logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Universitas Nusa Cendana

Undana Keluarkan Surat Edaran Tak Terlibat Aksi Demo

Seruan untuk mengikuti aksi penolakan RUU KUHP yang disedianya digelar, Kamis (26/9) yang mengatas-namakan Universitas lalu disebarkan di media sosial mendapat tanggapan dari para pimpinan perguruan tingggi di Kota Kupang.

Tanggapan yang dilayangkan melalui surat edaran tersebut ditandatangani langsung oleh pimpinan universitas negeri maupun swasta.  Sampai dengan berita ini di turunkan terdapat dua surat edaran yang diterima  media ini yakni surat edaran dari Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang.

Dalam surat edaran tersebut pada intinya melarang para civitas akademik untuk terlibat dalam aksi yng bertujuan untuk menolak RUU KUHP.

Rektor Undana Kupang, Prof.Ir. Fredrik L. Benu. M.Si.,Ph.D melalui surat edarannya mengatakan sesuai dengan situasi dan kondisi yang berkembang saat ini, khususnya diberbagai media sosial terkait dengan ajakan untuk berpartisipasi dalam kegiatan atau aksi damai sehingga pihaknya mengeluarkan surat edaran nomor: 4205/UN15.1/PP/2019 untuk menyatakan sikap bahwa pihaknya tidak terlibat dalam aksi tersebut.  “Ditegaskan bahwa Civitas Akademika Universitas Nusa Cendana tidak akan terlibat dan tidak mendukung kegiatan/aksi tersebut,” ungkapnya.

Selain itu pihaknya juga tidak memperkenankan kepada peserta aksi untuk membawa bahkan menggunakan simbol Undana pada kegiatan aksi itu. “Bagi oknum tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan mahasiswa yang dengan sengaja membawa, bahkan menggunakan atribut Undana dalam  aksi yang dimaksud akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Ditambahkan bagi partisipan yang akan mengikuti kegiatan tersebut ditegaskan untuk tidak melibatkan Undana dalam bentuk apapun dan segala hal yang dilakukan dalam aksi tersebut adalah menjadi tanggungiawab pribadi.

Lanjutnya proses kegiatan belajar m3ngajar di Undana sendiri tetap berlangsung seperti biasa. “Perkuliahan dan aktivitas akademik pada hari Kamis, 26 September 2019 di lingkungan Undana berjalan seperti biasanya,” tandas Rektor, Prof. Fred Benu.

Hal yang sama juga di keluarkan Rektor Unwira Kupang, P. Dr Philipus Tule SVD mengeluarkan larangan terhadap para mahasiswanya untuk mengikuti ajakan aksi unjuk rasa damai menyikapi UU KPK dan RUU KUHP.

“Bahwa Unwira tidak terlibat dalam mendukung aksi (Unjuk Rasa) tersebut,” katanya dalam surat edaran Nomor 02/WM.H/SE/2019.

Larangannya itu menanggapi situasi yang berkembang akhir-akhir ini di berbagai media sosial perihal ajakan untuk rencana aksi damai di Kota Kupang.

Dia menegaskan, pemuatan logo kampus Unwira pada banner aliansi mahasiwa NTT untuk aksi unjuk rasa damai yang beredar, tanpa seizin pimpinan Unwira.

Kegiatan akademik pada Kamis (26/9), lanjutnya, tetap berjalan seperti biasa. Untuk itu dia meminta para mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan Unwira untuk tetap melakukan aktivitas akademik sebagaimana mestinya.

Dia juga meminta agar partisipasi terhadap aksi tersebut tidak melibatkan Unwira dalam bentuk apapun dan segala hal yang dilakukan menjadi tanggung jawab pribadi. “Bagi dosen, karyawan, dan mahasiswa yang dengan sengaja menggunakan atribut Unwira dan membawa nama Unwira dalam aksi yang dimaksud akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya

Sedangkan, Rektor Univesitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW), Dr. Ayub Urbanus Imanuel Meko malah mendukung mahasiswanya turun ke jalan namun dilarang menggunakan atribut lembaga.

“Turun secara pribadi itu hak mahasiswa secara perorangan, tetapi tidak membawa atribut lembaga UKAW,” ujarnya. [mg29/ds]

Comments are closed.