(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Universitas Nusa Cendana

Wisuda Pertama Undana Dibawah Kemendikbud

  • Undana Melepas 897 Wisudawan dalam dua sesi

Ketua Senat selaku Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof.Ir.Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D mengatakan wisuda kali ini adalah wisuda pertama Undana dibawah Kementerian yang baru yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sejak terbentuk Kabinet Indonesia Maju, periode kedua kepemimpinan Presiden Jokowi, Direktorat Pendidikan Tinggi telah dikembalikan dibawah Kemendikbud dengan Menteri yang baru, Mas Nadiem Anwar Makarim.

Pernyataan tersebut disampaikan Rektor, Prof. Fred Benu dalam pidato wisuda Doktor, Magister, Profesi dan Sarjana Periode Keempat Undana di Aula Undana Penfui, Senin (9/12/2019). Wisuda Undana akhir tahun sebanyak 897, sesi pertama 449 wisudawan dan sesi kedua berjumlah 448 wisudawan.

Rektor, Fred Benu menambahkan, proses transisi dari Kemenristekdikti ke kemendikud ini masih akan berlangsung terus sampai dengan tanggal 31 Desember 2019. “Jadi selama masa transisi dimaksud, seluruh institusi pendidikan tinggi dibawah direktorat pendidikan tinggi, termasuk Undana masih menggunakan Logo Kemenristekdikti. Walaupun secara struktur nanti pada awal tahun 2020 Undana telah bernaung dibawah direktorat pendidikan tinggi Kemendikbud, namun secara fungsi, dalam melaksanakan tri dharma perguruan tinggi. Undana nantinya masih akan berada dibawah koordinasi fungsional dengan Kemenristek dan Badan Riset Inovasi Nasional (RISTEK_BRIN), khususnya dalam menjalankan fungsi penelitian dan pengabdian pada masyarakat,” katanya.

Rektor, Prof. Fred Benu saat memberikan piagam penghargaan kepada para wisudawan terbaik periode Desember 2019.

Menurut Benu, tidak ada yang salah dengan struktur seperti itu. Kalaupun ada yang mengkritik hubungan koordinasi seperti ini dengan mengibaratkan “seorang hamba mengabdi pada dua tuan,” maka sebenarnya hubungan koordinasi dengan Kemenristek hanya dalam hal hubungan fungsional, sedangkan secara struktural, Undana harus tetap tunduk pada kebijakan umum dan koordinasi structural dengan Kemendikbud. Walaupun demikian, katanya, penataan tanggung jawab pelaksanaan dharma penelitian dan pengabdian termasuk program dan penganggaran yang akan dilaksanakan oleh Undana masih menunggu petunjuk teknis yang akan dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

“Jadi pada prinsipnya Undana menyambut baik kebijakan yang diambil oleh Presiden Jokowi pada masa kepemimpinannya yang kedua saat ini, dengan menggabungkan kembali Direktorat Pendidikan Tinggi ke dalam struktur Kemendikbud. Sejak awal pemisahan Direktorat Pendidikan Tinggi dan Kemendikbud. Kami telah melakukan kritik yang sifatnya lebih pada saran kepada pemerintah pusat, bahwa dunia Pendidikan tinggi harus terus mendorong upaya penguatan unsur kebudayaan nasional sebagai bagian dari struktur nilai kemanusiaan yang bersifat universal. Komitmen ini harus terus kami suarakan, jika kita mengabaikan komponen kebudayaan nasional, khususnya karakter kebangsaan, maka dunia Pendidikan tinggi sesungguhnya tidak membebaskan, tetapi malah membelunggu anak didik,” ungkap Benu.

Namun demikian, kata Prof.Fred Benu, dunia kampus juga perlu memahami bahwa perubahan radikal sedang terjadi, dimana masyarakat demokrasi mengajarkan kepada generasi mudanya suatu sistem pendidikan yang lebih mengutamakan tujuan pencapaian profit dan manfaat ekonomi melalui sistem pendidikan nasional yang mendewakan aspek ketrampilan dan penguasaan teknologi.

Karena itu dibawah kepemimpinan Mendikbud saat ini, dunia pendidikan, khususnya pendidikan tinggi  sangat diharapkan adanya peran teknologi dalam pelayanan pendidikan guna menghasilkan sumberdaya manusia yang mampu bersaing dengan penguasaan teknologi yang mumpuni.

Diakhir pidatonya sebagai Rektor, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada orang tua wisudawan yang telah mempercayakan Undana untuk mendidik putra-putrinya sehingga hari diwisuda. Juga kepada wisudawan, ia menyampaikan terima kasih karena telah berpartisipasi dalam proses pendidikan di Undana.

“Sebagai pimpinan, dosen dan pegawai, kami telah berusaha maksimal untuk memberikan pelayanan terbaik, namun kami juga mengakui bahwa masih terdapat berbagai kekurangan. Karena itu mohon maaf jika selama studi di Undana, ada pelayanan kami yang belum memuaskan. Selama berbahagia kepada para wisudawan dan orang tua,” ungkapnya. [ds/rfl/ovan]

Comments are closed.