(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Universitas Nusa Cendana

Undana Buka Pendaftaran Wisuda Daring

  • Ada Alur yang Harus Diikuti

Dalam rangka menyukseskan jalannya wisuda daring Universitas Nusa Cendana (Undana) periode kedua Juni 2020, Undana kini telah membuka pendaftaran wisuda daring sejak tanggal 18 Mei hingga 2 Juni 2020. Demi kelancaran wisuda daring, Undana juga telah mengintegrasikan sejumlah aplikasi guna memudahkan pendaftaran online bagi para calon wisudawan. Aplikasi tersebut yaitu pengisian biodata, transkip nilai, data dukung, maupun Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti). Pendaftaran online dapat dilakukan di laman wisuda.undana.ac.id. Hal ini terkuak dalam rapat terbatas pendaftaran wisuda online di Ruang Bagian Perencanaan Undana, Senin (18/5/2020).

Salah satu anggota tim IT Undana, Pieter Ly,S.Pt dalam penjelasannya mengenai alur pendaftaran wisuda daring mengatakan, berdasarkan pengumuman wisuda, sebelum mahasiswa melakukan login untuk mendaftar, Kaprodi di setiap fakultas harus mengupload terlebih dahulu nama-nama calon wisudawan berdasarkan SK Yudisium. “Setelah nama-nama iutu dikirim oleh Kaprodi, ada peran wakil dekan (WD) I setiap fakultas untuk validasi, setuju atau tidak. Bila semuanya sudah disetujui, baru calon wisudawan dapat login masuk ke aplikasi wisuda,” jelasnya.

Apabila calon wisudawan melakuna login, tetapi dinyatakan ditolak oleh sistim. Ia mengatakan, calon wisudawa akan login dengan menggunakan akun Siakad. Akun yang sehari-hari digunakan untuk melakukan pengisian dan cetak KHS. Pertama, calon mahasiswa masuk mengecek biodatanya. “Disitu calon wisudawan akan lihat biodata dalam bentuk draft ijazah, bila dalam draft ijazahnya biodatanya sudah dinyatakan valid ketika disandingkan dengan ijazah sebelumnya sudah benar, maka boleh lanjut dengan menekan klik,” ujarnya. Kedua, mahasiswa juga kemudian mengecek transkrip nilai.

“Nah disitu sudah validasi bahwa seorang calon wisudawan, contohnya S-1, harus selesaikan 144 SKS. Jika tidak mencapai, maka notifikasinya jelas tidak layak. Nah bagaimana supaya layak? Harus memperbaiki riwayat studi yang ada di Siakad, karena sudan terintegrasi dengan Siakad. Jadi, seluruh informasi dari Siakad akan diambil masuk ke dalam aplikas wisuda, supaya riwayat studinya benar 144 SKS yang telah diperoleh, tetapi belum terekam di siakad, dia harus kembali ke siakad dalam hal ini menghadap operator untuk memperbaikiriwayat studi berdasrkan KHS yang sudah diperoleh, artinya sudah ditandatanani oleh Kepro,” jelasnya.

Hal yang sama juga terjadi di biodata. Antara biodata di ijazah dan draft ijazah yang didownload di aplikasi wisuda, maka harus kembali membuka biodata online dan update di biodata Siakad, kemudian melakukan login ulang di aplkikasi wisuda, maka data yang sudah update akan ditarik masuk ke draft ijazah dan ijazah yang sesuai sudah bisa diperoleh di draft ijazah di ijazah wisuda. Ketiga, transkip nilai. “Setelah transkip nilai diperbaiki oleh operator, calon wisudawan kembali login ulang ke aplikasi wisuda dan aplikasi wisuda menarik dari Siakad dan sudah sebanyak 144 SKS, maka aplikasi secara otomatis menyebyt layak dan valid ikut wisuda,” jelasnya. Kemudian calon wisudawn membuat surat pernyataan bahwa data yang sudah diupload baik ijazah maupun transkrip itu sudah benar. Dan, bila ada kesalahan biodata, itu menjadi resikonya dan harus diperbaiki ulang. Selanjutnya, calon wisudawan akan mengupload data dukung seperti ijazah terakhir, untuk menjadi pembanding dengan data yang dudah diupload sebelumnya.

Keempat, untuk kepentingan pelaporan ke pangkalan data dikti, mahasiswa juga harus mengisi data di PD Dikti. “Data kelulusan berisi; judul skripsi, lokasi penelitian, nama pembimbing dan penguji, status kelulusan, nomor ijazah, IPK, maupun tanggal yudisium,” terangnya. Ia mengatakan, sebelumnya, aplikasi ini terpisah-pisah dan tidak terintegrasi denga Siakad. “Waktu sebelumnya saat gladi baru diumumkan, jadi aplikasi dulu terpisah-pisah, saat ini sudah bangun secara terintegrasi, dan harus diisi lebih awal saat mendaftar, setelah isi data kelulusan baru akan diajukan, dokumennya akan di verifikasi oleh operator BAAKPSI,” ungkapnya. Setelah dokumen-dokumen tersebut dilengkapi, maka kode briva untuk pembayaran biaya wisuda dan buku alumni dikirim ke masing-masing calon dalam sitim. “Informasi pembayaran akan masuk ke situ dan otomatis mahasiswa akan membayar di BRI, dan bukti tersebut akan dipakai untuk pengambilan toga dan untuk pengambilan ijazah,”jelasnya.

Jadi, mahasiswa yang mendapat akun briva itu bagi mereka yang sudah memenuhi peryaratan wisud dan sudah valid datanya, maka proses tersebut akan menuju pada proses akhir cetak bukti pendatran.

Kasubag Sistem Informasi BAAKPSI Undana, Agus H. H. Soepranoto, S. Kom, M.Si, menegaskan, untuk aplikasi sistem terintegrasi wisuda, alur biodata berhubungan dengan aplikasi pengisian biodata, transkip nilai arahnya ke siakad, kemudian ada PD Dikti yang diikelola Kemenristek Dikti dan ada bank mitra BRI. “Ada empat aplikasi yang terintegrasi dalam pendaftarean wisuda, pertama yang menjadi inti adalah biodata, data calon wisudawan yang termuat dalam item ijazah khsusnya nama lengkap, karena saat ini kondisi pandmik, maka proses verifikasi data wisudawan dilakukan melalui sistim,” ujarnya.

Pendaftaran tersebut, jika calon wisudawan melihat data tertera dalam draft ijazah tidak sesuai dengan data sebenarnya, maka mahasiswa masih memiliki peluang untuk memperbaiki sendiri melalui laman biodata. Kedua, terdapat Selanjutnya ada Siakad dimana terdapat aktifitas akademik yang harus dilengkapi. “Jadi kita mau semua calon wisudawan, ketika menjadi alumni, maka tidak ada masalah terhadap PD Dikti. Itu semuanya terkait dengan data aktif menjadi tidak aktif itu akan diproses,” ujarnya. Setelah semuanya selesai, data-data itu akan dikirim ke PD Dikti menjadi data yang komplit, terkait dengan riwayat calon wisudawan masing-masing. Selain itu terkait dengan Bank mitra adalah soal kewajiban mahasiswa untuk membayar tagihan pendaftaran wisuda.

Ia menegaskan, calon wisudawan harus interaktif mengecek data notifikasi soal data-data yang belum sinkron, agar segera disinkronkan sampai calon mahasiswa mendapat notifikasi bahwa data sudah valid anda sudah resmi menjadi peserta wisuda, berarti tidak ada masalah. [rfl/ds]

Comments are closed.