(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Universitas Nusa Cendana

Visitasi Lapangan Prodi Pendidikan Geografi

Program Studi (Prodi) Pendidkan Geografi, Fakultas Keguruan dan Pendidikan (FKIP) Undana melakukan visitasi lapangan. Kali ini visitasi dilakukan agak berbeda karena para asesor dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi (PT) tidak mengunjungi langsung kampus Undana, maupun NTT. Hal ini disebabkan karena saat ini Indonesia juga masih mengalami pandemic covid-19. Asesor yang melakukan visitasi oleh BAN PT pada kesempatan kali ini adalah Prof. Dr. Sugeng Utaya,M.Si ( Universitas Negeri Malang ) dan Dr. Tjaturakono Budi Santojo (Universitas Negeri Semarang).

Visitasi virtual yang digelar di Ruang Teater  Undana, Jumat (25/9) itu turut dihadiriDekan FKIP Undana, Dr. Malkisedek Taneo, Dosen Senior Geografi Undana Prof. Dr. I Gusty Bagus Arjana, MS dan para dosen lainnya.

Dalam pengantarnya, Prof. Sugeng Utaya menyampaikan terima kasih kepada Prodi Geografi, FKIP Undana atas visitasi yang dilakukan secara virtual. Menurutnya, visitasi secara daring lebih efektif, terutama dalam memeriksa beberapa dokumen yang dianggap masih kurang. Karena itu, ia berharap agar visitasi tersebut bisa berjalan dengan baik. Pihaknya mengaku, selama dua hari pihaknya ditugaskan untuk melakukan pendalaman atas dokumen-dokumen yang disiapkan Prodi Geografi. “Kami akan melihat lagi apa yang tidak ditemukan daam dokumen dan mendalami apa-apa saja yang masih kurang,” ucapnya.

Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si.,Ph.D ketika membuka visitasi lapangan tersebut mengatakan, Undana berada di posisi strategis selatan Indonesia, sehingga Undana merupakan pintu gerbang Selatan Indonesia berbatasan dengan Australia, New Zealand dan Timor Leste. Karena itu, Undana selalu diundang untuk banch mark-nya kerjasama Internasional. Dengan visi “menjadi universitas berwawasan global”, jelas dia, missi Undana, yakni melaksanakan tridharma pendidikan tinggi dengan menitik berat ke pola ilmiah pokok lahan kering kepulauan termasuk pariwisata.

“Karena kami anggap bahwa lokasi di selatan. Lahan kering kepulauan itu hnaya ada di NTT, sebagian NTB dan Maluku Selatan,” sebutnya. “Kami anggap ini keunggulan komparatif yang dapat dimanfaatkan menuju kompetitif. Kami berkompetisi global dengan mengandalkan lahan kering kepulauan termasuk periwisataa,” tambah Guru Besar Bidang Ekonomi Pertanian itu. Menurutnya, jika Undana ingin eksis di tingkat global,  maka harus memanfaatkan secara baik keunggulan komparatif; lahan kering kepulauan dan pariwisata.

Undana, jelas dia, sejak 2017 lalu telah mengubah satatus dari Satker ke Pola Pengelolaan Keuangan (PPK) Badan Layanan Umum (BLU). Hal itu guna flexibilitas dan efisiensi pengunaan dan pengelolaan anggaran di Undana.

Sementara Alumni Pendidikan Geografi Undana, Drs. Imran Duru dalam pengantarnya mengaku sangat bangga bisa menjadi bagian dari Pendidikan Geografi Undana.   Menurutnya, alumni Geografi Undana sangat diminati diberbagi sekolah, serta memiliki peran penting di tengah masyarakat. Salah satu peran penting adalah mampu menjadi referensi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan yang berbasis lingkungan maupun lahan kering kepulauan. Karena itu, ia menyarankan agar ke depan Undana  bisa menerima mahasiswa lebih banyak lagi, karena Undana merupakan satu-satunya yang menyediakan Prodi Geografi. [rfl/ds]

Comments are closed.