(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Universitas Nusa Cendana

Wamen PUPR Janji Lanjut Pembangunan Auditorium Undana

Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Wamen PUPR), Jhon Wempi Wetimpo, SH.,MH berjanji akan melanjutkan pembangunan  auditorium Universitas Nusa Cendana (Undana). Selain auditorium, Wamen Wempi juga berjanji akan membangun rumah susun maupun sistem penyediaan air bersih bagi kampus Undana. Hal itu dikatakan Wamen usai memberi kuliah umum di Ruang Teater Rektorat Undana, Jumat (22/11/2019).

Wamen menegaskan, kehadirannya mendengar langsung keluhan masyarakat NTT dan juga dunia kampus, sebagai tempat mencerdaskan manusia. Karena itu, dirinya berjanji akan melanjutkan pembanguna auditorium Undana. Karena itu, ia meminta Rektor Undana agar menyiapkan dokumen tertulisnya agar bisa dilanjutkan di tingkat pusat. “Jadi ada tiga hal, soal auditorium,  sistem penyediaan air minum/bersih dan bantu rumah susun, tapi saya butuh legal-nya. Saya harap Pak Rektor bisa siap dokumen legalnya dan kita bisa follow up (tindaklajuti-red) apa yang  bisa diinginkan oleh Undana, ” terang Wamen PUPR.

Sebelumnya dihadapan mahasiswa dan dosen Undana, Mantan Bupati Jayawijaya itu menyebut, pembangunan infrastruktur yang menjadi fokus Pemerintah tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing, namun juga pemerataan hasil-hasil pembangunan di luar Pulau Jawa. Di Kawasan Timur Indonesia (KTI), Kementerian PUPR dalam periode 2015-2019 telah membangun sejumlah infrastruktur berskala besar seperti bendungan dan jalan, juga infrastruktur kerakyatan yang langsung dirasakan manfaatnya seperti jembatan gantung, penataan kawasan, dan bantuan perumahan.

“Pembangunan infrastruktur di Kawasan Timur Indonesia, termasuk di Provinsi NTT akan terus ditingkatkan, baik yang sudah dalam proses pengerjaan dan yang akan baru dibangun. Saya mengajak para pimpinan daerah yakni Gubernur, Walikota, dan Bupati untuk terus mendukung pembangunan khususnya dalam hal pembebasan lahan,”  ujarnya.

Wamen PUPR, Jhon Wempi Wetimpo, SH.,MH diapit Rektor Undana, Prof. Fred Benu, para tamu kementrian PUPR, mahasiswa, para dekan dan kepala pusat foto bersama usai kuliah umum.

Ia menyampaikan sejumlah capaian pembangunan infrastruktur yang dibangun Kementerian PUPR, salah satunya pembangunan tujuh bendungan di NTT yakni Raknamo dan Rotiklot yang sudah rampung dan akan menyusul Napun Gete, Temef, Mbay, Manikin dan Kolhua. Ketujuh bendungan itu diproyeksikan akan menampung 188 juta m3 volume air yang dapat dimanfaatkan untuk irigasi, sumber air baku, pembangkit listrik dan pariwisata.

Selain bendungan, Kementerian PUPR juga membangun embung di NTT. Dalam kurun waktu 2015-2018 telah dibangun embung di 288 lokasi dengan biaya Rp 665,2 miliar. Hal ini merupakan kerja nyata untuk mewujudkan pembangunan dari pinggiran serta mendukung ketahanan air dan pangan.

“Permasalahan air memang menjadi perhatian di NTT, untuk itu saya sampaikan jika memang ada kebutuhan terkait pemenuhan air baku termasuk untuk lingkungan kampus, silahkan sampaikan jika membutuhkan dukungan Kementerian PUPR,” ujar Wamen Wempi.

Pembangunan kawasan perbatasan dikatakan Wamen Wempi juga menjadi prioritas Kementerian PUPR dalam 5 tahun terakhir. Pembangunan jalan perbatasan RI-Timor Leste di NTT sepanjang 176,2 Km telah rampung. Di bidang konektivitas, Kementerian PUPR juga membangun dua jembatan gantung di NTT, yakni Jembatan Gantung Welamosa di Kab. Ende Timur (90 meter) dan Jembatan Gantung Kali Nyonya Kota Kupang (72 meter).

Selain konektivitas di perbatasan, Kementerian PUPR pada 2015-2019 juga telah menyelsaikan 7 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang 3 diantaranya berada di NTT yakni Wini, Motaain dan Motamasin. Untuk selanjutnya juga direncanakan akan dibangun dua PLBN lagi di Provinsi NTT yakni Oepoli di Kabupaten Kupang dan Napan di Kabupaten Timur Tengah Utara.

Kementerian PUPR juga membangun infrastruktur permukiman yakni Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wee Dabbo Kabupaten Sumba Barat seluas 4.975 hektare pada tahun 2018 dengan anggaran Rp 13,52 miliar. Selain itu pada tahun 2017 telah dilakukan penataan kawasan kota hijau Desa Tulamame Kabupaten Belu dengan anggaran Rp 4,41 miliar dan penataan kawasan pengembangan destinasi wisata kawasan Komodo Kabupaten Manggarai Barat dengan anggaran Rp 1,71 miliar.

Di bidang perumahan, Kementerian PUPR telah membangun dua Rumah Susun (rusun) di Provinsi NTT yakni satu Rusun TNI di Kota Kupang dan Rusun Mahasiswa Universitas Tribuana Kalabahi Kabupaten Alor. Pada tahun 2016 juga telah dibangun Rumah Khusus (Rusus) Perbatasan di Kabupaten Belu sebanyak 135 unit dengan anggaran Rp 47,1 miliar. Untuk membantu peningkatan kualitas rumah masyarakat di NTT, Kementerian PUPR pada 2015-2018 telah menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebesar Rp 213,7 miliar untuk 14.415 unit rumah.

Rektor Undana, Prof. Fredrik L. Benu berharap dengan kuliah umum yang menghadirkan Wamen PUPR sebagai pembicara dapat membuka pemahaman mahasiswa betapa besar perhatian Pemerintah saat ini dalam pembangunan di wilayah Indonesia Timur. “Dalam kesempatan ini kami juga menyampaikan usulan tertulis untuk mendapatkan dukungan pembangunan dari Kementerian PUPR untuk Rusun Mahasiswa, Sistem Penyediaan Air Minum Kampus, dan pembangunan auditorium,” ujar Fredrik.

Menanggapi adanya bantuan Wamen, Rektor dua periode itu menyebut dirinya sangat mengapreisiasi Wamen Wempi yang rela turun ke bawah mendengar aspirasi masyarakat, termasuk dunia kampus. “Inilah pentingnya seorang pemimpin turun ke bawah untuk melihat persoalan-persoalan yang ada di tingkat bawah. Sebagai contoh Undana, misalnya sudah lima tahun tidak pernah mendapat  anggaran rupiah murni untuk pembangunan infrastruktur,” ujarnya. Pembangunan yang ada selama ini, lanjut dia, menggunakan anggaran PNBP Undana, dan itu terasa belum cukup. Dirinya bersyukur, Wamen PUPR hadir di Undana untuk melihat persoalan itu. Ia pun berharap agar Alumni Pariwisata Universitas Cendrawasih itu bisa menyuarakan hal itu di tingkat pusat guna menyelesaikan permasalahan infrastruktur di perguruan tinggi.

Penulis : Refael Molina

Editor   : David Sir

Comments are closed.