logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

08:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

logo

(0380) 881082

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

08:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Universitas Riset Dalam Bidang Lahan Kering Kepulauan

PPG Benteng Terakhir Hasilkan Guru Berkualitas

  • 66 Mahasiswa PPG Undana Ikut Orientasi Awal

Sebanyak 66 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) mengikuti Kuliah Umum dan Orientasi awal. PPG merupakan langkah strategis  dan benteng terakhir pemerintah  untuk membina generasi muda menjadi pendidik yang berkualitas. “PPG adalah benteng terakhir untuk menghasilkan guru yang berkualitas,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, Dr.David B.W. Pandie,MS saat membuka Kuliah Umum dan Orientasi Awal Bagi Peserta PPG Undana di aula lantai tiga, Rektorat Undana, Kamis (8/2).

Dijelaskan, guru merupakan komponen penting dalam pendidikan.  “Fasilitas boleh mewah, pengetahuan siswa boleh tinggi, tetapi kalau kualitas guru memprihatinkan, maka pendidikan kita akan berjalan di tempat,” tandasnya. Ia mengatakan, ada ratusan ribu orang yang lagi antre untuk mendapatkan pelayanan pendidikan. Karena itu, ia meminta 66 mahasiswa PPG agar mensyukuri kesempatan belajar tersebut. Untuk menghasilkan guru berkualitas, jelas dia, bukan lagi merupakan tugas negara, tetapi menjadi tanggungjawab semua pihak.

Ia berharap agar para peserta PPG dapat menjaga nama baik diri dan lembaga selama mengikuti PPG. Selain itu, ia berharap 66 mahasiswa PPG itu bisa menyelesaikan studi secara bersama-sama sehingga akan lulus bersama-sama pada waktunya.  Dikatakan, masa orientasi merupakan masa yang sangat penting untuk mengetahui substansi dan tujuan dan apa yang harus dilakukan ketika menjalankan proses studi di PPG. Ia mengajak mahasiswa PPG agar terus bersemangat untuk berjuang meraih cita-cita. Pasalnya, bangsa Indonesia sedang mengalami proses perjuangan menuju bangsa yang lebih baik.

Dan Undana merupakan salah satu kampus yang dipercaya untuk menjalankan proses perjuangan dalam pembangunan bangsa. Salah satunya adalah melalui proses PPG. “Saya bersyukur Undana dilibatkan dalam proses pembangunan Bangsa,” tutur Pandie. Ia menambahkan, selama proses studi di PPG, setiap mahasiswa bisa saling menerima dan menghargai satu-sama lain.
Sementara Dekan FKIP, Drs. Petrus Ly, M.Pd dalam sambutannya mengaku PPG tahun ini diikuti 66 orang, terdiri dari 39 mahasiswa yang dibiayai Kemenristekdikti dan 27 mahasiswa yang dibiayai PPG bersubsidi. “Jadi 39 mahasiswa yang dibiayai Kemenristekdikti itu pernah mengikuti SM3T, sedangkan 27 mahasiswa lainnya tidak, sehingga mereka disebut mahasiswa PPG bersubsidi, karena sebagian dibiayai pemerintah dan sebagian dibiayai sendiri,” jelas Pertus Ly.

Ia mengatakan, pemerintah kini mengalami kekurangan dana sehingga tidak semua mahasiswa dapat dibiayai. “Saat ini bantuan subsidi belum jelas, sehingga biaya asrama dan lain-lain akan ditanggung mahasiswa PPG bersubsidi,” ujarnya. Ia berharap, saat praktik lapangan selama kurang lebih 10 bulan nanti, akan diperhatikan oleh pemerintah. [rfl/ds]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *