Benu, WR I Dr. drh. Maxs Sanam, WR III Dr. Sipri S. Garak, WR IV Ir. I Wayan Mudita, Ph. D dan Ketua PIC Magang MBKM, Dr. Jefri Bale usai Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Kamis (28/10/2021) di Pelataran Rektorat Undana.

Fakta Sejarah Pemuda

Pemuda sebagai agen perubahan (agent of change) ialah sebuah fakta sejarah yang tidak bisa dihindari, Pemuda Indonesia selalu menjadi penentu momen penting perjalanan bangsa Indonesia, dimulai dari tahun 1908 pendirian Pergerakan Budiutomo sebagai momen kesadaran kebangsaan dan embrio perkumpulan pemuda. Tahun 1926 Kongres Pemuda Pertama, momentum Sumpah Pemuda untuk persatuan bangsa tahun 1928, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945, Tritura `966 dan Reformasi 1998.

“Semua momentum penting tersebut ialah hasil karya, komitmen dan dedikasi para pemuda Indonesia. Momentum-momentum bersejarah penting dalam perjalanan bangsa Indonesia tersebut bisa dicapai dengan modal persatuan para pemuda di tengah berbagai keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia,” ungkap Rektor Undana. Ia menambahkan, persatuan menjadi syarat mutlak sebuah loncatan perubahan dan menghadapi berbagai tantangan. “Ke depan, tantangan bagi bangsa Indonesia khususnya bagi para pemuda tentunya tidak semakin ringan, akan tetapi dengan komitmen bersatu dalam keragaman menjadi modal sosial dalam menghadapi berbagai hambatan dan tantangan bangsa ke depan,” ujarnya.

Para pegawai kontrak tingkat Rektorat dan sejumlah unit di Undana tengah melakukan penghormatan bendera pada Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Halam Rektorat Undana, Kamis (28/10/2021).

Prof. Fred menyebut, penanganan Covid 19 di Indonesia menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Pencapaian ini tentunya bukan saja kerja pemerintah sendiri, akan tetapi partisipasi seluruh lapisan masyarakat terutama peran para relawan, ketaatan masyarakat terhadap protokol kesehatan dan juga kerja keras para tenaga medis. “Pencapaian penanganan Covid-19 ini menjadi momentum bangsa Indonesia segera bergerak tumbuh secara ekonomi khususnya ekonomi yang mendorong kemandirian Pemuda dalam mensejahterahkan diri dan selanjutnya memberikan dampak pada kesejahteraan bahgsa Indonesia secara keseluruhan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ungkap Rektor Undana, dalam upaya membangkitkan ekonomi pemuda dan percepatan pemulihan situasi ekonomi nasional menyongsong Indonesia Maju, pemerintah terus mendorong tumbuhnya wirausaha baru, wirausaha muda, baik dalam hal penumbuhan minat, pemberian bantuan wirausaha, termasuk wirausaha berbasis perguruan tinggi dan pesantren, sampai pada apresiasi wirausaha berprestasi. “Upaya ini tentu tidak akan berdampak maksimal tanpa dukungan semua pihak, khususnya bersatunya niat dan ikhtiar para Pemuda dalam turut serta membangun bangsa ini secara bersama-sama,” ujarnya memungkasi. (Mahasiswa Magang Jikom FISIP/rfl)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »