(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Rektor Undana Minta Mahasiswa Miliki Empat C dalam Berorganisasi

 

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc meminta agar mahasiswa harus memiliki 4 (empat) C dalam berorganisasi, terutama Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di lingkungan Perguruan Tinggi (PT). Empat C tersebut, yaitu critical thinking (berpikir kritis) dan problem solving (pemecah masalah), communication skill (kemampuan berkomunikasi), collaboration (kolaborasi) dan compassion (kasih sayang).

Hal itu disampaikan Rektor Undana, Dr. Maxs Sanam ketika membuka Rapat Anggota Badan Legislatif Mahasiswa Perguruan Tinggi Undana Tahun 2022 di Aula Lantai III Rektorat Undana, Jumat (7/1/2022). Hadir, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Siprianus Suban Garak, M. Sc., Ketua BLM Undana, Mes Malelak dan Sekretaris, Alfons Ngapor, serta sejumlah pengurus dan anggota BLM.

Dr. Maxs Sanam mengaku gembira bertemu dengan BLM Undana, pertama kali, sejak menjadi Rektor Undana. Ia menyatakan bahwa rapat tersebut sangat penting, meski sebelumnya mendapat kendala akibat pandemi covid-19. Pada kesempatan itu, Rektor Undana juga mengisahkan pengalaman berorganisasinya, terutama kala memimpin Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) NTT. Menurutnya, dinamika dalam organisasi kerap kali muncul. Meski begitu, dinamika tersebut perlu disikapi dengan empat hal, yaitu: Pertama, chritical thinking (berpikir kritis) dan problem solver (pemecah masalah). Menurutnya, kompetensi abad 21 ini tidak saja menitik beratkan pada kepintaran mahasiswa belaka, tetapi harus berpikir kritis dan memecahkan sejumlah persoalan yang dihadapi mahasiswa maupun yang tengah dialami masyarakat.

 

Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc dan WR III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Sipri Suban Garak M. Si diapit Ketua BLM Undana, Mes Malelak (kiri) dan Sekretaris Alfons Ngapor (kanan)  pose bersama pengurus dan anggota BLM Undana usai pembukaan Rapat Anggota BLM di lantai III Rektorat Undana, Jumat (1/7/2022).

 

Kedua, communication skill (kemampuan berkomunikasi) di mana korelasinya dalam berorganisasi adalah kemampuan dalam mengemukakan pendapat, sekaligus mengatasi perbedaan pendapat. Sebab, ungkap Dr. Maxs Sanam, dalam sebuah dinamika organisasi tidak bisa satu jalan atau monolog, tetapi terdapat berbagai sejumlah tawaran penyelesaian masalah. Ketiga, collaboration (kolaborasi). Dalam berorganisasi, papar Rektor Undana, butuh kerjasama dan kolaborasi. Hal tersebut, ungkapnya, tidak boleh terjadi pertentangan dan perpecahan secara substansial. Sebab, butuh cara-cara yang elegan untuk melakukan kerjasama guna mencapai tujuan bersama. Keempat, Compassion (rasa belas kasih). Menurutnya, compassion sebagai sebuah perasaan yang tidak sekadar berempati, tetapi lebih dari itu. Artinya, benar-benar ikut merasakan apa yang dialami orang lain, seperti ikut merasa duka dan sedih atas apa yang dialami orang lain.

Pada kesempatan itu, Rektor Undana juga mengingatkan mahasiswa agar tidak saja cerdas secara intelektual, tetapi harus bersikap humanis terhadap sesama mahasiswa, terutama para mahasiswa baru nantinya. Sebab, Dr. Maxs sangat tidak menyetujui adanya didikan atau sanksi yang tidak edukatif serta tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan. Rektor juga mengingatkan mahasiswa agar mengawal Undana agar bebas dari kekerasan fisik, maupun kekerasan mental, terutama kekerasan seksual. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi yang telah ditetapkan 31 Agustus 2021 lalu.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Undana, Dr. Siprianus Suban Garak, M. Sc dalam arahannya mengingatkan bahwa kegiatan tersebut sebagai ajang pembinaan diri. Karena itu, dalam perjuangan dan penyampaian pendapat di muka umum, harus mencerminkan jiwa pemikir dan intelektual. Sebaliknya, ia melarang mahasiswa beradu argumen dan mempertahankan gagasan sebagaimana organisasi-organisasi lepas non-kemahasiswaan.

Dosen Matematika FKIP Undana itu meminta mahasiswa menunjukkan pendapat secara elegan. Sehingga dalam melakukan pemilihan, dapat menghasilkan pemimpin-pemimpin BLM yang memiliki jiwa rela berkorban dan berjuang  untuk menjalankan organisasi dengan baik. Ia berharap agar kegiatan tatap muka bisa dilaksanakan tahun ini. Dengan begitu, ujarnya, Ormawa khususnya BLM juga bisa kembali berorganisasi seperti biasa. Namun demikian, hal tersebut masih menunggu persetujuan Kemendikbudristek.

Sementara, Ketua BLM Undana, Mes Malelak menyatakan, melalui rapat tersebut Badan Pengurus (BP) BLM akan melakukan laporan pertanggungjawaban kegiatan selama tahun 2020 dan 2021. Mahasiswa FKIP Undana itu menjelaskan bahwa sebenarnya kegiatan itu telah dilaksanakan tahun 2020, namun akhirnya diundur akibat pandemi covid-19. Selain itu, lanjut Mes, pemilihan pengurus baru tahun 2022 juga akan dilakukan guna melanjutkan tongkat estafet Ormawa BLM. (rfl)

Comments are closed.
Translate »