(0380) 881580

info@undana.ac.id

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Universitas Nusa Cendana

Undana Upayakan Tunda UTBK-SBMPTN 2021

  • Akibat Badai Seroja

Universitas Nusa Cendana (Undana) saat ini tengah berupaya menunda pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Kompetensi (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang sebelumnya dijadwalkan tanggal 12-18 April 2021. Penundaan jadwal tersebut menyusul adanya badai Siklon Seroja yang terjadi di NTT selama tiga hari berturut-turut (3-5 April) yang menyebabkan kerusakan parah terhadap gedung-gedung tempat lokasi UTBK-SMPTN di dalam kampus Undana maupun kampus mitra yakni  Politeknik Pertanian dan Politeknik Negeri Kupang.

Hal tersebut disampaikan Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph. D dalam surat yang disampaikan kepada Ketua LPMPT nomor 1474/UN15.1/TU perihal penundaan  jadwal UTBK-SBMPTN di pusat UTBK 631 Undana, Kamis (8/4).

Penundaan jadwal UTBK sebagai langkah yang diambil Undana dengan mempertimbangkan kondisi, situasi dan kesiapan insfrastruktur pasca bencana Seroja di NTT.

Rektor menyebut, instalasi listrik dan telepon/internet mengalami kerusakan berat akibat banyaknya pohon tumbang di dalam kampus, sehingga penerangan dan komunikasi tidak dapat difungsikan sama sekali hingga saat ini. Prof. Fred mengungkapkan, jadwal pelaksanaan UTBK SBMPTN akan diundur hingga minggu pertama Mei atau sesuai dengan jawaban dari pihak Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LPMPT).

Sebelumnya Rektor mengatakan,  pihaknya akan meminta pihak Telkom guna menyediakan jaringan internet. Jika tidak, maka pihaknya akan mengusulkan ke LPMPT untuk mengundurkan jadwal UTBK SBMPTN di Undana. “Saya harap tidak terjadi hambatan apa-apa, karena kalau kita geser seminggu dua minggu dan layanan internet baik, seluruh peserta ikut UTBK SBMPTN. Pada waktunya juga kita lakukan UTBK, jalur Mandiri atau apapun itu.  Yang penting UTBK SBMPTN tanggal 12, kalau tidak,  kita geser sesuai persetujuan dari LPMPT,” ujarnya.

Pengunduran jadwal tersebut dengan harapan proses perbaikan instalasi listrik dan telepon serta internet oleh pihak terkait sudah dapat diselesaikan sehingga pelaksanaan UTBK dapat berjalan dengan lancar dan aman, terang Rektor.

Prof. Fred juga mengimbau kepada seluruh warga Undana agar tidak patah semangat, tetapi musibah tersebut harus dihadapi dengan gotong-royong, bahu membahu mengatasi semua kerusakan.

Sementara Kepala UPT Komputer Undana, Dr. Kalvein Raktelobo dalam penjelasannya menyebut, Undana telah melaporkan ke pusat UTBK 631 Undana terkait badai Siklon yang menimpa NTT, khususnya Kota Kupang. Ada empat hal penting yang dilaporkan, yakni: Pertama, kondisi jaringan internet terutama jaringan backbone (utama) yang menggunakan Kabel Fiber Optik (KFO) mengalami kelumpuhan total akibat tertimpa pohon dan sebagaian tiang penyangga ikut tumbang.

Kedua, jaringan listrik PLN yang terhubung ke semua lokasi dan ruang menjadi lumpuh total, karena tertimpa pohon tumbang, termasuk jaringan lokal yang ada di dalam kampus. Selain itu, sebagian tiang listrik pun ikut tumbang, ungkap Kalvein.

Ketiga, beberapa gedung juga ikut terdampak, atap yang rusak mengakibatkan air hujan masuk ke beberapa ruang UTBK. Meski demikian, sambung dia, hal itu sudah dibersihkan dan dikeringkan. Keempat, akses jalan masuk ke lokasi UTBK sampai dengan tanggal 7 lalu sudah bisa terbuka, tetapi sebagian lokasi masih terblokir pohon dan tiang jaringan listrik yang tumbang. Mencermati empat hal tersebut, pihaknya belum bisa memastikan kesiapan sarana dan prasarana TIK  yang kembali normal seperti semula untuk digunakan pada UTBK. Kendati demikian, tandas Kaelvin, jika kondisi tersebut digolongkan peristiwa force majure; maka pihaknya akan menunggu keputusan dan kebijakan panitia pusat LTMPT untuk ditindaklanjuti.

Terkait dengan total pendaftar UTBK SBMPTN, jelas Kaelvin, kapasitas pendaftar UTBK SBMPTN mencapai 9.940 dan jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 9.678 orang yang tersebar dalam tiga kelompok ujian, yakni kelompok ujian Saintek sebanyak  3.072 pendaftar, Soshum sebanyak  4.187 dan campuran sebanyak 2.419 pendaftar.(rfl)

Comments are closed.
Translate »