(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Pusat Layanan HGAK LP2M Undana Gelar Seminar Upaya Pemenuhan dan Perlindungan Hak Anak

Upaya pemenuhan dan perlindungan hak anak harus menjadi perhatian semua pihak. Sebab, hak anak sebagai bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi, dan dipenuhi oleh orangtua maupun calon orangtua. Karena itu, peran keluarga, masyarakat, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam pemenuhan dan perlindungan hak anak perlu dilakukan secara bersama-sama.

Demikian sari pendapat 3 (tiga) narasumber yang menjadi pemateri dalam seminar dengan tema “Upaya Pemenuhan dan Perlindungan Hak Anak” yang dilaksanakan di Ruang Teater, Rektorat Undana, Kamis (28/7/2022) lalu.

3 (tiga) narasumber tersebut adalah Kanit PPA Polda NTT, Iptu Fridinari D. Kameo, SH, Ketua Dharma Wanita Persatuan Undana, drh. Hembang Murni Pancasilawati, dan Psikologi PKBI NTT, Psikolog PKBI NTT, Juliana Marlin Yusrianty Benu, S.Psi., M.Psi. Psikolog. Semintar yang dimoderatori Koordinator Pusat Layanan HAM, Gender, Anak dan Kependudukan, LP2M, Dr. Detji K. E. R. Nuban, SH., M.Hum  itu juga menghadirkan Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. drh. Annytha Detha, M.Si, Kepala LP2M Undana, Dr. Damianus Adar, M.Ec, Direktur PKBI NTT, Moudy Taopan, SH, serta para mahasiswa Undana.

 

Sejumlah mahasiswa Undana serius mengikuti seminar yang dilaksanakan Pusat HGAK LP2M dan PKBI NTT di Ruang Teater Rektorat Undana, Kamis (28/7/2022).

 

Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Annyha Detha, M.Si ketika membuka kegiatan tersebut mengaku, seminar tersebut sangat penting, karena berkaitan dengan anak, di mana anak sebagai harapan semua orangtua. “Saya kira kita semua sepakat bahwa anak adala harapan semua orangtua, maka upaya pemenuhan dan perlindungan hak anak perlu dilakukan,” ujarnya.

WR I Undana mengaku kerap menyampaikan kepada mahasiswa bahwa ke depan mahasiswa menjadi calon orangtua bagi anak. Sehingga harus bisa menjaga asupan gizi bagi anak ketika menjadi orangtua. Ia menambahkan, implikasi dari seminar tersebut sangat banyak. Selain narasumber yang sangat berkompeten, jugamemiliki tupoksi yang korelatif degan materi yang disampaikan. “Sehingga saya optimis seminar ini akan memberikan banyak manfaat, dan penegasan terhadap apa yang kita lakukan,” ujarnya.

Kanit PPA Polda NTT, Iptu Fridinari D. Kameo, SH dalam paparannya mengupas dan mengungkap sejumlah kasus yang ditanganinya, terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia mengaku, banyak anak-anak dan remaja di Kota Kupang yang tersandung kasus kekerasan. Pelakunya bahkan dilakukan oleh orang terdekat, orangtua.

Dalam penyelesaian kasus tersebut, jelas Iptu Fridinari, sejumlah Undang-Undang (UU), yang menjadi dasar hukum, yakni KUHP, kemudian, UU nomor 2 tahun 2016 tentang perlindungan perempuan dan anak, dan juga UU 23 tahun 2004 tetang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Pihaknya berharap, sejumlah kasus tersebut menjadi perhatian seluruh komponen agar ke depan anak dan perempuan tidak menjadi korban kekerasan, utamanya kekerasan seksual. Ia juga meminta keluarga terutama orangtua agar siap memenuhi  dan melindungi hak-hak anak.

 

Ketua DWP Undana, drh. Hembang Murni Pancasilawati dalam paparannya  menekankan pentingnya peran mahasiswa yang notabene sebagai calon orangtua bagi anak-anak untuk memenuhi dan melindungi hak-hak anak. Keluarga menjadi bagian paling kecil diharapkan melahirkan anak-anak yang terlindungi, sehat, dan cerdas. Dalam menghadapi era digitalisasi saat ini, orangtua juga memiliki peran untuk mengontrol aktivitas anak saat belajar dan bermain, terutama dalam penggunaan ponsel atau smartphone.  Ia juga berharap agar peran keluarga terutama orangtua untuk menjaga dan memenuhi hak-hak anak dapat dilakukan dengan baik. Dengan demikian, anak-anak akan menjadi generasi yang sehat dan cerdas bagi bangsa.

Sementara itu, Psikologi PKBI NTT, Juliana Marlin Yusrianty Benu, S.Psi., M.Psi. Psikolog menegaskan, dalam tumbuh kembang anak, bukan hanya kesehatan fisik, namun perlu kesehatan fisik, mental, dan spiritual bagi anak. Ia menekankan, orangtua kerap mendidik anak agar tumbuh dan berkembang, hanya secara fisik, sementara dari aspek lain kerap diabaikan. Padahal, jika semua jenis kesehatan dipenuhi, maka perkembangan anak akan semakin baik.

 

Untuk diketahui, semintar tersebut dilaksanakan sehubungan dengan perayaan Hari Anak Nasional (HAN) dan menyongsong Dies Natalis ke-60 Undana. Semintar tersebut juga terlaksana atas kerjasama Pusat Layanan HAM, Gender, Anak dan Kependudukan (HGAK), Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M), dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) NTT. (rfl)

 

Tim Humas, Biro Perencanaan, Kerja Sama dan Humas,

Contact Person (CP): 0813 4331 7070

Kunjungi Media Sosial Undana

YouTube: Official Universitas Nusa Cendana: https://www.youtube.com/channel/UCtB1iZTSBH9etwVDCeeD2yw

Facebook: Universitas Nusa Cendana: https://web.facebook.com/nusacendana1962

Instagram: universitas.nusa.cendana https://www.instagram.com/universitas.nusa.cendana/

 

Comments are closed.
Translate »