(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Universitas Nusa Cendana

Pihak Sekolah Perlu Memperhatikan Point-Point Krusial

  • KIP Kuliah Daftar Tersendiri

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Nusa Cendana (Undana), DR. Maxs U.E. Sanam,M.Sc meminta kepada pihak sekolah agar dapat memperhatikan point-point krusial yang kerap menjadi permasalahan pada saat pendafaran seleksi mahasiswa baru pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). “Seperti kita ketahui bersama bahwa Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) telah mengumumkan kuota siswa yang hendak (eligible) melakukan pendaftaran SNMPTN 2021. Dari jadwal yang ditetapkan LTMPT, untuk registrasi Akun LTMPT telah dilakukan pada tanggal 4 Januari hingga 1 Pebruari 2021. Lalu berikutnya, penetapan siswa yang eligible oleh sekolah dilakukan sejak 4 Januari hingga 8 Pebruari 2021. Setelah penetapan siswa, proses berikutnya, pengisian pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS), 11 Januari hingga 8 Pebruari 2021, lanjut pada pendaftaran SNMPTN pada 15-24 Pebruari 2021, hingga hasil SNMPTN yang direncanakan ditetapkan pada 22 Maret 2021,” ungkapnya kepada wartawan media ini di sela-sela acara penyerahan DIPA internal kepada sembilan orang pimpinan unit di lingkungan Undana, Jumat (8/1/2021) di gedung Auditorium Undana Penfui.

Menurutnya, ada beberapa titik krusial SNMPTN yang perlu diperhatikan oleh pimpinan sekolah dan siswa adalah pihak sekolah harus segera mendaftarkan Akun sekolah, lalu setelah itu setiap siswa harus mendaftar Akun sendiri dan diusahakan Akun tersebut tidak boleh hilang karena akan dipergunakan mendaftar SNMPTN-SBMPTN, karena memang ini sangat sederhana tetapi ini akan menyebabkan para siswa itu bisa gagal dalam mengikuti proses seleksi penerimaan mahasiswa baru, baik di jalur SNMPTN maupun SBMPTN.

“Jadi saya ingatkan kepada pihak sekolah agar sekolah segera membuat Akun sekolah dan Akun siswa, agar proses pembuatan Akun ini jangan sampai sekolah atau siswa tidak melakukan prosesnya sampai tuntas. Jangan sampai ada data yang tidak sinkron dan bahkan tidak mempunyai informasi apapun di kolom pengisian,” katanya.

Masalah berikutnya, ujar dia, jika ada masalah pada pembuatan Akun itu biasa dikomplain siswa sudah menjelang penutupan, sehingga, katanyanya tidak memungkinkan lagi untuk melakukan pembetulan data. “Kepada pimpinan sekolah, agar mohon ini menjadi perhatian dan disiapkan data siswa sejak awal,” katanya.

Mantan Plt. Dekan FKH Undana itu menuturkan, proses selanjutnya yang menjadi catatan penting ialah ketika menginput data ke pangkalan data sekolah dan siswa. Meskipun tahun ini hanya siswa yang eligible yang bisa diimput, namun PDSS ini masih menjadi titik krusial.

Hal lain yang ia tekankan adalah terkait dengan foto diri peserta. Ia menyampaikan, sesuai catatan dari LTMPT tahun kemarin, masih saja ada peserta siswa yang melampirkan foto diri yang tidak semestinya. Jika foto yang dilampirkan tidak sesuai yang dipersyaratkan, maka kans untuk proses lebih lanjut pada seleksi sangat kecil.

Tahap Pendaftaran KIP Kuliah Tersendiri

Doktor Maxs Sanam selanjutnya menuturkan, untuk tahun ini, beasiswa bidikmisi kini telah berubah nama menjadi KIP Kuliah, dengan tahap pendaftaran dilakukan tersendiri dengan beberapa tahapan. Pertama, Siswa dapat langsung melakukan pendaftaran secara mandiri di Web sistem KIP Kuliah pada laman:http://kip-kuliah.kemendikbud.go.id atau melalui KIP Kuliah mobile apps. Kedua, Pada saat pendaftaran, siswa memasukan NIK,NISN,NPSN dan alamat e-mail yang valid dan aktif. Ketiga, Sistem KIP Kuliah selanjutnya melakukan validasi NIK, NISN dan NPSN serta kelayakan mendapatkan KIP Kuliah. Keempat, Jika proses validasi berhasil, sistem KIP Kuliah selanjutnya akan mengirimkan nomor pendaftaran dan kode akses ke alamat e-mail yang di daftarkan. Kelima, Siswa menyelesaikan proses pendaftaran KIP Kuliah  dan memilih proses seleksi yang akan diikuti (SNMPTN-SBMPTN). Keenam, Selanjutnya siswa menyelesaikan proses pendaftaran di portal atau sistem informasi seleksi nasional masuk perguruan tinggi sesuai jalur yang dipilih. Sebelum  sistem pendaftaran KIP Kuliah dibuka, siswa dapat melaksanakan pendaftaran terlebih dahulu di portal atau sistem informasi seleksi nasional seperti SNMPTN-SBMPTN. Proses sinkronisasi dengan sisten tersebut akan dilakukan kemudian dengan skema host-to host. Ketujuh, Bagi calon penerima KIP Kuliah yang telah dinyatakan diterima di Perguruan Tinggi dapat dilakukan verifikasi lebih lanjut oleh Perguruan Tinggi sebelum diusulkan sebagai calon penerima KIP Kuliah. [ds]

Comments are closed.