(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Universitas Nusa Cendana

Undana Contoh Bagi Universitas Lain di Indonesia Timur

  • Konsul Diplomasi Publik Kunjungi Undana

Universitas Nusa Cendana (Undana) patut berbangga, karena dianggap sebagai salah satu contoh universitas lain di Indonesia bagian timur yang giat soal kerjasama dengan pemerintah dan universitas-universitas di Australia. Beberapa kerjasama dan program yang sudah dijalankan Undana adalah program English Language Tranining Assistance ELTA, kerjasama pertukaran mahasiswa, join penelitian hingga konsorsium internasional. “Terima kasih banyak kepada Bapak Rektor Undana ,Prof. Fredrik Benu dan semua dosen di sini, karna Undana merupakan salah satu contoh yang sangat penting di Indonesia timur,” ujar Konsul Diplomasi Publik, Konsulat Jenderal Australia, Bali, Eleanor Daly ketika dimintai komentarnya di sela-sela kunjungannya ke Aussie Corner di lantai Undana Penfui, Rabu (5/2/2020).

Ia mengaku, kehadirannya ke NTT, terutama Kota Kupang merupakan yang pertama kali. Hal ini karena kebudayaan NTT dan Australia sangat dekat secara geografis. “Saya sangat senang sekali karena budaya NTT dan Australia sangat dekat dan saya sudah tahu banyak ada banyak mahasiswa Indonesia terutama NTT yang belajar di Australia,” ungkapnya. Menurutnya, hal itu sangat penting karena yang menjadi fokusnya saat ini adalah hubungan dalam bidang pendidikan. Dirinya mengaku sudah mengetahui Australia telah lama menjadi destinasi pertama untuk mahasiswa Indonesia, terutama di NTT belajar di sana.

Ketika dimintai komentarnya tentang Aussie Corner, Eleanor mengaku sangat senang dan ketika masuk dalam ruangan lantai dua di Gedung Student Center itu dirinya sangat rindu tentang Australia. Hal yang membuatnya rindu adalah tentang buku-buku, peta maupun sumber-sumber literasi lainnya. “Sumber-sumber ini sangat penting untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa Australia dan Indonesia sangat dekat,” imbuhnya.

Ia menyebut, ada satu computer dalam ruangan itu yang memiliki semua sumber di Australia. “Jadi, kalau menggunakan komputer itu orang bisa mengakses semua sumber di semua universitas di Australia,” ujarnya. Meski demikian, ia menyarankan agar pihak Undana bisa menyediakan jaringan wiFi di ruangan Aussie Corner agar bisa mengakses semua sumber di Australia. “Saya pikir Undana harus persiapkan wiFi-nya, karena itu bukan tanggung jawab saya,” ujarnya. Untuk menambah suasana Australia, ia menyarankan agar unit yang mengelola Aussie Corner agar menyediakan manakan dari Australia. “Ada satu kekurangan di ruangan itu adalah tidak ada makanan khas Australia seperti ; anggur Austalia harus disitu. Jadi saya akan kembali ke Undana, saya bawa anggur maupun bir, sehingga ada nuansa Australia, itu juga sedikit resep untuk sukses,” ujarnya.

Sementara Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph D dalam keterangannya menegaskan sudah banyak program kerja sama yang sudah dilakukan antara Undana dengan beberapa universitas di Australia. Sehingga, kata dia, kunjungan dari Konsul Diplomasi Publik ini untuk memastikan program-program kolaborasi dengan Australia yang sudah jalan. Karena itu, ia berharap ke depan program-program itu tetap dilanjutkan. Karena Undana merupakan perguruan tinggi yang sangat dekat dengan Australia.

Sebelumnya, di ruang rektor Undana, Prof. Fred menjelaskan, Undana memiliki 11 fakultas dan satu PPs. Kini Undana memiliki 57 program studi (prodi)terdiri dari 47 prodi S1 dan 10 prodi S2 dan S3. Undana sendiri memiliki mahasiwa internasional, diantaranya dari Timor Leste. Ia menyebut, Undana merupakan kampus paling selatan Indonesia, sehingga hampir 70 persen staf dosen yang merupakan lulusan di beberapa universitas di Australia. Beberapa diantaranya, jelas alumni Curtin University itu adalah Wakil Rektor IV, Ir. I Wayan Mudita, M.Sc.,.Ph.D merupakan lulusan Charles Darwin University, Ir. Philipi de Rossari, Ph.D merupakan lulusan Griffith University, begitupun dengan dosen-dosen lainnya. Ia juga menyebut, antara Undana dan beberapa universitas di Timor Leste dan Australia telah meggelar konsorsium internasional, tujuannya, menentukan pusat keunggulan universitas, ada beberapa kerjasama penelitian yang sudah dilaksanakan maupun pertukaran mahasiswa.

Turut mendampingi Konsul Diplomasi Publik, Eleanor Daly, Konsul Diplomasi Publik dan Penelitian, Reskiana Ramli. Hadir beberapa pimpinan Undana, diantaranya Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni, Ir. I Wayan Mudita, M.Sc., Ph. D, Kepala Kantor Internasional Undana, Dr. Maria Lobo, Ketua Program Studi Ilmu Lingkungan PPs Undana, Philipi de Rozari,S.Si.,M.Si.,M.Sc., Ph. D, dan sejumlah dosen lainnya. [rfl/ds]

Comments are closed.