logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Universitas Nusa Cendana

Peserta ELTA Diminta Manfaatkan Peluang Belajar

Program English Language Tranining Assistance (ELTA) kembali di buka di Universitas Nusa Cendana (Undana). ELTA tahun 2019 merupakan yang ke-X. Terselenggaranya ELTA tersebut merupakan bentuk kerja sama pemerintah Australia dengan Pemerintah Indonesia, khususnya Pemrov NTT, melalui Australia Scholarship.

IALF Bali, Teacher Training Manager, David Brandbury saat menyampaikan pengantarnya, mengapresiasi ELTA ke X. Hal tersebut sebagai bagian dari kerjasama Pemerintah Australia dan Indonesia, khsusnya kepada generasi muda NTT untuk belajar di Australia. Ia menyatakan, NTT merupakan daerah prioritas Australia Awards tersebut. Karena itu, melalui ELTA, ia juga mendorong para peserta agar belajar secara serius dan memiliki semangat dan motivasi yang tinggi untuk belajar. Ia mengaku, bangga atas 30 peserta yang diterima para program ELTA ke X, karena jumlah yang mendaftarkan diri sebanyak 470 orang. Karena itu, ia meminta agar para peserta dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk meningkatkan semangat belajar.

Diwya Anindyacitta selaku Targeting and Liaison Manager Australia Award Indonesia dalam sambutannya, menyatakan, NTT sudah lama menjadi fokus aadanya program ELTA. Terbukti, hingga saat ini ELTA sudah berjalan sembilan tahun, dan kali ini masuk tahun yang ke sepuluh. Hal itu untuk membuka kesempatan bagi generasi muda NTT untuk melanjutkan studi melalui Australia Award. Ia juga mengaku, 30 peserta yang lolos dalam program ELTA harus menggunakan kesempatan tersebut untuk belajar secara baik.

Para peserta ELTA saat sedang berdiskusi.

Kendati demikian, pihaknya tidak menghalangi peserta ELTA untuk melamar beasiswa lainnya selain Australia Award, seperti beasiswa dari Pemerintah Indonesia; LPDP dan lain-lain. “Pengalaman yang lalu, ada sekitar 50 persen peserta ELTA yang mendapat beasiswa lain. Jadi kami tidak menghalangi peserta untuk melamar beasiswa di mana saja,” tuturnya.

Ia menambahkan, program ELTA, tidak sekadar belajar bahasa Inggris. “Selain Bahasa Inggris, kamu juga melatih soft skill, studying skill, dicipline, time managemen dan lain sebagainya kepada peserta program ELTA,” imbuh Anindyacitta.

Banyak yang dipanggil tapi sedikit yang dipilih dalam ELTA

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr.drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc saat membuka kegiatan itu meyampaikan apresiasinya terhadap peserta ELTA, karena menurutnya, banyak yang terpanggil tetapi sedikit yang dipilih dalam ELTA. Hal itu karena ada sekitar 470 orang yang mendaftar ELTA tetapi yang diterima dan dipilih hanya 30 orang saja. “Tidak semua orang beruntung seperti kalian. Program ini sangat bagus dan selektif sekali,” ujarnya.

Dikatakan, ELTA yang difasilitasi oleh Pemerintah Australia ini harus dimaknai sebagai kesempatan berharga yang harus dipertanggungjawabkan, karena banyak orang yang ingin sekali belajar melalui ELTA.

Plt.Dekan FKH Undana itu menyebut, tidak saja belajar Bahasa Inggris saja, tetapi melalui ELTA juga peserta akan dilatih banyak hal seperti berpikir kritis, disiplin, saling menghargai dan lain sebagainya. Untuk itu, ia mengajak para peserta agar memanfaatkan momen tersebut untuk belajar dan meraih prestasi di masa mendatang. [rfl/ovan]

Comments are closed.