logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Universitas Nusa Cendana

Ziarah ke Makam Tiga Mantan Rektor Undana

  • Dalam Rangka Dies Natalis ke-57

Tak seperti biasanya, peringatan Dies Natalis Universitas Nusa Cendana (Undana) diisi dengan ziarah ke makam para mantan Rektor. Tetapi baru pertama kali dibawah koordinasi panitia Dies Natalis Undana ke-57 yang digagas oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undana yang melibatkan sejumlah pimpinan Undana untuk melakukan ziarah ke makam mantan para rektor, Senin, (9/9/2019).

Ada tiga makam mantan Rektor yang dukunjungi oleh Rektor, para Wakil Rektor, Dekan, Lembaga, para Panitia dan sejumlah pegawai Undana. Ziarah diawali dari makam mantan Rektor Undana, Alm.Prof.Dr.Agus S.Benu,MS di Kelurahan TDM Kota Kupang. Menjabat sebagai Rektor Undana 1996-2005, Wafat, 20 Agustus 2016.

Rombongan piminan Undana saat berziarah di makam alm. Prof. Mr. Soetan Mohammad Sjah.

Kemudian rombongan yang dipimpin oleh Rektor Undana, Prof.Ir.Fred L.Benu,M.Si.,Ph.D mengunjungi makam Rektor Undana Pertama yakni Alm.Prof.Mr.Soetan Mohammad Sjah di Kelurahan Batukadera Kota Kupang. Diangkat sebagai Rektor Pertama Undana sejak tahun 1968-1977, Wafat, 18 Agustus 1983. Berlanjut ke makam Plt.Rektor Undana, Drs. Urias Bait yang menjabat sebagai Rektor Undana pada tahun 1977-1978. Wafat, 18 November 2013. Makamnya terletak di Kelurahan Sikuman Kota Kupang.

Rombongan Rektor diterima diterima oleh Ny. Sartje Welmintje Bait-Markus, didampingi oleh keluarga besar Bait, Sanam dan Markus, dengan pengalungan Selendang Timor kepada Rektor Undana, Prof.Fred Benu.

Disela-sela acara penyambutan tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, Dr. Maxs U.E.Sanam,M.Sc mewakili keluarga Bait dan Markus mengatakan bahwa peristiwa siang ini sebagai bentuk penghormatan dari Undana atas semua capaian atau distribusi yang sangat kecil yang pernah diberikan oleh mantan Rektor, Drs. Urias Bait.

Karena itu atas nama keluarga Bait, Sanam dan Markus, pihaknya memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang tulus kepada Rektor dan seluruh jajaran pimpinan Undana yang telah menginisiasi ini sebagai bagian dari penghormatan kepada pimpinan universitas yang menjadi bagian sejarah dari perkembangan Undana, termasuk di dalamnya bapak Drs.Urias Bait, suami dari Ibu Sartje Welmintje Bait. “Apa yang dibuat oleh Undana ini merupakan catatan penting yang akan terus kami ingat dan kenang selalu,” ungkap Maxs Sanam.

Rombongan piminan Undana saat berziarah ke makam alm. Drs. Urias Bait. Turut mendampingi, Ny. Sartje Welmintje Bait dan keluarga besar Bait, Sanam, dan Markus.

Rektor Undana, Prof. Fred Benu pada kesempatan itu mengatakan Undana melakukan ziarah ke makam tiga orang mantan Rektor Undana untuk berefleksi tentang apa yang sudah dibuat sekian lama sehingga Undana sudah berjalan 57 tahun, ini merupakan satu karya besar yang harus dihargai, untuk mencari nilai-nilai bagaimana nanti Undana berjalan lebih panjang lagi, tidak 57 tahun saja, tetapi lebih dari 100 tahun. “Jadi momen siang ini merupakan bagian dari rangkaian program Dies Natalis ke-57 tahun Undana. Kami mencoba untuk mengingat jasa-jasa dari para pendiri dan peletak dasar yang sudah berjasa untuk membangun Undana, sehingga Undana diizinkan masuk ke-57 tahun. Kami tahu bahwa apa yang sudah diletakkan karya baik oleh pendahulu kami adalah sesuatu yang sangat berharga dan tidak mungkin kami berjalan jauh sampai 57 tahun jika pendahulu dan para pemimpin kami ini tidak meletakkan dasar yang baik bagi kami, sehingga hari ini kami mencoba keliling untuk lebih dekat lagi dengan sejumlah kubur mantan Rektor, sehingga siang ini kami berada dirumah mantan Rektor, Pak Drs.Urias Bait disini. Karena itu, kepada keluarga Bait, Sanam dan Markus, kami mengucapkan terima kasih atas jasa dan karya baik yang telah dibuat Pak Bait. Mudah-mudahan apa yang dilakukan siang ini, terus memotivasi kami untuk Undana terus berjalan lebih jauh lagi, tidak cuma 57 tahun, tetapi lebih dari 100 tahun,” ungkap Rektor, Prof. Fred Benu. [ds]

Comments are closed.