(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Universitas Nusa Cendana

Undana Gelar Natal dan Penyerahan RKA 2020

  • Prof. Fred Benu: Bertindak Seperti Tiga Orang Majus

Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar Natal bersama, Pembukaan Tahun Kerja dan penyerahan Rencana Kerja Anggaran (RKA) tahun 2020 di Aula Rektorat lama, Undana, Selasa (7/1/2020. Hadir pada perayaan itu para pimpinan Undana, selain Rektor, Prof.Ir.Fredrik L.Benu,M.M.Si.,Ph.D, para Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana, para Dekan, para Wakil Direktur PPs, para Wakil Dekan, para Ketua Lembaga, para Dewan Pengawas BLU, para Kepala Biro, para Kepala UPT, para Kepala Bagian, para dosen maupun tenaga kependidikan, dan para  mahasiswa. Perayaan Natal yang dipimpin langsung oleh Romo Yonas Kamlasi, Pr itu berjalan meriah dan khidmat karena selain diisi dengan puji-pujian dari fakultas, para pimpinan Undana, perwakilan mahasiswa, cleaning servis juga ikut membakar lilin bersama dengan Pendeta dan Romo.

Ketua DWP Undana Ny. Grace Benu-Ale serta para anggota saat membawa pujian di Natal bersama Undana.

Tema dalam perayaan Natal itu adalah “Hiduplah Sebagai Sahabat bagi Semua Orang” Yohanes 15:14-15. Sementara subtema pada perayaan itu adalah “Kristus Memberi Kita Daya untuk Menata Relasi Pelayanan dalam Masyarakat Sebagai Sesama Murid dan Kawan Sekerja Allah Serta Relasi dengan Alam Sebagai Sesama Ciptaan Allah (1 Korintus 3:9).

Sementara Nats pembimbing dalam perayaan Natal itu terambil dalam Yohanes 1:14. Dalam votum dan salam pada Natal itu Romo Kamlasi sebagai pemimpin Liturgi menyatakan Allah begitu mengasihi manusia sehingga Allah datang sebagai manusia dalam pribadi Tuhan Yesus Kristus. “Dialah satu-satunya Juruselamat kita. Dialah jalan kebenaran dan hidup. Tiadk ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Dia. Dengan penuh suka cita, kita merayakan pesta kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus, Raja Damai, yang datang untuk merubuhkan tembok pemisah yakni perseteruan yang memecah-belah umat manusia,” ucap Romo Kamlasi. Ia mengajak jemaat yang hadir agar menyambut Natal itu dengan merendahkan diri dan mengaku dengan bersama-sama mengucapkan bahwa pertolongan kita datang dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi. Ia tetap setia untuk selama-lamanya.

Pdt. Esra Alfred Soru, S. Th., MPdK dalam khotbahnya berlandaskan Injil Yohanes 15:14-15 menegaskan, hari-hari ini banyak orang yang memperdebatkan kelahiran Tuhan Yesus. Menurutnya, yang terpenting bukan soal tanggal atau tahun lahirnya, tetapi yang pasti bahwa Tuhan Yesus benar-benar lahir ke dunia. Hal itu dapat dilihat dari begitu banyak bukti yang diberikan Alkitab. Namun, diantaranya ia menyatakan, kelahiranNya saat itu di masa kejayaan Raja Herodes sehingga Raja itu hendak membunuh bayi Yesus. Ia menyebut, dua tahun sebelum Herodes mati, Tuhan Yesus lahir ke dunia. Hingga kini, kata dia, tahun kelahiran Tuhan Yesus dijadikan pusat sejarah. Salah satu contohnya adalah penyebutan waktu atau tahun Sebelum Masehi (SM). Gembala GKIN Revival NTT itu menegaskan dosa manusia yang digambarkan dalam doa Bapa Kami itu adalah hutang, karena itu jika manusia berhutang, maka hutang itu harus dibayar lunas. Dan itu tidak dapat dilakukan oleh manusia melainkan oleh pertolongan Tuhan Allah sendiri. Selain itu, penebusan dosa harus dilakukan oleh orang yang tidak berdosa. Karena itu membutuhkan seorang Juruselamat yang tidak berdosa. Atas hal itulah Tuhan rela menjelma menjadi manusia dan menebus dosa manusia.

