(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Undana Rencana Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

 

Universitas Nusa Cendana (Undana) tengah merencanakan sejumlah persiapan guna memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas pada semester genap Tahun Ajaran (T.A) 2021/2022. PTM terbatas tersebut dilakukan menyusul adanya Salinan Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri. Selain itu, Surat Edaran Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi nomor 4 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Tahun Akademik 2021/2022.

Demikian disampaikan Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc ketika memimpin rapat dengan agenda pembahasan PTM terbatas dan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) bersama unsur pimpinan Undana di Aula Rektorat Undana, Rabu (12/1/2022).

Rektor menyatakan bahwa sebelumnya terdapat dua fakultas yang melaksanakan PTM terbatas di Undana, yakni Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Hewan. Saat ini dua fakultas tersebut telah digabungkan menjadi Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH).

 

Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc didampingi Plt. Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Siprianus Suban Garak, M. Sc ketika memimpin rapat dengan agenda PTM terbatas di Aula Rektorat Undana, Rabu (12/1/2022).

 

Dikatakan, ada dua alasan fakultas tersebut melakukan PTM terbatas adalah jumlah mahasiswa yang masih sedikit dan kebutuhan praktikum KOAS yang sangat penting bagi mahasiswa. Pihaknya juga mengaku Undana tidak saja people lost (kehilangan dosen/mahasiswa), tetapi juga knowledge lost (kehilangan pengetahuan), menyusul selama dua tahun pembelajaran tatap muka ditiadakan di Undana. Karena itu, Dr. Maxs menyatakan bahwa Undana akan mencoba melakukan PTM terbatas di semua fakultas dengan menerapkan Prokes ketat.

Baca juga: Perdana Lantik Pejabat Undana, Rektor Dr. Maxs: Sudah Sesuai Prosedur

Dalam rapat tersebut, sejumlah pimpinan angkat bicara, diantaranya adalah Plt. WR Bidang Akademik, Dr. Sipri Suban Garak, M. Sc, WR Bidang Umum dan Keuangan, Ir. Jalaludin, M. Si, Direktur PPs, Prof. Drs. Tans Feliks, M. Ed, Ph. D, Dekan FKIP, Dr. Malkisedek Taneo, M. Si dan Dekan FST, Dr. Hery Leo Sianturi, M. Si.

Plt. Bidang Akademik Dr. Sipri Suban Garak, M. Sc menambahkan, saat ini Undana akan memrioritaskan mahasiswa yang belum pernah masuk ke kampus, yakni semester dua dan empat. Ia juga senada dengan Rektor Undana, jika mahasiswa terlalu lama tidak masuk kampus maka terjadi people lost. “Kita uji coba dulu semester dua dan empat, kalau berjalan baik baru kita lakukan di semester berikutnya. Jangan sampai kita buka langsung membludak,” paparnya

WR II Ir. Jalaludin, M. Si menegaskan bagaimana pun Undana harus tetap berpatokan pada SKB 4 menteri. Hal ini agar tidak menimbulkan gejolak di Undana. Ia juga menambahkan bahwa PKM terbatas yang dilakukan tersebut harus dilakukan dengan Prokes ketat.

Direktur PPs Undana, Prof. Dr. Tans Feliks, M.S menyatakan jika dimungkinkan, semua mahasiswa diberi kesempatan tatap muka dengan menerapkan sistem shift dan penerapan Prokes yang ketat. Sebab, khusus di PPs, jumlah mahasiswa tidak begitu banyak.

Dekan FKIP mengaku sangat menyambut baik rencana PTM terbatas yang dilakukan pimpinan Undana pada semester genap 2021/2022. Pihaknya menyarankan agar pimpinan Undana membuat semacam kebijakan internal yang bersifat mengikat agar diterapkan di semua fakultas. Karena itu, ia meminta kesiapan setiap fakultas guna melaksanakan PTM terbatas dimaksud.

Sementara itu, Dekan Fakultas Sains dan Teknik (FST), Dr. Hery Leo Sianturi, M. Si menyatakan bahwa selama dua tahun pandemi ini, banyak pembelajaran yang tidak berjalan secara baik. Sebab, banyak dosen yang hanya memberi tugas, ketimbang memberi kuliah. Menurutnya, hal tersebut merupakan preseden buruk bagi Undana yang merupakan ujung tombak dari kemajuan Sumber Daya Manusia (SDM). Karena itu, ia memberi saran agar, jika dimungkinkan PTM yang dilaksanakan nantinya bisa dalam bentuk hybrid (online/offline) dalam sekali waktu.

Usai menerima sejumlah masukan dari para pimpinan di lingkungan Undana, beberapa hasil rapat yang diputuskan Rektor Undana, Dr. Maxs Sanam adalah:

  1. Semua fakultas menyambut baik rencana PTM terbatas pada T. A 2021/2022.
  2. Mahasiswa yang mengikuti pembelajaran luring dimaksud adalah mahasiswa semester 2, 4 dan 6 di semua Prodi dan mahasiswa yang melaksanakan praktikum.
  3. PTM terbatas tersebut akan menerapkan Prokes ketat dan pembatasan jumlah peserta belajar, maksimal 50 persen kapasitas ruangan.
  4. Ujian skripsi dan seminar diperbolehkan dilakukan secara offline dengan penerapan Prokes dan pembatasan peserta.
  5. Uji coba PTM terbatas ini akan dilakukan selama satu bulan dan akan dievaluasi untuk kemungkinan penerapannya pada semester-semester atas.
  6. Kewenangan teknis terkait penerapan PTM terbatas akan diberikan sepenuhnya kepada setiap fakultas, karena tidak semua fakultas memiliki masalah yang sama, semisal rombongan belajar, ruangan, dosen dan lain-lain. (rfl)
Comments are closed.
Translate »