logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Universitas Nusa Cendana

SDM Kunci Keberhasilan Bangsa

Peringatan HUT ke-74 RI di Undana Semarak diwarnai Pakaian Adat

Guna mewujudkan Indonesia maju, dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di semua bidang. “Artinya Pembangunan Sumber Daya Manusia menjadi kunci keberhasilan dan kesuksesan bangsa Indonesia di masa depan. Sumber Daya Manusia Indonesia harus unggul dalam segala bidang sehingga dapat bersaing secara global, terlebih ketika memasuki era industri 4.0,” demikian sambutan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof. Mohamad Natsir yang dibacakan Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si, Ph.D pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia (RI) di Stadion Bola Kaki Undana Penfui, Sabtu (17/8/2019).

Menristekdikti sadar bahwa kemajuan industri yang berjalan di Indonesia tidak cukup hanya dengan infrastruktur, akan tetapi harus didukung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan peningkatan kualitas SDM dapat ditempuh dengan perbaikan pendidikan untuk menjalankan kemajuan teknologi seiring kemajuan industri 4.0. Prof. Moh Natsir mengatakan, dalam menciptakan SDM yang unggul, Perguruan Tinggi harus tampil sebagai garda terdepan dalam mencetak SDM yang unggul dan kompetitif di masa datang. “Satu hal yang harus ditempuh adalah selalu meningkatkan kualitas SDM perguruan tinggi, serta menyiapkan diri agar mampu beradaptasi untuk mencapai keberhasilan dalam membangun bangsa,” paparnya.

Ia juga mengingatkan perguruan tinggi agar jangan terlalu cepat puas dengan capaian dan kompetensi yang dimiliki, serta terlena dengan zona nyaman. “Keunggulan SDM di era ini dapat dilihat dari tingkat inovasi dan kreativitas yang dihasilkan. Perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan LPNK harus saling bahu membahu, bekerja sama, menjadi lokomotif inovasi dan kreativitas bangsa, menjadi penggerak pembinaan dan pembudayaan inovasi dan kreativitas,” imbuhnya. Hal itu, lanjut Prof. Moh Hasir, telah didukung dengan terbitnya Undang-Undang Sistem Nasional Iptek, sebagai pengganti atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 yang menjadi momentum emas dalam peningkatan pembangunan kapasitas SDM iptek dan peningkatan karya-karya besar invensi dan inovasi.

Nasir pada kesempatan itu menekankan, bonus demografi yang dimiliki harus benar-benar dioptimalkan dengan mencetak sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Peluang ini akan menjadi emas jika kualitas pendidikan terus kita tingkatkan. “Peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan dinanti oleh bangsa ini dalam menjawab segala tantangan yang ada. Pemerintah akan terus memberikan fasilitas, dukungan pendidikan, dan pengembangan diri bagi talenta anak-anak bangsa, karena akan memberikan kontribusi terhadap percepatan pembangunan Indonesia,” ujarnya.

Pada peringatan HUT ke-74 RI di Undana terdapat 36 orang yang menerima piagam penghargaan Karya Satya dari Presiden Joko Widodo atas teladan dan pengabdian kepada bangsa dan negara, yang ditandai dengan penyematan tanda satyalancana karya satya oleh Rektor Undana, Prof. Fred Benu selaku inspektur upacara. Kepada ASN Undana yang menerima Satya Lancana tersebut terdiri dari 14 orang yang mengabdi selama 30 tahun, 6 orang yang mendabdi selama 20 tahun dan 16 orang yang mengabdi selama 10 tahun. Perlu diketahui, peringatan HUT ke-74 RI di Undana kali ini diwarnai dengan sejumlah pakaian adat yang dikenakan mahasiwa, pegawai maupun dosen Undana.

Tamu undangan yang hadir pada momentum upacara saat itu, diantaranya pimpinan Undana mulai dari wakil rektor, para dekan, kepala lembaga hingga para dosen. Sementara itu, para guru besar Undana tidak menghadiri upacara di Undana karena diundang Pemprov NTT untuk mengikuti upacara yang sama di Kantor Gubernur NTT. [rfl/ds]

Comments are closed.