(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Mahasiswa Bicara Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal Era Metaverse

 

Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menggelar seminar nasional (Semnas) mahasiswa dan Call for Paper mahasiswa dengan tema “Pengembangan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal di Era Metaverse”. Kegiatan yang dilaksanakan secara langsung di Hotel T-More Kupang, Senin (4/9/2022) itu pun dilaksanakan secara daring, dan diikuti sekitar 300-an mahasiswa. Semnas mahasiswa dan Call for Paper tersebut tak hanya memberi kesempatan bagi mahasiswa dari Undana, tetapi mahasiswa dari beberapa universitas di Indonesia pun ikut menyampaikan makalah tentang pariwisata berbasis kearifan lokal di era metaverse.

4 (empat) mahasiswa yang menjadi pembicara utama dalam menyampaikan makalah adalah Dinda Maulidya, mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya dengan judul: Pariwisata Digital era Metaverse, Sisilia Meta, mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi, Undana dengan judul: Ekowisata dan Resistensi Sosial Budaya, Axl Alanso Lubalu, mahasiswa Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi Bisnis Undana dengan judul: Brand Destination and Tourism Marketing, dan Kalyca Kytimanyari, mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas Bina Nusantara, Jakarta dengan judul: Public Relation dan Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE).

 

Koordinator Prodi Ilmu Komunikasi FISIP, Dr. Petrus Ana Andung, S. Sos., M.Si saat memberikan keterangan kepada awak media di sela-sela Semnas Mahasiswa dan Call for Paper di T-More Hotel, Senin (5/9/2022).

 

Koordinator Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP Undana, Dr. Petrus Ana Andung, S. Sos., M.Si saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, sebelumnya Prodi yang dipimpinnya membuka kesempatan bagi para mahasiswa untuk mengirimkan makalah dan diseminarkan pada Semnas dan Call for Paper. Ia menyebut, alasan Prodi Ilmu Komunikasi mengangkat tema “Pengembangan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal di Era Metaverse”, karena salah satu faktor yang paling terdampak dari pandemi adalah sektor pariwisata.

“Dengan perkembangan teknologi, terutama metaverse, maka terjadi pergeseran model pariwisata. Dari sebelumnya pariwisata konvensional, menuju semacam komunikasi parisiwata virtual atau virtual tourism. Karena itu, pariwisata bisa dikembangkan sehingga orang dari tempatnya masing-masing bisa menikmati atau berjelajah di destinasi wisata manapun dengan mengandalkan teknologi,” ujarnya. Tujuan yang diharapkan pada kegiatan tersebut, jelas Dr. Petrus adalah untuk membangun wacana, perspektif, dan gagasan di level mahasiswa untuk berbicara tentang pariwisata berbasis lokal di era metaverse.

“Tujuan kita adalah sebetulnya membangu wacana dan perspektif khususnya di level mahasiswa, bagaimana kemudian mereka mempercakapkan isu ini, karena suka atau tidak, kita tidak bisa melarikan diri dari perkembangan teknologi. Sebagai orang-orang yang disiapkan sebagai akademisi, tentu kita harapkan memiliki kesadaran keilmuan dalam mempercakapkan perkembangan pariwisata dikaitkan dengan metaverse,” paparnya.

 

Berbasis Lokal

Sementara itu, alasannya mengangkat pariwisata berbasis lokal, karena seiring perkembangan informasi dan teknologi, maka mahasiswa perlu dipupuk agar bisa melestarikan kearifan lokal. “Mengapa kita ambil pariwisata berbasis kearifan lokal, karena memang seiring dengan perkembangan teknologi, yang namanya kearifan lokal, kalau tidak lakukan upaya untuk memupuk atau memeliharanya, pasti akan tersubkoordinasi oleh berbagai kemajuan iptek,” imbuh Dr. Petrus.“Sebagai masyarakat yang berada di wilayah kepulauan, tentu saja kita ingin memeprtahankan, mengusung bagaimana pariwisata yang khas di daerah kepulauan berbasis kearifan lokal. Sehingga kita berharap perbincangan akademik yang dilakukan oleh mahasiswa bisa melahirkan sebuah karya ilmiah yang bisa dipublikasikan ke depan,” sambungnya.

Ia menambahkan, setelah Semnas itu, pihak Prodi Komunikasi akan memublikasikan karya mahasiswa baik yang dilakukan berdasarkan field research (penelitian lapangan) maupun library research (penelitian pustaka). “Jadi itu menjadi wadah mereka, agar mereka bisa menuangkan berbagai macam ide, karya, dan gagasan brilian sesuai hasil analisis terhadap berbagai fenomena yang terjadi dalam kehidupan masyarkat, kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan yang bisa dibaca oleh semua kalangan, baik nasional maupun internasional,” ujarnya. Ia juga berharap, mahasiswa mampu memberi rekomendasi menarik, terkait apa yang harus dilakukan oleh pemerintah, akademisi, perusahaan, maupun oleh masyarakat, terkait pariwisata berbasis kearifan lokal di era metaverse.

Untuk diketahui, selain 4 pembicara utama yang menyampaikan makalah mereka, 8 (delapan) mahasiswa yang ikut mempresentasikan makalah adalah:
1. Alan Dwi Arianto (Universitas Mercu Buana Yogyakarta);
2. Pernanda Febrizia (Universitas Komputer Indonesia);
3. Darin Sekar Ardina (Universitas Bhayangkara, Jakarta Raya);
5. Kelly Assyfa Fazira (Universitas Bhayangkara Jakarta Raya);
6. Maranatha Triliani Yewang (Undana);
7. Yohanes Maria Vianey Tae, S.I.Kom (Undana);
8 Hendrik Darto (Prodi Ilmu Komunikasi Undana)
(rfl)

 

Tim Humas, Biro Perencanaan, Kerja Sama dan Humas,

Contact Person (CP): 0813 4331 7070

Kunjungi Media Sosial Undana

YouTube: Official Universitas Nusa Cendana: https://www.youtube.com/channel/UCtB1iZTSBH9etwVDCeeD2yw

Facebook: Universitas Nusa Cendana: https://web.facebook.com/nusacendana1962

Instagram: universitas.nusa.cendana https://www.instagram.com/universitas.nusa.cendana/

 

Comments are closed.
Translate »