(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Universitas Nusa Cendana

Undana Gelar Apel Akhir Tahun 2019

Senin, bertempat di halaman barat gedung rektorat Universitas Nusa Cendana (Undana) Penfui Kupang, para Aparatur Sipil Negara (ASN) baik tenaga Pendidikan (dosen), tenaga kependidikan (pegawai) dan sejumlah tenaga kontrak mengikuti apel pagi akhir tahun 2019  dipimpin langsung oleh Rektor, Prof.Ir.Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D. Apel tersebut juga diikuti pimpinan unit kerja fakultas, pascasarjana, lembaga dan biro di lingkungan Undana.

Dalam arahannya, Rektor, Fred Benu menyemangati para ASN Undana untuk terus menjaga integritas dan profesionalisme. Para pegawai diimbau untuk tetap melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam rangka pencapaian target kerja dan pertanggung jawaban administrai, terutama di bagian keuangan, masih ada sejumlah proses yang menyangkut hayat hidup banyak ASN Undana menjelang akhir tahun 2019. “Jadi saya tegaskan, tanggal 23 kita masih masuk kantor, sedangkan tanggal 24 Desember 2019 itu hari fakultatif, tetapi pegawai di bagian keuangan wajib masuk kantor untuk menyelesaikan dokumen pendukung guna pembayaran remunerasi ASN. Setelah itu kita akan libur kerja sampai dengan tanggal 6 Januari 2020,” ungkap Retor, Prof. Fred Benu.

Rektor, Prof. Fred Benu pada kesempatan itu menghimbau kepada para dosen agar dapat memperhatikan data perkuliahan dan praktikum semester ini supaya segera diserahkan kepada prodi untuk menginput data pelaksanaan perkuliahan atau praktikum kedalam sistem remunerasi dengan bukti absen guna pembayaran remunerasi.

Para ASN Undana saat mengikuti apel.

Pada kesempatan itu, Rektor mengkritisi di beberapa unit kerja di lingkungan Undana terjadi daya serap anggaran pada hingga pada bulan Desember 2019 sekitar 9 persen. Lemahnya penyerapan anggaran bisa jadi sudah terlalu sering kita lihat melalui media massa, tetapi sebetulnya adalah dampaknya langsung bagi masyarakat pengguna Pendidikan. Karena itu, Rektor Undana dua periode itu mempersilahkan kepada seluruh pimpinan  unit kerja fakultas, pascasarjana, Lembaga dan biro untuk melihat kembali anggarannya sudah berapa persen terserap.

Berdasarkan pantauan media ini, tidak banyak ASN Undana yang hadir mengikuti apel, jika dibandingkan dengan total jumlah ASN Undana yang mencapai 1400 orang. “Jadi begini, dalam evaluasi, saya melihat semakin hari menuju akhir tahun, presentase kehadiran ASN semakin menurun. Itu menandakan bahwa semangat ASN Undana pun semakin menurun,” tandas Wakil Rektor II Undana, Ir. Jalaluddin,M.Si saat dimintai komentarnya soal ASN Undana banyak yang tidak hadir dalam apel akhir tahun 2019.

“Tidak tahu lagi dengan perkataan apalagi yang harus kami katakan, karena semua cara sudah disampaikan. Oleh sebab itu, Jalaluddin dengan tegas meminta perhatian dari seluruh kabag dan kasubag untuk mengambil tindakan tegas kepada semua stafnya yang tidak hadir pada apel pagi tadi,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu Rektor, Fred Benu mengaku geram atas tindakan  para Wakil Dekan III Fakultas, yang memberikan mandat kepada mahasiswa seniornya untuk dengan sewenang-wenang melalukan tindakan kekerasan fisik terhadap mahasiswa junior dengan menggosok lumpur di wajah para mahasiswa. “Saya minta kepada seluruh Wakil Dekan III Fakultas se-Undana agar tidak boleh ada tindak kekerasan dalam bentuk apapun selama masa pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru Undana.

Di dalam kampus ini tidak boleh  ada perpolocoan terhadap mahasiswa baru, apalagi  panitia mabim yang kebanyakan dari mahasiswa   mengatakan kegiatan perpolocoan seperti “budaya”. Saya larang dengan keras tidak boleh ada kegiatan polonco kepada mahasiswa baru di dalam kampus Undana. Karena Menristekdikti sudah melarang melalui Pimpinan Perguruan Tinggi dan  Direktur Politeknik tidak boleh menyerahkan pelaksanaannya kepada para mahasiswa, tandas Rektor, Prof. Fred Benu. [ds]

Comments are closed.