Menariknya, Pdt. Esra menyebut kelahiran Tuhan Yesus merobohkan tembok pemisah antara orang kaya dan orang miskin, laki-laki maupun perempuan, orang yang berpendidikan dan yang tidak berpendidikan. Ia bersaksi bahwa kelahiran Tuhan Yesus tidak saja dilihat dan disaksikan para gembala, tetapi dikunjungi oleh orang-orang majus atau (orang-orang kaya maupun berpengetahuan), kelahiran Yesus juga mempertemukan orang-orang Yahudi dengan orang-orang dari Persia, Arab maupun India. Kelahiran Yesus mematahkan tembok pemisah yang pintar dan yang bodoh. Orang Majus sebagai orang-orang berpengetahuan dan bijaksana, ahli perbintangan dan dokter, mereka datang bertemu dengan Yusuf dan Maria yang latar pendidikan dan kehidupan mereka biasa-biasa saja. Ia menyebut, Tuhan Yesus lahir dari keluarga miskin, dimana Yusuf ayahNya adalah seorang tukang kayu.

Dalam kesimpulannya, Pdt. Esra kembali menegaskan kelahiran Tuhan Yesus telah menghancurkan banyak tembok pemisah antara yang kaya dan miskin, berpengetahuan dan tidak berpengetahuan, antar suku maupun perbedaan jenis kelamin. Semuanya sama-sama menyambut Tuhan Yesus. Karena itu, ia mengajak agar semua orang bisa hidup bersama dan bersahabat bagi semua orang dan tidak membedah-bedakan lagi satu dengan yang lainnya.

Sementara Rektor Undana, Prof. Fred Benu, dalam sambutannya saat membuka tahun kerja dan penyerahan RKA tahun 2020 menegaskan, semua civitas Undana harus berefleksi atas peristiwa kelahiran Tuhan Yesus.

Karena itu ia  meminta agar para Dekan, Direktur PPs, Ketua Lembaga, para kepala Biro, UPT, Bagian, maupun tenaga kependidikan, dosen dan mahasiswa dapat bertindak seperti tiga orang Majus yang pergi menjumpai Bayi Yesus kemudian tidak kembali pada jalan yang sama sebagaimana permintaan Raja Herodes. Karena itu, para pimpinan Undana yang menerima RKA agar bekerja dengan cara yang cerdas untuk pengembangan Undana ke depan yang lebih baik lagi.

Rektor, Prof. Fred Benu menyebut besaran RKA setiap unit tidak sama. Hal itu dihitung dari kemampuan menghasilkan pendapatan (income) setiap unit. “Jika ada unit yang menghasilkan income besar, maka dia (unit) itu  akan mendapat anggaran terpadu lebih besar. FKIP  misalnya lebih besar dari semua fakultas. Itu karena FKIP memiliki PNBP yang lebih besar,” ujarnya.

Rektor menyebut, dari evaluasi yang dilakukan, ada pimpinan yang kinerja mendapat nilai 100, tetapi ada yang mendapat 90, 80, maupun 70. “Itu berarti gaji pimpinan tidak sama. Misalnya, sama-sama menjabat sebagai Wakil Rektor, tetapi gaji mereka sesuai prestasi kerja,” ungkapnya.

Ia katakan, pada tahun 2020 ini pihak Kemenkeu memotong PNBP semua PT di Indonesia. Untuk Undana sendiri mendapat potongan sekitar  Rp 30 miliar. Ia menyebut, anggaran untuk tahun 2020 semuanya menurun. “Jika tahun 2019 itu kita hanya hitung PNBP, tetapi tahun 2020 kita akan hitung sesuai kontrak kinerja sebesar 60 persen dan realisasi anggaran 40 persen,” ujarnya. Ia sebutkan, tahun ini kapasitas fiscal dalam DIPA tidak full seperti tahun-tahun sebelumnya karena sejumlah kontrak kinerja tidak tercapai.

Pada kesempatan itu, Rektor juga menyesali adanya anggaran untuk belanja ATK di salah satu unit yang mencapai Rp 400 juta. Tak hanya itu, ada unit yang belanja konsumsinya mencapai Rp 330 juta. “Ini makan apa saja coba. Saya kira ini untuk konsumsi kegiatan seminar (nasional/internasional), tetapi ternyata ini belanja sebelum rapat, pelaksanaan rapat dan rapat evaluasi,” kesal Benu.

Rektor, Fred Benu menegaskan, penggunaan anggaran harus dilakukan secara efektif dan efisien. Terkait dengan kontrak kinerja, papar dia, kontrak kinerja Rektor dengan Menteri tidak terpenuhi karena akreditasi institusi masih dalam proses peningkatan menjadi A. Selain itu, adanya dua professor di Faperta dan satu professor di FKIP juga tidak terpenuhi. Hal ini berimbas pada Dekan yang melakukan kontrak kinerja, maka sama-sama akan mendapat potongan tunjangan remunerasi. Karena itu, ia mengajak kepada para pimpinan maupun seluruh pegawai dan dosen di Undana agar bekerjasama secara baik guna kemajuan Undana yang lebih baik. [rfl/ds]

Comments are closed.