(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Usai Pimpin PDHI NTT, Rektor Undana Kini Jabat Ketua AMVI Periode 2022-2026

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc resmi menjabat sebagai Ketua Asosiasi Mikrobiologi Veteriner Indonesia (AMVI) Periode 2022-2006. Hal ini menyusul pelantikan yang dilakukan Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI), Dr. drh. Muhammad Munawaroh, MM terhadap pengurus AMVI di Hotel Aston, Kupang, Jumat (18/11/2022) malam.

Selain melantik pengurus AMVI, Ketua PB PDHI juga melantik Pengurus PDHI Cabang NTT Periode 2022-2026.

Sebelumnya, Dr. drh. Maxs Sanam, M.Sc menjabat sebagai Ketua PDHI Cabang NTT, dan kini posisinya digantikan oleh drh. Yohanes T.R.M.R. Simarmata, M.Sc. Dalam susunan kepengurusan PDHI Cabang NTT kali ini, Dr. drh. Maxs sanam, M.Sc dipercayakan menjadi pembina sekaligus penasihat.

Pelantikan dan pengukuhan pengurus PDHI dan AMVI juga ditandai dengan penyematan tanda jabatan, penyerahan laporan pertanggungjawaban, serta penyerahan bendera atribut organisasi dari pengurus lama kepada pengurus PDHI NTT yang baru.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PB PDHI Dr. drh. Muhammad Munawaroh, MM mengatakan, siap mendukung pengurus AMVI maupun PDHI NTT. Ia berharap, agar keberadaan PDHI harus bermanfaat bagi masyarakat profesi, dan AMVI juga diharapkan dapat memberi kontribusi secara nasional.

Munawaroh mengungkapkan, PDHI telah berkembang mengikuti kemajuan zaman dengan digitalisasi program. Oleh karena itu, aplikasi “MYPDHI” juga direncanakan akan dirilis pada Desember tahun ini.

Pihaknya juga mengingatkan agar kepengurusan organisasi PDHI NTT ke depan harus memperhatikan profesionalisme, akuntabilitas, dan transparansi. Salah satunya adalah para medis veteriner wajib memiliki surat ijin praktik dengan penyeliaan oleh dokter hewan.

“Dokter hewan yang bekerja di Pusat Kesehatan Hewan harus memiliki surat ijin praktik, karena surat penugasan hanya bersifat administratif PNS, tetapi surat ijin praktik adalah terkait keprofesian,” tandas Ketua BP PDHI.

Lebih lanjut, Munawaroh juga meminta PDHI NTT harus mampu memberikan teguran dan pembinaan secara kolaboratif dan harmonis dengan asosiasi PAVETI.

Terkait dengan keberadaan Rumah Sakit Hewan (RSH) Pendidikan Undana, Ketua BP PDHI berharap agar RSH harus menjadi rujukan bagi seluruh praktisi di Kota Kupang dan tidak menjadi pesaing. Karena itu, perlu pembinaan dari PDHI NTT untuk menghindari persaingan tidak sehat antar dokter hewan.

Selain itu, lanjut Munawaroh, PDHI NTT harus mampu berkolaborasi dengan stakeholders dan pemerintah di NTT dengan mendatangi seluruh kepala daerah di NTT, terutama kabupaten-kabupaten yang belum memiliki pejabat otoritas veteriner.

Menariknya, Munawaroh juga mengajak PDHI NTT agar dapat membantu pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting di NTT.

Lebih lanjut, Ketua PB PDHI juga mendorong PDHI NTT untuk dapat menyelenggarakan Scientific Vet Expo di Labuan Bajo tahun 2024.

Ketua AMVI, Dr. drh. Max U.E. Sanam, M.Sc dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya akan mengemban tugas barunya dalam lingkup yang lebih luas.

Oleh karena itu, AMVI akan mengaplikasikan keilmuan untuk berkontribusi bagi pengembangan Mikrobiologi Veteriner Indonesia. Terhadap hal itu, kata Dr. Maxs, AMVI akan berkoordinasi dengan PDHI untuk memajukan asosiasi yang dipimpinnya.

Ketua AMVI juga mengajak para anggota untuk berkontribusi bersama dalam berbagai kegiatan AMVI sambil memohon bimbingan dari PB PDHI dan Ketua AMVI periode sebelumnya, demi perkembangan dunia mikrobiologi veteriner di Indonesia. “AMVI Akan melakukan konsolidasi di akhir tahun dengan berbagai pengurus di daerah dalam rangka menyusun program kerja dan implementasi untuk tahun mendatang,” tutup Dr.drh. Maxs.

Sementara itu, Ketua IDHI Cabang NTT, drh. Yohanes T. R. M. R. Simarmata, M.Sc dalam sambutannya mengapresiasi kepercayaan yang telah diberikan untuk mengemban tugasnya sebagai Ketua PDHI Cabang NTT sembari meminta dukungan pengurus dan nasihat dari PB PDHI.

“Tadi kita telah menyampaikan sumpah dan menerima SK. Banyak hal yang harus dilakukan. Seluruh dokter hewan yang berada di NTT wajib memiliki kartu anggota PDHI,” harap Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Undana itu.

Ia menambahkan, salah satu misi utamanya adalah mendorong seluruh dokter hewan di NTT, agar memiliki KTA. Sebab, ia berkomitmen akan memutihkan iuran keanggotaan yang tunggak dan akan memulainya pada awal tahun 2023 mendatang.

drh. Yohanes mengungkapkan pihaknya akan melanjutkan kepentingan pengembangan organisasi sekaligus pengembangan profesi dokter hewan di NTT.

Untuk diketahui,  PDHI merupakan organisasi profesi dokter hewan di Indonesia yang saat ini memiliki kurang lebih 52 cabang di seluruh Indonesia. PDHI membawahi Organisasi Non-Teritorial (ONT), yaitu organisasi yang dibentuk berdasarkan keinginan sekelompok dokter hewan yang memiliki minat, keahlian, atau bidang kerja yang sama, salah satunya AMVI.

Pimpinan Pengurus ONT AMVI Periode 2022-2026, yang dilantik adalah  Ketua, Dr. drh. Max Urias Sanam, M.Sc., Sekrteraris, drh. Lilik Suprayitno, M.Si, dan Bendahara, drh. Clara Artdita, M.Sc.

Sedangkan Pengurus PDHI NTT, Ketua, drh. Yohanes TRMR Simarmata, M.Sc, Sekretaris, drh. Yeremia Yobelanno Sitompul, M.Sc, dan Bendahara, drh. Novianti Neliyani Toelle,M.Sc. (*/rfl)

Foto-foto

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Koleksi
Tags

Your browser doesn't support the HTML5 CANVAS tag.

Translate »